Beranda Drainase Perencanaan dan Kesalahan Sistem Drainase

Perencanaan dan Kesalahan Sistem Drainase

372
0
BERBAGI
Bantu support blog asdar.id agar bisa lebih berkembang lagi untuk membagikan ilmu pengetahuan secara gratis. Caranya yaitu dengan menyisihkan sedikit rejeki anda melalui laman donasi, klik DISINI. Semoga apa yang anda berikan bisa menjadi penolong di Akhirat kelak, Amin Ya Rabbal 'Alamin :-)
perencanaan dan kesalahan sistem drainase
perencanaan dan kesalahan sistem drainase

Halo teman-teman sekalian, apa kabar kalian hari ini? Semoga selalu diberikan kesehatan oleh Allah SWT. Artikel singkat kali ini, saya akan membahas mengenai Rencana dan Kesalahan Sistem Drainase. Baiklah tanpa basa basi langsung saja ke topik pembahasannya dibawah ini.

Pengertian Drainase

Menurut WikiPedia, Drainase atau pengatusan adalah pembuangan massa air secara alami atau buatan dari permukaan atau bawah permukaan dari suatu tempat. Pembuangan ini dapat dilakukan dengan mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air. Irigasi dan drainase merupakan bagian penting dalam penataan sistem penyediaan air di bidang pertanian maupun tata ruang.

Dalam lingkup rekayasa sipil, drainase dibatasi sebagai serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan/atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal sesuai dengan kepentingan. Dalam tata ruang, drainase berperan penting untuk mengatur pasokan air demi pencegahan banjir.

Kesalahan Sistem Drainase

Kesalahan dalam Sistem Drainase ini dapat menyebabkan terjadinya sistem saluran drainase menjadi tidak berfungsi dengan baik,sehingga dapat menyebabkan terjadinya genangan air di suatu lokasi. Berikut hal-hal yang mempengaruhi terjadinya suatu genangan air akibat kesalahan dalam drainase:

  1. Dimensi saluran yang tidak sesuai.
  2. Perubahan tata guna lahan yang menyebabkan terjadinya peningkatan debit banjir di suatu daerah aliran sistem drainase.
  3. Elevasi saluran tidak memadai.
  4. Lokasi merupakan daerah cekungan.
  5. Lokasi merupakan tempat retensi air yang diubah fungsinya misalnya menjadi permukiman. Ketika berfungsi sebagai tempat retensi (parkir alir) dan belum dihuni adanya genangan tidak menjadi masalah. Problem timbul ketika daerah tersebut dihuni.
  6. Tanggul kurang tinggi.
  7. Kapasitas tampungan kurang besar.
  8. Dimensi gorong-gorong terlalu kecil sehingga aliran balik.
  9. Adanya penyempitan saluran.
  10. Tersumbat saluran oleh endapan, sedimentasi atau timbunan sampah.

Perencanaan sistem drainase

  1. Landasan Perencanaan, Perencanaan drainase perkotaan perlu memperhatikan fungsi drainase perkotaan sebagai prasarana kota yang dilandaskan pada konsep pembangunan yang berwawasan lingkungan. Konsep ini antara lain berkaitan dengan sumberdaya air, yang ada prinsipnya adalah mengendalikan air hujan supaya banyak meresap dalam tanah dan tidak banyak terbuang sebagai aliran, antara lain membuat: bangunan resapan buatan, kolam tandon, penataan landscape dan sempadan.
  2. Tahapan Perencanaan, Tahap perencanaan drainase perkotaan meliputi:
    • a. Tahapan dilakukan melalui pembuatan rencana induk, studi kelayakan dan perencanaan detail dengan penjelasan:
      • – Studi kelayakan dapat dibuat sebagai kelanjutan dari pembuatan rencana induk.
      • – Perencanaan detail perlu dibuat sebelum pekerjaan konstruksi drainase dilaksanakan.
    • b. Drainase perkotaan di kota raya dan kota besar perlu direncanakan secara menyeluruh melalui tahapan rencana induk.
    • c. Drainase perkotaan di kota sedang dan kota kecil dapat direncanakan melalui tahapan rencana kerangka sebagai pengganti rencana induk.

Data dan Persyaratan

Sistem drainase perkotaan data dan persyaratan untuk perencanaannya sebagai berikut:

a. Data primer merupakan data dasar yang dibutuhkan dalam perencanaan yang diperoleh baik dari lapangan maupun dari pustaka, mencakup:

  • Data permasalahan dan data kuantitatif pada setiap lokasi genangan atau banjir yang meliputi luas, lama, kedalaman rata-rata dan frekuensi genangan.
  • Data keadaan fungsi, sistem, geometri dan dimensi saluran.
  • Data daerah pengaliran sungai atau saluran meliputi topografi, hidrologi, morfologi sungai, sifat tanah, tata guna tanah dan sebagainya. Data prasarana dan fasilitas kota yang telah ada dan yang direncanakan.

b. Data sekunder merupakan data tambahan yang digunakan dalam perencanaan drainase perkotaan yang sifatnya menunjang dan melengkapi data primer, terdiri atas:

  • Rencana Pengembangan Kota
  • Geoteknik
  • Pembiayaan
  • Kependudukan
  • Institusi/kelembagaan
  • Sosial ekonomi
  • Peran serta masyarakat
  • Keadaan kesehatan lingkungan permukiman

Masalah dalam Sistem Drainase

  • Terjadi Endapan
  • Terdapat timbunan Sampah
  • Tumbuhnya tanaman liar
  • Penyumbatan, kerusakan, penyalah-gunaan saluran dan bangunan
  • Peningkatan debit akibat perubahan tata guna lahan

Jika ingin mencopy artikel ini, mohon cantumkan juga sumbernya karena saya melihat ada blog yang copas tidak menyertakan sumbernya. Atau jika tidak, tulislah dengan bahasa masing-masing. Hargailah setiap karya dan usaha orang lain. Sumber artikel: https://cv-yufakaryamandiri.blogspot.com

Baiklah, mungkin itu saja penjelasan singkat kali ini mengenai Perencanaan dan Kesalahan Sistem Drainase. Semoga rekan-rekan sekalian dapat memahaminya, walaupun sangat singkat barangkali bisa menambah wawasan rekan-rekan. Jika kalian suka dengan artikel ini, jangan lupa share artikel ini ke yang lainnya. Terima kasih telah berkunjung 🙂

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama anda disini