Beranda Arsitek Mengenal dan Memilih Material Pabrikasi untuk Bangunan dalam Menghitung RAB

Mengenal dan Memilih Material Pabrikasi untuk Bangunan dalam Menghitung RAB

62
0
BERBAGI
material bahan bangunan hemat by mitra-arsitek.com
material bahan bangunan hemat by mitra-arsitek.com

Hai pengunjung setia Asdar Id, bagaimana kabar kalian hari ini? Saya doakan semoga kalian sehat selalu. Kali ini saya akan membagikan sebuah artikel tentang mengenal dan memilih material pabrikasi untuk bangunan dalam menghitung RAB. Simak penjelesan dibawah ini sampai selesai.

Pengetahuan tentang material, sangatlah diperlukan dalam menghitung anggaran biaya atau RAB, baik itu material alam maupun material pabrikasi. Jenis Material Alam dan Pabrikasi sangatlah banyak. Batu dan pasir saja begitu banyak jenisnya apalagi jika menyebutkan material pabrikasi seperti atap, kaca, lantai yang tentu sangat beragam macam jenis, warna, dan kualitasnya. Oleh karena itu, membuat perencanaan pengenalan tentang material sangatlah penting. Berikut ini Asdar Id sajikan ulasan tentang Mengenal dan Memilih komponen material pabrikasi.

Komponen material pabrikasi sangat berbeda dengan komponen material alam karena material pabrikasi telah melalui proses olahan sehingga untuk produk yang baik tentu secara fisik akan mudah dikenali, misalnya tebalnya sama, ujungnya siku, potongannya rapi, warnanya paten, kemasannya bagus dan ciri khas khusus yaitu harganya lebih mahal. Dalam perhitungan material, beberapa hal dasar yang perlu diperhatikan dalam mengenal dan memilih material pabrikasi antara lain sebagai berikut:

1. Cek Fisik Material

cek fisik material, source mitra-arsitek.com
cek fisik material, source mitra-arsitek.com

Sebelum membeli material pabrikasi, sebaiknya cek fisik material, misalkan saat membeli besi panjang 12 m, ternyata panjangnya ada yang 11 m atau 11.5 m, sehingga akan mengganggu analisis kebutuhan material. Selain cek ukuran fisik, cek juga bentuk fisiknya, misalkan membeli asbes gelombang ternyata tidak sesuai dengan yang terpasang di rumah, sehingga akan mengakibatkan bertambahnya pembiayaan dan waktu kerja.

2. Brosur Kemasan

merek dan brosur, source mitra-arsitek.com
merek dan brosur, source mitra-arsitek.com

Apabila anda akan membeli material pabrikasi, ada baiknya perlu dipelajari terlebih dahulu brosur yang dikeluarkan oleh pihak produsen. Produsen material yang baik tentu akan mengeluarkan brosur yang lengkap, bahan dasar, proses pembuatan, kekuatan maupun ukurannya. Ukuran dari lebar, panjang dan tebal akan memudahkan perhitungan kebutuhan materialnya.

3. Cek Harga

variasi harga, source mitra-arsitek.com
variasi harga, source mitra-arsitek.com

Pada umumnya yang berlaku, pembelian produk dengan jumlah banyak akan mendapat nilai diskon atau potongan harga dengan nilai tertentu. Kebanyakan orang keliru dengan harga material terutama besarnya diskon. Harga diskon juga akan berpengaruh dalam menentukan harga satuan pekerjaan. Harga yang dimasukkan pada perhitungan adalah harga setelah diskon.

4. Warna

warna bahan bangunan, source mitra-arsitek.com
warna bahan bangunan, source mitra-arsitek.com

Di beberapa komponen material, warna menjadi penentu harga. Warna menjadi bagian penentu dalam RAB, misalnya granit atau marmer yang berwarna lebih gelap (hitam) harganya lebih mahal dibandingkan dengan granit atau marmer yang berwarna lebih muda, demikian juga cat, keramik, aluminium, sanitair dan lainnya. Ada beberapa perusahaan yang mempunyai kebanggaan warna dan style sehingga mempunyai harga jual yang tinggi, misalnya produk lampu, sanitair, sakelar, stop kontak, cat, keramik, aluminium panel, akustik, wallpaper dan lain sebagainya.

5. Perhitungan Ongkos

ongkos bahan bangunan, source mitra-arsitek.com
ongkos bahan bangunan, source mitra-arsitek.com

Saat memastikan material yang akan dibeli, cek ongkos angkut dan ongkos bongkar muat. Harga Satuan yang dimasukkan didalam analisis adalah harga jadi material sampai di tempat. Banyak harga mentah langsung dimasukkan dalam analisis maka setelah pelaksanaan akan rugi, diantaranya adalah faktor distribusi atau pengiriman yang terlewatkan.

6. Faktor Non-Teknis

truk bahan bangunan, source mitra-arsitek.com
truk bahan bangunan, source mitra-arsitek.com

Lokasi pembangunan juga menjadi perhitungan untuk menentukan harga material pabrikan. Misalkan membawa semen dalam jumlah banyak dalam truk besar akan lebih murah dalam factor ongkos dibandingkan menggunakan mobil pick up kecil. Hal ini perlu juga direncanakan dengan baik guna mendapatkan hasil yang maksimal.

Sekian postingan kali ini mengenai Mengenal dan Memilih Material Pabrikasi untuk Bangunan dalam Menghitung RAB, semoga bisa bermanfaat bagi teman-teman arsitek dan sipil. Silahkan di share artikel ini ke sosial media agar yang lain bisa membacanya. Untuk mengikuti perbaruan konten situs ini, silahkan berlangganan melalui notifikasi yang muncul saat mengakses situs ini. Terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here