Beranda Kesehatan Cara Mengukur Tekanan Darah Dengan Benar

Cara Mengukur Tekanan Darah Dengan Benar

424
0
BERBAGI
Mengukur Tekanan Darah

Kali ini saya akan berbagi artikel mengenai Cara Mengukur Tekanan Darah Dengan Benar. Tekanan darah adalah tekanan yang dihasilkan oleh pompa jantung untuk menggerakkan darah keseluruh tubuh. Darah membawa nutrisi dan oksigen ke seluruh bagian tubuh. Tekanan darah tinggi, atau hipertensi, mengacu pada kondisi dimana darah dipompa keseluruh tubuh pada tekanan tinggi.

Sebelum melakukan pemeriksaan tekanan darah (apapun jenis tensi meternya), ada baiknya melihat dulu rule of thumb atau syarat utama yang harus diperhatikan dalam memeriksa tekanan darah:

  1. Pasien yang akan diperiksa harus sudah beristirahat dan dalam kondisi rileks atau santai, 15 menit sebelum pemeriksaan. Jadi yang bersangkutan harus duduk beristirahat, menenangkan diri dalam waktu 15 menit sebelum pemeriksaan dilakukan.
  2. Semua aktivitas yang dapat mempengaruhi tekanan darah harus dihindarkan setidaknya 30 menit sebelum pemeriksaan. Aktivitas yang termasuk disini adalah olahraga, makan, minum alkohol dan merokok.
  3. Pemeriksaan harus dilakukan dalam kondisi yang tenang dan tidak berisik. Apalagi saat pemeriksa harus mengunakan stethoscope saat pemeriksaan (saat menggunakan tensimeter manual). Ini dimaksudkan agar bunyi yang harus didengar pemeriksa terdengar jelas dan tidak terganggu dengan suara-suara lain seperti suara kendaraan, suara mesin, dan lain-lain.

Alat-alat yang harus dipersiapkan diantaranya:

  • Tensimeter
  • Stetoskop

Cara Mengukur Tekanan Darah Dengan Benar

Tahap-tahap mengukur tekanan darah adalah sebagai berikut:

  • Orang yang diukur tekanan darahnya harus berbaring atau duduk, selanjutnya manset tensimeter di ikatkan pada lengan bagian atas sekitar dua jari diatas lipatan siku.
  • Stetoskop di letakkan pada arteri brafialis yang berada pada lipatan siku.
  • Sambil mendengarkan denyut nadi, tekanan dalam tensi meter dinaikkan dengan cara memompa pam sampai sekitar 140 mm Hg atau sampai jarum terlihat bergerak smuf tanpa berhenti sesaat dan denyut nadi tidak terdengar pada stetoskop. Jika orang yang kita ukur terkena hipertensi, naikkan hingga 160 mm Hg sehingga denyut nadi tidak terdengar lagi.
  • Setelah denyut nadi tidak terdengar pada stetoskop dan jarum juga bergerak tanpa berhenti, maka tekanan pada tensi meter pelan-pelan diturunkan dengan cara memutar air falve berlawanan arah jarum jam secara perlahan-lahan.
  • Pada saat denyut nadi mulai terdengar lagi, baca tekanan yang terlihat pada jarum yang terdapat pada tensi meter, jika misalnya menunjukkan angka 110 mm Hg maka berarti tekanan Sistoliknya adalah 110 mm Hg.
  • Pada proses pengukuran, tekanan dalam tensi meter tetap diturunkan, suara denyut nadi akan terdengar lebih jelas sampai suatu saat suara denyutan terdengar melemah dan akhirnya menghilang.
  • Saat denyut nadi terdengar melemah, kembali kita lihat tekanan dalam tensi meter jika misalnya menunjukkan angka 80 mm Hg maka tekanan diastolik adalah 80 mm Hg.
Sebagai kesimpulannya:
Tekanan darah diatas biasa dituliskan dengan 110/80 mm Hg, artinya sistoliknya adalah 110 mm Hg dan diastoliknya adalah 80 mm Hg dan tekanan darah termasuk normal.

Demikian artikel singkat kali ini mengenai Cara Mengukur Tekanan Darah Dengan Benar, semoga bisa bermanfaat untuk anda. Jangan lupa untuk selalu berbagi satu kebaikan dengan cara share atau bagikan artikel ini ke teman-teman di sosial media, cukup dengan klik tombol SHARE disitus ini, terimakasih!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here