Beranda Info Bersiaplah! Matahari Akan Tertidur Dan Bumi Akan Mengalami Zaman Es Mini

Bersiaplah! Matahari Akan Tertidur Dan Bumi Akan Mengalami Zaman Es Mini

279
0
BERBAGI
Zaman Es Mini

Postingan kali ini saya akan menulis artikel berjudul Bersiaplah! Matahari Akan Tertidur Dan Bumi Akan Mengalami Zaman Es Mini. Periode zaman es mini yang akan segera tiba tapi kali ini bukan disebabkan oleh Pemanasan Global, namun disebabkan oleh aktivitas matahari. Matahari akan masuk dalam periode hibernasi yang tak biasa dan lebih lama dari yang terjadi sebelumnya. Beberapa waktu lalu, nasa telah mengumumkan sebuah penelitian dari hasil deteksi satelit.

Matahari Akan Tertidur Dan Bumi Akan Mengalami Zaman Es Mini

Menurut nasa, lapisan es di Antartika secara bertahap bertambah tebal bukan berkurang sebagaimana yang dirumorkan sebelumnya. Meskipun penyebab pastinya belum diketahui, tapi kali ini para ilmuwan telah mengesampingkan faktornya akibat ulah manusia. Mereka menduga siklus matahari sebagai kemungkinan utamanya, karena menurut temuan ilmiah yang diketahui dimana kita semua tau bahwa siklus matahari mempengaruhi suhu bumi.

penelitian nasa mengenai zaman es mini
Lapisan Es Di Antartika Bertambah Tebal

Ada sebuah studi baru menunjukkan bahwa para ilmuwan telah menemukan sebuah metode yang digunakan untuk memprediksi siklus matahari dan memperingati kita semua bahwa matahari akan mengalami sebuah fenomena yang disebut dengan Maunder Minimum pada periode tahun 2020 – 2030. Fenomena ini pernah terjadi pada tahun 1646 dan tahun 1715 di Thames, London, yang disebut dengan “Zaman Es Mini” yang membuat seluruh kota Thames membeku.

Maunder Minimun Graphic

Sekarang alat pendeteksi terbaru dapat memprediksi siklus bintik matahari secara akurat dan memprediksi detak jantung matahari yang tidak teratur setiap 11 tahun sekali sampai pada siklus matahari yang ke-26 yaitu pada tahun 2030 – 2040. Ada dua gelombang yang menyebabkan matahari perlahan-lahan menjadi dingin.

Alat Pendeteksi Siklus Bintik Matahari

Dalam pertemuan astronomi nasional di Welst, Inggris, professor matematika Valentina Zharkova dari Northumbria University di Inggris telah mempresentasikan model baru yang bisa memprediksi siklus matahari dengan berbasis efek dinamo pada dua lapisan matahari. Valentina Zharkova berkata, ketika kedua gelombang bersatu dan membandingkan data-data dari siklus matahari kita bisa menemukan bahwa hasil prediksi ini adalah 97% keakuratannya. Dalam uji coba model tersebut, Zharkova menemukan komponen gelombang magnetik muncul bersamaan yang berasal dari dua lapisan berbeda dari bagian dalam matahari.

Professor Valentina Zharkova

Peneliti mengatakan pada tahun 2030 mendatang aktivitas matahari akan turun hingga 60% sehingga bumi akan mengalami periode zaman es mini yang pernah dialami seperti pada tahun 1646 silam. Model ini juga memprediksi bahwa akan ada sedikit bintik matahari dalam 2 siklus atau disebut siklus ke-25 yang akan mencapai puncaknya pada tahun 2022. Pada siklus ke-26 juga akan terjadi antara tahun 2030 – 2040.

Dua gelombang itu saling mencerminkan satu sama lain, interaksi mereka akan merusak atau mereka akan nyaris gagal satu sama lain akibatnya gelombang magnetik dari kedua sisi akan sepenuhnya berbeda dan menyebabkan aktivitas matahari berkurang secara drastis. Menurut Valentina, ini akan menyebabkan bumi kembali mengalami masa es mini atau Maunder Minimum seperi 370 tahun silam yaitu pada tahun 1646 dan tahun 1715.

Demikian artikel ini, semoga bisa menjadi informasi yang menjadikan kita lebih mendekatkan diri kepada-Nya. Informasi diatas semata-mata bertujuan hanya untuk menginformasikan kepada kita tentang argumen para peneliti yang kebenarannya masih dipertanyakan, dan semua kebenaran datangnya dari Allah SWT. Jangan lupa untuk share atau subscribe halaman Darsitek, sekian dan terimakasih!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here