Beranda Sipil Cara Menghitung Volume Pekerjaan Dalam RAB

Cara Menghitung Volume Pekerjaan Dalam RAB

1402
0
BERBAGI
volume pekerjaan rab
volume pekerjaan rab

Volume pekerjaan adalah menghitung jumlah banyaknya volume pekerjaan dalam satu satuan. Volume juga disebut sebagai kubikasi pelerjaan. Volume (kubikasi) yang dimaksud dalam pengertian ini bukanlah merupakan volume (isi sesungguhnya), melainkan jumlah volume bagian pekerjaan dalam satu kesatuan.

Cara Menghitung Volume Pekerjaan Dalam RAB

Berikut diuraikan cara menghitung volume pekerjaan RAB, tahap-tahapnya sebagai berikut:

I. Pekerjaan Awal

  1. Pengurukuran. Yang dimaksud dengan pengukuran adalah sebelum memulai pekerjaan, untuk menentukan posisi dari bangunan dilakukan pengukuran batas-batas, volume pengukuran adalah dihitung dengan satuan lumpsum, misal diperkirakan dikerjakan 2 hari dengan 2 tukang, sehingga perhitungannya adalah sebagai berikut, contoh: upah tukang Rp.50.000, maka biaya 50.000 x 2 x 2 = Rp. 200.000.
  2. Bowplank. Digunakan untuk membantu menentukan As atau letak titik dari bangunan, dengan cara membuat pagar menggunakan papan 2/15 dipaku pada kayu ukuran 5/7 sebagai tiang, dibuat dengan jarak 1 meter dari as bangunan dan dipasang keliling bangunan. Misal, rumah ukuran 6 x 7, maka volume bowplank adalah (6+1+1) + (7+1+1) = 17m. Harga dan kebutuhan material dapat dilihat pada Analisa pekerjaan, silahkan baca Download Analisa Pekerjaan SNI untuk Bangunan Terbaru 2018.

II. Pekerjaan Galian dan Urugan

  1. Galian. Galian adalah pekerjaan menggali yang berhubungan dengan pembuatan pondasi, dalam dan lebarnya pondasi ditentukan oleh type pondasi. Misal lebar bawah pondasi 70 cm, maka lebar dari galian adalah 70 cm ditambah kiri 10 cm dan kanan 10 cm menjadi 70 + 20 = 90 cm. Sedangkan kedalaman galian juga ditentukan oleh keadaan tanah yang baik, tetapi kalau kondisi tanah biasa umumnya kedalaman galian 70 cm, maka volume galian adalah 0.9 m x 0.7 m x panjang pondasi = satuan m3, sedangkan untuk menentukan berapa jumlah tenaga atau upah dapat dilihat analisa pekerjaan galian.
  2. Urugan. Urugan adalah pekerjaan mengurug lantai bangunan, volume dihitung luas bangunan dikalikan tinggi urugan dan satuan yang dipakai adalah m3. Kebutuhan material urugan dan jumlah tenaga atau upah dapat dilihat pada analisa pekerjaan.
  3. Urugan Kembali. Mengurug kembali adalah mengurug bekas galian Pondasi, volume biasanya dihitung 1/3 dari volume galian, contoh: volume galian 60 m3 maka urugan kembali adalah 60m3/3 = 20 m3.

III. Pekerjaan Pondasi

  1. Lantai Kerja. Lantai Kerja adalah suatu item pekerjaan yang lokasinya dibawah pondasi (lihat pondasi rumah). Lantai kerja dapat berupa urugan pasir dengan tebal 10 cm, pasangan batu kali kosong, atau beton dengan campuran 1:3:5 tebal 5 s/d 10 cm. Cara perhitungannya adalah luas dikalikan tebal dengan satuan m3, kebutuhan material dan upah lihat analisa pekerjaan.
  2. Pasangan Pondasi. Pasangan Pondasi yang dimaksudkan disini adalah pondasi batu kali (stal) untuk bangunan rumah lantai 1. Cara menghitung volumenya adalah dengan menghitung semua panjang pondasi kemudian dikalikan tinggi pondasi, dan dikalikan (lebar atas + lebar bawah dibagi 2) dengan satuan m3. Contoh: panjang seluruh pondasi 50 meter, tinggi pondasi 0,7 meter, lebar atas pondasi 0.3 meter lebar bawah pondasi 0.7 meter, maka volumenya adalah 50 x 0,7 x ((0,3 + 0,7) / 2) = 17,5 m3.

IV. Pekerjaan Beton

  1. Sloof. Sloof yang dimaksud dengan sloof adalah struktur bangunan yang berada diatas pondasi, untuk lebih jelas lihat sloof rumah lantai 1 dan cara menghitung volume sebagai berikut: untuk volume beton panjang total sloof x lebar x tinggi = satuan m3. Untuk perhitungan jumlah besi beton, pertama yang dicari adalah jumlah begel, dengan cara panjang total sloof dibagi jarak begel ditambah 1 = jumlah begel, jumlah begel dikalikan panjang satu begel = panjang total besi beton yang dibutuhkan. Misal sloof 15/20, begel d 8 – 15, panjang total 25 meter, jumlah begel =(25/0.15)+1=167,6 bh = 168 bh, sedangkan panjang satu begel = ((15 -5) x 2)+((20-5) x 2) = 50 cm, maka total besi beton untuk begel adalah 0,5 x 168 = 84meter, satu batang besi beton panjang standar adalah 12 m, 84/12= 7 batang. Untuk menghitung besi beton tulangan pokok yaitu dengan cara jumlah tulangan pokok dikalikan panjang total. Sedangkan untuk perhitungan RAB besi beton tidak dihitung, yang ditampilkan adalah volume beton.
  2. Kolom, Cara menghitung Volume adalah tentukan atau hitung jumlah kolom kemudian dikalikan tinggi kolom, sehingga mendapat total panjang kolom x lebar x tinggi = volume kolom satuan m3.
  3. Ring Balk. Cara menghitung volume sama dengan perhitungan sloof dan kolom.

V. Pekerjaan Dinding

  1. Pasangan Bata. Dinding pasangan bata ada 2 cara menghitungnya yaitu dengan cara perhitungan luas dan dengan cara perhitungan isi, untuk perhitungan isi jarang sekali digunakan, akan tetapi bila suatu saat dibutuhkan dengan cara perhitungan isi, caranya adalah luas x tebal, untuk tebal tergantung jenis pasangan bata, pasangan 1 bata atau ½ bata. Untuk ukuran 1 bata yaitu 30 cm sedangkan ukuran ½ bata 15 cm. Cara menghitung luas pasangan bata adalah sebagai berikut: pertama hitung keliling dari dinding, kalikan dengan tinggi dinding, dan dikurang luas dari daun jendela, daun pintu, boven, ventilasi, dan lainnya, satuannya adalah m2.
  2. Plesteran. Volume plesteran adalah 2 x dari volume pasangan bata.
  3. Acian. Sama dengan cara menghitung volume plesteran tetapi dikurangi, daerah yang tidak di aci seperti dinding keramik dll.
  4. Sponengan atau Tali Air. Sponengan atau tali air adalah batas antara kusen dan plesteran, bila lebar kusen kurang dari lebar dinding (15 cm) maka batas antara kusen dan plesteran disebut sponengan, sedangkan bila lebar kusen sama dengan lebar dinding maka batas antara kusen dan plesteran disebut tali air.

VI. Pekerjaan Kusen Pintu dan Jendela

  1. Pembuatan Kusen. Cara perhitungan kusen pada RAB ada 2 macam yaitu dengan satuan jadi, atau m2, untuk satuan m3 yaitu hitung semua panjang dari bahan pembuat kusen kemudian dikalikan dengan tebal dan lebar dari kayu. Kebutuhan material dan upah dapat dilihat pada analisa pekerjaan.
  2. Daun Pintu. Daun pintu ada beberapa macam, misal daun pintu panil atau doble plywood. Dalam perhitungan volume untuk RAB biasanya di hitung perunit.
  3. Pasang Kusen Pintu dan Jendela. Volume pemasangan bermacam-macam, antara lain dengan cara panjang keliling kusen, perlubang, atau perunit.
  4. Pasang Daun Pintu dan Jendela. Volume pemasangan dihitung perunit, diluar pemasangan kunci tanam, hak angin, slot.

VII. Pekerjaan Rangka Atap

  1. Pembuatan Kuda-Kuda. Volume dihitung dengan satuan m3, yaitu panjang total bahan dikalikan dimensi kayu yang dipakai. Contoh: panjang total bahan yang digunakan untuk kuda-kuda adalah 25 meter kayu yang digunakan 8/12 maka volume adalah 25 x 0.08 x 0.12 =0.24 m3. Untuk harga dapat dilihat analisa pekerjaan.
  2. Pembuatan Gording. Yang dimaksud dengan pembuatan gording adalah pembuatan sambungan antara gording, satuan yang digunakan adalah m3. Cara mencari volume sama dengan cara mencari volume pada perhitungan kuda-kuda.
  3. Pembuatan Jurai. Sama dengan pembuatan gording.
  4. Pembuatan Balok Nok. Sama dengan pembuatan gording, dan Jurai. Untuk ketiga item pekerjaan tersebut dimensi kayu biasanya sama hanya letak saja yang membedakan nama item pekerjaannya.
  5. Pasang Kuda-kuda. Yang dimaksud pasang kuda-kuda biasanya disebut erextion kuda-kuda, adalah pemasangan kuda-kuda dilokasi tempatnya kuda-kuda. Tidak membutuhkan material tambahan karena kuda-kuda dipasang setelah dibuat. Biaya biasanya diambil 50% dari biaya pembuatan kuda-kuda. Begitu juga untuk pemasangan jurai, gording, dan balok nok. Satuan volumenya adalah m3.
  6. Pasang Papan Suri. Yang dimaksud dengan papan suri adalah, papan yang letaknya diatas balok nok, yang berfungsi untuk menahan kerpus, ukuran yang digunakan biasanya 2/20 dapat juga lebih kecil atau lebih besar sesuai kebutuhan dilapangan. Satuan volumenya adalah m’.
  7. Pasang Usuk. Usuk biasanya menggunakan kayu ukuran 4/6 atau 5/7, yang sering digunakan adalah kayu ukuran 5/7. Untuk atap yg menggunakan asbes atau seng tidak memakai usuk, cukup dengan gording. Perhitungan usuk yaitu luas dengan satuan m2. Kebutuhan material dan upah dapat dilihat pada analisa pekerjaan.
  8. Pasang Alumunium Foil. Pemasangan alumunium foil dimaksudkan untuk mengurangi panas dan mencegah tampias saat terjadi hujan yang disertai angin. Bahan yang digunakan tidak mutlak alumunium foil, dapat diganti dengan karpet atau seng plat. Letak alumunium foil adalah diantara usuk dan reng. Satuannya adalah m2.
  9. Pasang Reng. Reng ukuran yang digunakan ada dua macam yaitu 2/3 atau 3/4, tergantung jenis genteng yang dipakai. Untuk genteng beton biasanya menggunakan ukuran 3/4, perhitungan reng adalah sama dengan menghitung usuk yaitu luas dengan satuan m2. (luas reng sama dengan luas dari usuk).
  10. Pasang Genteng. Pasang Genteng ada beberapa jenis, akan tetapi yang umum adalah genteng beton dan genteng keramik. Perhitungan volume adalah luas dengan satuan m2. Biasanya sama dengan luas reng maupun usuk.
  11. Pasang Talang. Talang ada beberapa jenis bahan yang digunakan,yaitu talang seng, talang PVC, dan talang beton. Untuk setiap jenis bahan cara perhitungan volume berbeda-beda. Untuk talang yang terbuat dari seng volume nya adalah luas dengan satuan m2, talang yang terbuat dari PVC volumenya adalah panjang dengan satuan m’, sedangkan untuk talang beton dapat dihitung dengan m3 ataupun m2.
  12. List Plank. List plank ada beberapa jenis bahan yang digunakan, yaitu bahan dari kayu, beton, pvc, fiber dan lain-lain, tetapi saat ini listplank yang sering digunakan adalah terbuat dari kayu dan beton. Perhitungan volume ada yang menggunakan m’, m2, dan m3. Perhitungan volume tidak mengikat.

VIII. Pekerjaan Penggantung dan Pengunci

  1. Rangka Plafond. Rangka plafon ada beberapa jenis bahan yang digunakan, yaitu rangka kayu 4/6, dan rangka besi (bermacam-macam). Untuk perhitungan volume kalau menggunakan kayu biasanya dihitung luas, sedangkan untuk besi dihitung dengan berat (kg).
  2. Pasang Plafon. Plafon mempunyai bermacam-macam dari jenis bahan yang digunakan seperti bahan kayu, eternit, asbes plat, playwood, gibsum dan lain-lain. Untuk perhitungan volume adalah luas dengan satuan m2.
  3. Pasang Kunci Tanam, Grendel, Hak Angin. Perhitungan menggunakan satuan unit, atau buah.
  4. Pasang Kaca. Pemasangan kaca yaitu dengan perhitungan luas satuan m2.
  5. List plafond. Yang dimaksud dengan list plafon adalah list yang berada dipinggir pertemuan antara plafond dengan dinding dengan tujuan pemasangan agar terlihat rapi. Satuan volume yang digunakan adalah m’.

IX. Pekerjaan Lantai dan Keramik

  1. Beton Lantai 1:3:5. Yang dimaksud dengan beton lantai adalah biasanya disebut floor, atau plesteran lantai. Tebal beton lantai untuk rumah tinggal mulai dari 5 cm sampai dengan 10 cm. Sebelum lantai diplester sebaiknya diberi urugan pasir setebal 10 cm. Untuk perhitungan volume lantai beton menggunakan m3, tetapi kadang-kadang ada yang membuatnya dengan m2.
  2. Pasang Keramik Lantai Utama dan WC. Pemasangan keramik lantai volume yang digunakan adalah luas dengan satuan m2.
  3. Pasang Keramik Dinding. Pemasangan keramik dinding volume yang digunakan adalah luas dengan satuan m2.

X. Pekerjaan Sanitasi

  1. Pasang Saluran Air Bersih PVC 3/4″. Perhitungan volume adalah panjang dengan satuan m’.
  2. Pasang Saluran Air Kotor PVC 4″. Perhitungan volume adalah panjang dengan satuan m’.
  3. Pasang Closet dan Kran. Perhitungan volume adalah buah atau unit.
  4. Pembuatan Septick Tank atau Beerput. Septick tank atau beerput adalah suatu tempat untuk menampung kotoran manusia. Perbedaan septick tank dan beerput adalah dari bentuk medan bahan yang digunakan akan tetapi fungsinya sama. Bahan yang digunakan septick tank adalah pasangan bata, dengan ukuran persegi panjang, sedangkan kalau beerput bahan yang digunakan buis beton diameter 80 cm s/d 90 cm. Biasanya perhitungan volume adalah unit (lansung jadi).
  5. Saluran Peresapan atau Sumur Peresapan. Saluran peresapan atau sumur peresapan adalah suatu bangunan yang berfungsi sebagai peresapan air dari buangan septick tank.

Sumber referensi: sipilworld.blogspot.com

Nah, bagaimana rekan-rekan sekalian mengenai penjelasan diatas? Mudah dimengerti kan? Silahkan di aplikasikan ke proyek kalian masing-masing ya. Sekian dulu postingan kali ini, semoga bisa bermanfaat untuk kita semua. Jangan lupa share artikel ini ke sosial media agar yang lain bisa mendapatkan manfaatnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama anda disini