Beranda Sipil Pengertian, Fungsi, Macam-Macam dan Komponen Bendungan

Pengertian, Fungsi, Macam-Macam dan Komponen Bendungan

742
0
BERBAGI
bendungan
bendungan

Halo sobat darsitek dimanapun berada, berjumpa kembali disitus kesayangan kita. Kali ini darsitek akan mencoba menguraikan apa itu bendungan dan definisinya. Mari simak penjelasan lengkapnya dibawah ini.

Pengertian Bendungan

Bendungan adalah konstruksi yang dibangun untuk menahan laju air menjadi waduk, danau, atau tempat rekreasi. Seringkali bendungan juga digunakan untuk mengalirkan air ke sebuah pembangkit listrik tenaga air. Kebanyakan dam/bendungan juga memiliki bagian yang disebut pintu air untuk membuang air yang tidak diinginkan secara bertahap atau berkelanjutan.

Fungsi Bendungan

  1. Sebagai pembangkit listrik. Listrik tenaga air adalah sumber utama listrik di dunia. Banyak negara memiliki sungai dengan aliran air yang memadai, yang dapat dibendung.
  2. Untuk menstabilkan aliran air/irigasi. Bendungan sering digunakan untuk mengontrol dan menstabilkan aliran air, untuk pertanian dan irigasi. Bendungan dapat membantu menstabilkan atau mengembalikan tingkat air danau dan laut pedalaman. Mereka menyimpan air untuk minum dan digunakan untuk kebutuhan manusia secara langsung.
  3. Untuk mencegah banjir. Bendungan diciptakan untuk pengendalian banjir.
    Contoh: Bendungan Scrivener, Canberra Australia, dibangun untuk mengatasi banjir 5000-tahunan.
  4. Untuk bangunan pengalihan. Bendungan juga sering digunakan untuk tujuan hiburan atau sebagai tempat rekreasi. Contohnya: taman rekreasi bendungan karangkates(malang), bendungan solorejo(malang), bendungan palasari di (kota Negara/bali) dan masih banyak lagi.

Macam-macam Bendungan

Macam-macam bendungan dapat dikategorikan berdasarkan fungsinya, yaitu:

  1. Bendungan pengelak pendahuluan (primary cofferdam, dike), adalah bendungan yang pertama-tama dibangun di sungai pada waktu debit air rendah agar lokasi rencana bendungan pengelak menjadi kering yang memungkinkan pembangunannya secara teknis.
  2. Bendungan pengelak (cofferdam), adalah bendungan yang dibangun sesudah selesainya bendungan pengelak pendahuluan sehingga lokasi rencana bendungan utama menjadi kering yang memungkinkan pembangunannya secara teknis.
  3. Bendungan utama (main dam), adalah bendungan yang dibangun untuk memenuhi satu atau lebih tujuan tertentu.
  4. Bendungan sisi (high level dam), adalah bendungan yang terletak di sebelah sisi kiri dan sisi kanan bendungan utama yang tinggi puncaknya juga sama. Ini dipakai untuk membuat proyek seoptimal-optimalnya, artinya dengan menambah tinggi pada bendungan utama diperoleh hasil yang sebesar-besarnya biarpun harus menaikkan sebelah sisi kiri dan atau sisi kanan.
  5. Bendungan di tempat rendah (saddle dam), adalah bendungan yang terletak di tepi waduk yang jauh dari bendungan utama yang dibangun untuk mencegah keluarnya air dari waduk sehingga air waduk tidak mengalir ke daerah sekitarnya.
  6. Tanggul (dyke, levee), adalah bendungan yang terletak di sebelah sisi kiri dan atau kanan bendungan utama dan di tempat yang jauh dari bendungan utama yang tinggi maksimalnya hanya 5 m dengan panjang puncaknya maksimal 5 kali tingginya.
  7. Bendungan limbah industri (industrial waste dam), adalah bendungan yang terdiri atas timbunan secara bertahap untuk menahan limbah yang berasal dari industri.
  8. Bendungan pertambangan (mine tailing dam, tailing dam), adalah bendungan yang terdiri atas timbunan secara bertahap untuk menahan hasil galian pertambangan dan bahan pembuatnya pun berasal dari hasil galian pertambangan juga.

Loading...

Komponen Bendungan

  1. Badan bendungan (body of dams), adalah tubuh bendungan yang berfungsi sebagai penghalang air. Bendungan umumnya memiliki tujuan untuk menahan air, sedangkan struktur lain seperti pintu air atau tanggul digunakan untuk mengelola atau mencegah aliran air ke dalam daerah tanah yang spesifik. Kekuatan air memberikan listrik yang disimpan dalam pompa air dan ini dimanfaatkan untuk menyediakan listrik bagi jutaan konsumen.
  2. Pondasi (foundation), adalah bagian dari bendungan yang berfungsi untuk menjaga kokohnya bendungan.
  3. Pintu air (gates), digunakan untuk mengatur, membuka dan menutup aliran air di saluran baik yang terbuka maupun tertutup. Bagian yang penting dari pintu air adalah:
    • Daun pintu (gate leaf), adalah bagian dari pintu air yang menahan tekanan air dan dapat digerakkan untuk membuka, mengatur dan menutup aliran air.
    • Rangka pengatur arah gerakan (guide frame), adalah alur dari baja atau besi yang dipasang masuk ke dalam beton yang digunakan untuk menjaga agar gerakan dari daun pintu sesuai dengan yang direncanakan.
    • Angker (anchorage), adalah baja atau besi yang ditanam di dalam beton dan digunakan untuk menahan rangka pengatur arah gerakan agar dapat memindahkan muatan dari pintu air ke dalam konstruksi beton.
    • Hoist, adalah alat untuk menggerakkan daun pintu air agar dapat dibuka dan ditutup dengan mudah.
  4. Bangunan pelimpah (spill way), adalah bangunan beserta intalasinya untuk mengalirkan air banjir yang masuk ke dalam waduk agar tidak membahayakan keamanan bendungan. Bagian-bagian penting dari bangunan pelimpah adalah:
    • Saluran pengarah dan pengatur aliran (controle structures), digunakan untuk mengarahkan dan mengatur aliran air agar kecepatan alirannya kecil tetapi debit airnya besar.
    • Saluran pengangkut debit air (saluran peluncur, chute, discharge carrier, flood way), makin tinggi bendungan, makin besar perbedaan antara permukaan air tertinggi di dalam waduk dengan permukaan air sungai di sebelah hilir bendungan. Apabila kemiringan saluran pengangkut debit air dibuat kecil, maka ukurannya akan sangat panjang dan berakibat bangunan menjadi mahal. Oleh karena itu, kemiringannya terpaksa dibuat besar, dengan sendirinya disesuaikan dengan keadaan topografi setempat.
    • Bangunan peredam energy (energy dissipator), digunakan untuk menghilangkan atau setidak-tidaknya mengurangi energi air agar tidak merusak tebing, jembatan, jalan, bangunan dan instalasi lain di sebelah hilir bangunan pelimpah.
  5. Kanal (canal), digunakan untuk menampung limpahan air ketika curah hujan tinggi.
  6. Reservoir, digunakan untuk menampung/menerima limpahan air dari bendungan.
  7. Stilling basin, memiliki fungsi yang sama dengan energy dissipater.
  8. Katup (kelep, valves), fungsinya sama dengan pintu air biasa, hanya dapat menahan tekanan yang lebih tinggi (pipa air, pipa pesat dan terowongan tekan). Merupakan alat untuk membuka, mengatur dan menutup aliran air dengan cara memutar, menggerakkan ke arah melintang atau memanjang di dalam saluran airnya.
  9. Drainage gallery, digunakan sebagai alat pembangkit listrik pada bendungan.

Sumber: ilmutekniksipil.com

Demikian penjelasan yang cukup rinci mengenai bendungan, semoga bisa menambah ilmu pengetahuan kita. Jangan lupa share artikel ini ke sosial media dan jika ingin mengikuti perbaruan konten ini, silahkan berlangganan melalui notifikasi yang muncul saat pertama kali mengakses situs ini. Sekian dan terimakasih telah berkunjung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here