Beranda Manajemen Proyek Perlukah Visi Misi pada Pelaksanaan Proyek?

Perlukah Visi Misi pada Pelaksanaan Proyek?

87
0
BERBAGI
project vision
project vision

Sudah banyak kita ketahui mengenai visi-misi pada suatu perusahaan. Tentu saja visi-misi tersebut memiliki maksud tertentu dalam rangka menjalankan usaha dalam mencapai tujuannya. Demikian pula pada perusahaan konstruksi yang bidang usahanya adalah mencari keuntungan dalam mengerjakan proyek, tentu saja juga memiliki visi dan misi. Lalu, apakah di tingkat proyek tetap perlu ada visi-misi?

Kita mundur dulu sedikit mengenai apa definisi dan makna dari visi-misi tersebut. Beberapa referensi menyebutkan definisi dari visi adalah sebagai berikut:

  • Visi adalah cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai di masa depan untuk menjamin kelestarian dan kesuksesan jangka panjang.
  • Visi merupakan sesuatu yang didambakan untuk dimiliki dimasa depan (what do they want to have). Visi menggambarkan aspirasi masa depan tanpa menspesifikasi cara-cara untuk mencapainya, visi yang efektif adalah visi yang mampu membangkitkan inspirasi.
  • Suatu pandangan kedepan yang akan menjadi sasaran ataupun tujuan akhir dari suatu kegiatan. Jadi sebuah VISI adalah suatu pandangan yang sifatnya sangat umum tetapi mengandung suatu arti yang cukup dalam sehingga didalam membuat suatu uraian mengenai VISI harus benar benar dipikirkan artinya yang lebih filosofis tetapi terungkap dalam kata yang sederhana.
  • Visi adalah suatu pandangan jauh tentang perusahaan, tujuan – tujuan perusahaan dan apa yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan tersebut pada masa yang akan datang. Visi itu tidak dapat dituliskan secara lebih jelas menerangkan detail gambaran sistem yang ditujunya, dikarenakan perubahan ilmu serta situasi yang sulit diprediksi selama masa yang panjang tersebut.
  • Visi adalah suatu keinginan tentang keadaan di masa yang akan datang, yang dicita-citakan oleh seluruh personal perusahaan, mulai jenjang yang paling atas hingga yang paling bawah, dari direktur, hingga pesuruh. (meskipun biasanya cita-cita itu merupakan cita-cita dari inisiator/penggagas/pendiri perusahaan). Cita-cita ini ada dalam benak pendiri, yang mewakili seluruh anggota organisasi.
  • Defines the desired or intended future state of a specific organization or enterprise in terms of its fundamental objective and/or strategic direction.

Dapat disimpulkan definisi dari visi adalah:

Cita-cita atau impian sebuah organisasi atau perusahaan yang ingin dicapai dalam masa depan oleh seluruh anggota, yang diungkapkan dalam bentuk sederhana namun dapat membangkitkan inspirasi, bersifat umum dan filosofis, yang dibuat melalui suatu renungan yang dalam dan sebaiknya merupakan aspirasi organisasi.

Sedangkan definisi dari misi adalah sebagai berikut:

  • Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan Visi. Dalam operasionalnya orang berpedoman pada pernyataan misi yang merupakan hasil kompromi intepretasi Visi. Misi merupakan sesuatu yang nyata untuk dituju serta dapat pula memberikan petunjuk garis besar cara pencapaian Visi.
  • Misi adalah bentuk yang didambakan di masa depan (what do they want to be). Misi merupakan sebuah pernyataan yang menegaskan visi lewat pilihan bentuk atau garis besar jalan yang akan diambil untuk sampai pada visi yang telah lebih dulu dirumuskan.
  • Misi adalah pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan oleh lembaga dalam usahanya mewujudkan Visi. Misi perusahaan adalah tujuan dan alasan mengapa perusahaan itu ada. Misi juga akan memberikan arah sekaligus batasan proses pencapaian tujuan.
  • Misi adalah penjabaran secara tertulis mengenai makna visi. Mengapa cita-cita yang ada dalam benak pendiri itu harus dijabarkan secara tertulis? Sebab, visi itu merupakan cita-cita, angan-angan, yang biasanya sulit dimengerti, jika maknanya tidak dijabarkan secara tertulis. Seluruh staff/personal yang terlibat harus memahami makana visi secara jelas dan gamblang. Itulah sebabnya, harus dijabarkan. Selanjutnya, penjabaran itu disebut misi.
  • Pada dasarnya misi merupakan alasan mendasar eksistensi suatu organisasi. Pernyataan misi organisasi, terutama di tingkat unit bisnis menentukan batas dan maksud aktivitas bisnis perusahaan. Jadi perumusan misi merupakan realisasi yang akan menjadikan suatu organisasi mampu menghasilkan produk dan jasa berkualitas yang memenuhi kebutuhan, keinginan dan harapan pelanggannya (Prasetyo dan Benedicta, 2004:8)

Dapat disimpulkan definisi dari Misi adalah sebagai berikut:

Alasan mendasar eksistensi suatu organisasi dan merupakan penegasan serta penjabaran visi yang merupakan pernyataan tentang apa yang harus dikerjakan dan dapat menjadi garis besar jalan oleh organisasi dalam mencapai visi.

Kembali pada pertanyaan awal mengenai apakah tetap diperlukan visi-misi proyek? Dengan pertimbangan bahwa perusahaan (konstruksi) pasti telah memiliki visi-misi? Hal ini tentu menarik untuk dikaji.

Sebelum mengaitkan visi-misi dengan sifat-sifat proyek, kita telah pahami bahwa pada proyek penuh dengan kompleksitas dan risiko serta masalah yang melibatkan berbagai disiplin ilmu dalam pelaksanaannya dalam rangka mencapai tujuannya dalam aspek biaya, mutu, dan waktu. Sudah tentu ini akan memunculkan cukup kompleks variabel dalam pengambilan keputusannya (decision making). Pada proses pengambilan keputusan tersebut yang dapat terjadi pada berbagai lini organisasi proyek, memerlukan pedoman (guidance)/ garis besar yang harus diperhatikan sesuai dengan tujuan/ visi yang akan dicapai. Hal ini menjadikan tiap proyek memerlukan visi-misi agar di semua lini apapun keputusan yang diambil mengarah pada satu tujuan atau cita-cita yang disepakati bersama sebelumnya.

Loading...

Kita ketahui bahwa project bersifat unik dimana salah satu keunikan proyek adalah memiliki tujuan tertentu dalam kurun waktu tertentu. Unik berarti tidak akan pernah ada proyek yang serba sama. Berarti tiap proyek pasti berbeda. Perbedaan tiap proyek inilah yang mungkin barangkali menyebabkan perlunya visi-misi karena tujuan akhir tiap proyek berpeluang besar untuk berbeda (jika tujuan akhirnya dibuat spesifik/ tidak general).

Pada pelaksanaan proyek oleh perusahaan konstruksi yang profesional, terdapat fakta bahwa hampir tidak pernah ada suatu organisasi yang bersifat tetap (tanpa ada perubahan anggota dan komposisi organisasi) ketika mengerjakan proyek yang berbeda atau proyek yang lain. Sedangkan kita ketahui bahwa perubahan anggota tim dalam suatu organisasi akan berdampak pada perubahan psikologis tim yang berdampak pada perubahan nilai-nilai hingga tujuan akhir dari tim itu sendiri. Kenyataan ini rasanya membawa kita pada suatu kesimpulan lain tentang perlunya visi-misi di tiap proyek terkait definisinya bahwa visi-misi sebaiknya adalah merupakan aspirasi anggota organisasi.

Berdasarkan definisi di atas, kita juga menyimpulkan adanya variabel waktu pada visi-misi. Waktu dalam hal ini berarti variabel yang menentukan adanya perubahan yang ingin dicapai. Pada proyek, jelas terjadi perbedaan kondisi existing karena sifat uniknya. Sehingga perbedaan kondisi existing tiap proyek, memicu diperlukannya visi-misi tiap proyek tersebut.

Sekarang setidaknya kita telah memiliki empat alasan kenapa diperlukannya visi-misi di tiap proyek. Lalu bagaimana kaitannya dengan visi-misi perusahaan (konstruksi)? Rasanya ini dapat dijelaskan bahwa visi-misi perusahaan konstruksi adalah visi-misi induk yang harus dicirikan dalam visi-misi di tiap proyek. Sehingga pada dasarnya, visi-misi proyek adalah visi-misi perusahaan konstruksi yang telah dimodifikasi sesuai tujuan, personil, dan kondisi eksisting proyek tanpa meninggalkan esensi/ filosofi visi-misi perusahaan induknya.

Sebagai tambahan, visi-misi proyek setelah dirumuskan oleh pimpinan proyek, haruslah disosialisasikan ke seluruh lini organisasi bahkan hingga ke level paling bawah. Sosialisasi tidak hanya penyampaian kalimat visi-misi, akan tetapi juga makna, cita-rasa, dan spirit atas visi-misi tersebut yang tentu saja bukan perkara yang gampang. Diperlukan kepercayaan yang tinggi dari anggota tim untuk memahami, menerima, meyakini, serta menjadikannya landasan atau arah organisasi.

Visi-misi proyek sebaiknya dirumuskan di awal proyek. Semakin cepat akan semakin baik. Penyampaian visi-misi juga sebaiknya dalam bentuk suatu cerita, kronologis, gambaran sedekat mungkin visual atau 3D. Hal ini agar persepsi dan pemahaman tiap anggota menjadi sama mengenai visi-misi proyek. Visi dan misi juga harus selalu menjadi pengingat pada saat rapat-rapat proyek, dan bahkan saat diskusi keseharian anggota tim. Dengan demikian, visi-misi proyek benar-benar dapat menjadi cita-cita yang berpeluang dapat dicapai oleh tim proyek. Berdasarkan pengamatan dan pengalaman, semakin kuat citra visi-misi pada suatu organisasi proyek, maka akan semakin tinggi pula peluang proyek itu mencapai mimpinya. Ternyata bermimpi di proyek itu sangat bermanfaat.

Sumber referensi: manajemenproyekindonesia.com

Sekian postingan kali ini, semoga bisa berguna untuk kita dalam dunia proyek. Jangan lupa share artikel ini ke sosial media agar teman-teman proyek yang lain bisa mendapatkan manfaatnya. Untuk mengikuti perbaruan konten situs ini, silahkan berlangganan melalui notifikasi yang muncul saat mengakses situs ini. Sekian dan terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here