Beranda Struktur Bangunan Macam-Macam Jenis Atap untuk Rumah Tinggal

Macam-Macam Jenis Atap untuk Rumah Tinggal

557
0
BERBAGI
macam macam jenis atap
macam macam jenis atap

Atap merupakan bagian dari struktur bangunan yang befungsi sebagai penutup/pelindung bangunan dari panas terik matahari dan hujan sehingga memberikan kenyamanan bagi penggunan bangunan. Seiring dengan semakin berkembangnya dunia arsitektur, tugas atap rumah selain pada fungsinya juga telah menyangkut pada tampilan atap yang dikala ini telah menjadi hal penting untuk membantu keindahan sebuah rumah.

Struktur atap pada umumnya terdiri dari tiga bagian utama yaitu struktur penutup atap, gording dan rangka kuda-kuda. Penutup atap akan didukung oleh struktur rangka atap, yang terdiri dari kuda-kuda, gording, usuk dan reng. Beban-beban atap akan diteruskan ke dalam fondasi melalui kolom dan atau balok.

Konstruksi atap yang baik memungkinkan terjadinya sirkulasi udara dengan baik. Beberapa bentuk desain atap rumah yang dapat digunakan dalam membangun rumah antara lain:

Jenis atap berdasarkan bentuk atap

1. Atap Pelana

atap pelana

Bentuk atap ini sangat sederhana, karena itu banyak dipakai untuk bangunan atau rumah di masyarakat kita. Bidang atap terdiri dari dua sisi yang bertemu pada satu garis pertemuan yang disebut bubungan. Untuk rumah dengan gaya tradisional ataupun modern, atap pelana ini juga sangat cocok.

Desain dari atap pelana tersebut memiliki kemiringan antara 30 sampai dengan 45 derajat. Kemiringan tersebut dapat menciptakan daya serap radiasi dan panas dari matahari amat bagus, juga guyuran dari hujan akan segera dengan mudah mengalir ke bawah untuk selanjutnya dibuang melalui selokan.

Selain itu dalam pengerjaannya atap pelana membutuhkan materi yang sedikit sebab konstruksinya lebih sederhana, membuat proses pengerjaan atap pelana jadi lebih cepat.

2. Atap Sandar

atap sandar

Model atap sandar biasa digunakan untuk bangunan-bangunan pemanis misalnya; selasar atau emperan, namun sekarang atap model ini juga dipakai untuk rumah-rumah modern. Beberapa arsitek mengadopsi model atap ini kemudian menggabungkannya dengan atap model pelana. Atap sandar biasa disebut dengan atap tempel. Umumnya terdiri atas dua bidang atap miring. Bagian tepi atasnya bersandar atau menempel pada tembok bangunan.

Pada bentuk atap sandar menggunakan konstruksi setengah kuda-kuda untuk mendukung balok gording. Kemiringan atapnya dapat diambil 30 derajat atau 40 derajat kalau memakai materi penutup dari genteng. Untuk materi penutup dari semen asbes gelombang dan seng gelombang kemiringan atapnya dapat diambil 20 derajat atau 25 derajat, yang pada pemasangannya tidak memerlukan reng.

3. Atap Datar

atap datar

Model atap yang paling sederhana adalah atap berbentuk datar atau rata, demikian juga penampakannya. Atap datar biasanya digunakan untuk bangunan/ rumah bertingkat, balkon yang bahannya bisa dibuat dari beton bertulang, untuk teras bahannya dari asbes maupun seng yang tebal. Agar air hujan yang tertampung bisa mengalir, maka atap dibuat miring ke salah satu sisi dengan kemiringan yang cukup. Umumnya atap datar terbuat dari beton yang dibuat langsung/dicor pada dikala proses pembangunan rumah. Dari segi biaya juga lebih murah karena pengerjaan yang sederhana. Dari segi jumlah bahan-bahan yang diharapkan lebih sedikit, kemiringan atap datar kurang dari 10 derajat.

Modelnya bidang datar memanjang horizontal biasanya dipakai untuk atap teras. Atau bahkan digunakan untuk membuat taman di atas rumah. Atap bentuk ini paling susah perawatannya terutama dalam masalah mendeteksi kebocoran. Yang perlu diperhatikan dalam merencanakan atap ini adalah memperhitungkan ruang sirkulasi udara di bawahnya supaya suhu ruangan tidak terlalu panas.

Kerugian pemakaian atap jenis ini bagi rumah tinggal yaitu kurang bisa mengalirkan air sehingga berpotensi menimbulkan genangan yang memungkinkan terjadinya kebocoran. Material beton memiliki sifat kurang bisa menyerap panas sehingga beresiko menyebabkan ruang dibawahnya menjadi lebih panas. solusinya yaitu dengan menawarkan ruang untuk sirkulasi udara diantara atap dan plafon selebar 30-50 cm.

4. Atap Limas (Perisai)

atap limas

Atap berbentuk limas terdiri dari empat bidang atap, dua bidang bertemu pada satu garis bubungan jurai dan dua bidang bertemu pada garis bubungan atas atau pada nook. Jika dilihat terdapat dua bidang berbentuk trapesium dan dua dua bidang berbentuk segitiga. Bentuk atap ini adalah penyempurnaan dari bentuk atap pelana, yang terdiri atas dua bidang yang miring pada semua sisinya, dan terbentuk dari dua bidang segitiga dan dua bidang trapesium. Dua bidang atapnya berbentuk segi tiga dengan kemiringan yang biasanya sama. Sudut yang digunakan pada atap perisai sekitar 30 derajat – 40 derajat.

Keunggulan dalam pemakaian atap perisai itu hampir semua dinding luar terlindung dari panas terik matahari dan air hujan sebab bentuknya yang miring pada semua sisinya, dan arah angin yang menerpa rumah dibelokkan ke atas sehingga mengurangi resiko kerusakan struktur dan kebocoran berupa rembesam air, tetapi struktur dan konstruksinya lebih kompleks, diharapkan perencana dan perhitungan yang lebih rumit dan lebih teliti.

Jumlah penutup atap yang cukup banyak menjadikan banyaknya sambungan atap yang menimbulkan resiko kebocoran lebih besar. Sebagai pencegah, sebaiknya pada setiap sambungan atap diberi pelapis anti bocor (waterproof). Material yang digunakan untuk rangka struktur lebih banyak sehingga relatif lebih boros. Ada baiknya menggunakan rangka atap baja ringan sebab memiliki daya tahan yang baik.

5. Atap Tenda

atap tenda

Model atap tenda dipasang pada bangunan yang panjangnya sama dengan lebarnya, sehingga kemiringan bidang atap sama. Bentuk atap rumah tenda merupakan pertemuan antara 4 bidang berbentuk segitiga yang bertemu pada satu titik puncak, sedangkan garis sisi yang menyatukan 4 bidang di bagian sisi samping yang miring ini merupakan bubungan yang dinamakan sebagai jurai.

Pada atap tenda tidak terdapat jurai dalam atau lembahan. Kemiringan setiap bidang atapnya juga sama sehingga biasanya digunakan pada bangunan dengan panjang dan lebar yang sama. Desain atap rumah ini bisa juga dijadikan sebagai atap ruang terbuka seperti gazebo. Selain itu, atap ini juga banyak digunakan pada bangunan-bangunan kantor, pendopo dan bangunan untuk tempat tinggal.

6. Atap Joglo/Bonet

atap joglo

Bentuk atap ini adalah kombinasi atau gabungan dari atap jenis pelana dan perisai (limasan). Ada yang juga menyebut jenis atap ini sebagai atap tenda patah atau atap joglo/bonet.

Terkenal di dunia arsitektur sebagai bonnet roof, nyatanya jenis atap rumah Bonet ini juga digunakan oleh sebagian besar hunian tradisional di Pulau Jawa sehingga seringkali disebut sebagai Joglo. Hingga saat inipun penggunaan bentuk atap ini di Indonesia masih hanya dipakai pada hunian dengan nuansa kental etnis Jawa.

7. Atap Mansard

atap mansard

Bentuk atap model ini seolah – olah terdiri dari dua atap yang terlihat bersusun atau bertingkat. Atap mansard jarang digunakan untuk bangunan rumah di daerah kita, karena sebetulnya atap ini dibangun oleh pemerintah belanda saat menjajah di negara kita. Sebelum kemerdekaan Indonesia, jenis atap rumah ini merupakan peninggalan Kerajaan Belanda pada zaman dahulu sehingga kini tak lagi lumrah digunakan di Indonesia. Model atap rumah mansard banyak digunakan di hunian di Eropa, bentuk atap ini paling banyak dipakai di Perancis.

Terbentuk dari 4 sisi dan sisi atasnya terdapat atap datar sebagai penghubung keempat sisi yang berdiri. Dari segi estetika, desain atap rumah ini sangat cantik berderet menghiasi permukiman penduduk disana. Biasanya, jendela-jendela kecil dibuat 4 dimensi sehingga seakan tumbuh dari langit-langit utama. Tak hanya cantik, dari segi fungsional jenis ini juga menguntungkan karena bisa menjadi loteng untuk menyimpan barang. Tapi tak kalah cantik juga jika dijadikan sebagai kamar tambahan sehingga menambah ruang kosong di rumah anda.

8. Atap Menara

atap menara

Bentuk atap menara ini serupa dengan bentuk atap tenda yaitu mempunyai empat bidang atap dengan sudut apitnya yang sama besar serta ujung bagian atasnya bertemu pada satu titik yang cukup tinggi. Karena keempat bidang atap yang berbentuk segitiga sama besar dengan sudut lereng atapnya besar (± 75°), maka puncak atap menara ini berada cukup tinggi, sehingga kelihatannya runcing.

Perlu juga diketahui bahwa atap menara (atap runcing) mempunyai empat jurai luar yang sama panjang dan ujung bagian atas bertemu pada satu titik yang berada pada bagian ujung atas tiang gantung atau maklar. Bentuk atap semacam ini banyak digunakan untuk bangunan-bangunan gereja, atap menara masjid dan lain-lain.

Loading...

9. Atap Piramida

atap piramida

Salah satu model atap rumah yang banyak diterapkan di Indonesia. Atap ini sebenarnya cocok untuk bagian rumah yang tidak terlalu besar karena perhitungan yang sedikit rumit untuk membuat sebuah piramida. Anda perlu memperhitungkan panjang, lebar dan tinggi agar setiap sisi atap terlihat presisi. Banyak arsitektur yang menyarankan penggunaan jenis atap ini pada bagian rumah yang memiliki porsi luas tanah yang kecil.

Model atap ini terdiri lebih dari empat bidang yang sama bentuknya. Bentuk denah bangunan dapat segi 5, segi 6, segi 8 dan seterusnya. Atap piramida adalah bentuk kuat yang misterius yang memiliki energi Yin yang hebat menurut kepercayaan orang Tionghoa. Itulah sebabnya model atap seperti ini adalah keberuntungan/hoki bagi orang Tionghoa.

10. Atap Minangkabau

atap minangkabau

Bentuk atap ini banyak kita jumpai di Sumatra. Bentuk atapnya mempunyai lengkung ke atas, kurang lebih setengah lingkaran, dan berasal dari daun Rumbio (nipah). Bentuknya menyerupai tanduk kerbau pada tepi kanan dan kiri dengan jumlah lengkung empat atau enam, dengan satu lengkungan ke arah depan rumah.

11. Atap Setengah Bola (Kubah)

atap kubah

Model atap berbentuk melengkung setengah bola. Atap ini banyak digunakan untuk bangunan masjid dan gereja. Kebanyakan Masjid di Indonesia dan di Dunia akan menonjolkan ciri khas daerah dimana masjid tersebut dibangun. Apalagi di Indonesia, setiap daerah memiliki pengaruh tersendiri pada desain Masjid yang ada di daerah tersebut. Kebanyakan material yang digunakan untuk membuat atap ini adalah menggunakan Galvalum. Galvalum adalah salah satu bahan material kubah yang cukup diperhitungkan dalam pembangunan sebuah kubah masjid. Konstruksi bahan galvalum ini sudah lolos uji ketahanan dan kekuatan.

12. Atap Gergaji

atap gergaji

Model atap gergaji ini terdiri dari dua bidang atap yang tidak sama lerengnya. Dikenal dengan sebutan atap gergaji karena bidang atapnya menyerupai gergaji. Atap ini terdiri dari dua bidang atap yang masing-masing mempunyai sudut lereng sebesar 30° dan 60°. Apabila di dalam ruangan dibutuhkan penerangan pada siang hari atau ventilasi, maka bidang atap yang miringnya 60° dirubah menjadi vertical.

Pada bagian inilah dipasangi dengan kaca berupa ventilasi atau krepyak/jalusi untuk memperoleh penerangan seperlunya. Perlu dipertimbangkan dengan baik pada saat pemasangan kaca, diusahakan agar sinar matahari tidak langsung masuk ke dalam ruangan karena akan dapat menimbulkan suasana panas dan silau di dalam ruangan, yang dapat mengurangi ketenangan dan kenyamanan bekerja.

Pada pertemuan bidang atap miring (30°) dengan yang vertical (90°) akan terbentuk talang air. Pelaksanaan pembuatan talang air harus teliti, karena biasanya pada bagian ini sering terjadi bocor. Bentuk atap ini banyak digunakan pada bangunan dengan ruangan yang luas seperti bangunan pabrik-pabrik, gedung/bangsal, bengkel-bengkel.

13. Atap Silang

atap silang

Bentuk atap silang ini seolah-olah merupakan persilangan dua bentuk atap pelana. Mengingat akan adanya pertemuan bagian-bagian bidang atap tersebut, maka akan terbentuk lembahan. Lembahan ini dapat berfungsi sebagai penampung sekaligus mengalirkan air hujan yang jatuh disekitarnya. Oleh karenanya lembahan ini sering disebut dengan jurai talang atau jurai dalam atau talang miring. Atap ini dapat dikembangkan lagi menjadi bentuk atap gabungan (kombinasi). Dan pada bentuk atap ini tidak terdapat jurai luar.

14. Atap Gabungan

atap gabungan

Dewasa ini banyak sekali ditemui bangunan-bangunan yang menggunakan bermacam-macam bentuk atap dengan berbagai macam bahan penutupnya. Dari sekian banyak bentuk atap yang ada, kemudian dalam penggunaannya digabungkan menjadi satu kesatuan dalam satu bangunan yang kemudian dikenal dengan nama atap gabungan atau atap kombinasi. Atap gabungan ini dapat terdiri dari gabungan bentuk atap pelana, perisai, datar, setengah lingkaran maupun dengan bentuk atap lainnya sesuai dengan selera. Atap gabungan ini biasanya digunakan pada bangunan-bangunan yang besar.

15. Atap Gambrel

atap gambrel

Jenis atap yang hampir mirip dengan atap mansard. Model atap ini sering dijumpai pada rumah-rumah peninggalan Belanda dan bangunan rumah model Eropa. Atap gambrel adalah atap yang mempunyai dua sisi simetris dengan 2 lereng di setiap sisi atap. Lereng atas biasanya mempunyai sudut yang dangkal sementara lereng yang rendah kemiringannya lebih curam.

16. Atap Saltbox

atap saltbox

Asal mula model atap ini adalah Inggris dan diperkenalkan ke seluruh dunia dalam upaya ekspansi kerjaan Inggris. Desain atap yang rapi yang biasanya berbentuk asimetris, yang artinya satu sisi atap pendek sedangkan sisi atap yang lainnya panjang. Jika Anda sering menonton gaya rumah di film Amerika Jaman dahulu pasti Anda pernah melihat model atap rumah ini.

17. Atap Hip

atap hip

Mungkin rumah Anda salah satu yang menggunakan jenis atap rumah ini. Atap hip adalah atap yang memodifikasi rumah limas / piramid agar bisa diterapkan pada rumah yang besar. Atap ini menggunakan konsep atap trapesium. Mungkin ini merupakan jenis atap yang paling praktis diterapkan sehingga masyarakat Indonesia banyak yang menggunakan atap ini.

18. Atap Melengkung

atap melengkung

Di Indonesia atap melengkung biasanya hanya digunakan untuk pelengkap dan menambah kesan unik pada suatu rumah. Penggunaan atap melengkung menurut banyak pihak merupakan sentuhan estetika yang menawan untuk sebuah rumah. Jenis atap rumah ini biasanya ditempatkan diatas teras.

19. Atap Skillion

atap skillion

Jenis atap yang paling banyak diaplikasikan untuk sebuah rumah minimalis. Pada dasarnya atap ini memiliki permukaan atap miring tunggal. Atap skillion merupakan pilihan arsitektur modern dengan membentuk atap rumah multi level dengan konsep dasar atap miring.

Demikianlah pembahasan mengenai Macam-Macam Jenis Atap untuk Rumah Tinggal, saya rasa sudah cukup. Mungkin masih banyak lagi jenis dan macam-macam bentuk atap yang darsitek tidak bisa sebutkan satu-persatu, mungkin dilain kesempatan kita akan membahasnya. Jangan lupa dishare artikel ini jika berguna untuk orang lain, terimakasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here