Beranda Arsitek Mengenal Bagian-Bagian Atap Rangka Kayu

Mengenal Bagian-Bagian Atap Rangka Kayu

739
0
BERBAGI
bagian-bagian atap rangka kayu
bagian-bagian atap rangka kayu

Atap merupakan bagian dari bangunan rumah yang selalu kita dapati di bangunan rumah apa saja. Baik itu atap genteng yang memakai rangka kayu, baja, ataupun atap datar yang menggunakan dak beton. Pada intinya, atap adalah bagian paling atas bangunan yang memberikan perlindungan bagian bawahnya terhadap cuaca, panas, hujan dan terik matahari.

Untuk pertemuan kali ini, kita akan khusus membahas mengenai bagian-bagian atap rangka kayu. Mungkin diantara sebagian orang masih ada yang belum mengetahui apa-apa saja bagian dari atap rangka kayu. Berikut penjelasan detailnya.

Mengenal Bagian-Bagian Atap Rangka Kayu

Bagian-bagian atap terdiri atas:

Kuda-kuda

Konstruksi kuda-kuda adalah suatu susunan rangka batang yang berfungsi untuk mendukung beban atap termasuk juga beratnya sendiri dan sekaligus dapat memberikan bentuk pada atapnya. Kuda-kuda merupakan penyangga utama pada struktur atap. Struktur ini termasuk dalam klasifikasi struktur framework (truss).

Ikatan angin

Agar kuda-kuda dapat berfungsi dengan sempurna, maka kuda-kuda harus berdiri tegak lurus dan tepat pada posisinya. Mengingat kuda-kuda yang berbentuk segi tiga, maka dengan bentuk yang demikian kecil dimungkinkannya kuda-kuda dapat miring atau condong ke salah satu sisi miring kuda-kuda. Akan tetapi kuda-kuda yang satu dengan kuda-kuda yang lain berdiri bebas dengan tumpuan yang kecil pada titik-titik tertentu.

Oleh karena itu agar kuda-kuda yang satu dengan yang lainnya dapat berdiri tegak dan sejajar perlu ada pengikat. Pengikat untuk menjaga posisi kuda-kuda agar tetap berdiri tegak dan sejajar ini adalah balok ikatan angin. Balok tersebut dipasang dengan posisi miring dari tiang tengah kuda-kuda (makelar) bagian atas tiang tengah kuda-kuda yang lain pada bagian bawah. Ada dua balok ikatan angin dari satu kuda-kuda dengan kuda-kuda yang lain yang dipasang berlawanan.

Jurai

Jurai adalah sambungan antar bidang atap satu dengan yang lainnya. Namun jika rumah atau bangunan hanya lantai satu biasa hanya menggunakan satu bidang atap atau hanya menggunakan bubungan (Nok). Jurai ini hanya berfungsi di rumah-rumah yang memiliki atap dengan lebih dari satu bidang.

Jurai terbagi menjadi dua bagian, yaitu jurai dalam dan jurai luar. Jurai dalam adalah bagian yang tajam pada atap, terdapat pada pertemuan dua bidang atap pada sudut bangunan kedalam. Jurai luar adalah bagian yang tajam pada atap,terdapat pada pertemuan dua bidang atap pada sudut bangunan ke luar.

Gording

Gording adalah struktur tempat tumpuan dari struktur rangka atap lainnya seperti Reng, Usuk dan penutup atap. Karena beban yang di berikan sangat besar maka bahan yang di perlukan sama besarnya dengan tekanan. Biasa nya gording ini di buat dengan bahan kayu 8/12, 6/12 dan ukuran lainnya.

Sagrod

Sagrod adalah batang besi bulat terbuat dari tulangan polos dengan kedua ujungnya memiliki ulir dan baut sehingga posisi bisa digeser (diperpanjang/diperpendek).

Bubungan

Balok nok atau bubungan adalah struktur yang mengikat kuda-kuda satu dengan yang lainnya. Posisi nya yang memanjang dan sesuai dengan panjang rangka atap yang di bangun. Biasa nya balok nok ini memiliki ukuran kayu 8/12 , 6/12 dan masih banyak ukuran lainnya.

Usuk/ Kaso

Usuk berfungsi menerima beban dari penutup atap dan reng dan meneruskannya ke gording. Usuk terbuat dari kayu dengan ukuran 5/7 cm dan panjang maksimal 4 m. Usuk dipasang dengan jarak 40 s/d 50 cm antara satu dengan lainnya pada arah tegak lurus gording. Usuk akan terhubung dengan gording dengan menggunakan paku. Pada kondisi tertentu usuk harus dibor dahulu sebelum dipaku untuk menghindari pecah pada ujung-ujung usuk.

Reng

Reng adalah struktur rangka atap yang letak posisi nya tepat di bawah penutup atap dan menyalurkan tekanan penutup atap ke struktur lain di bawah nya. Reng juga memiliki fungsi sebagai tempat bersandar nya penutup atap, posisi reng tegak lurus ke atas berlawanan arah dengan Usuk. Kayu yang biasa di gunakan adalah 2/4, 4/6 dan lain sebagainya.

Penutup atap

Penutup atap adalah elemen paling luar dari struktur atap. Penutup atap harus mempunyai sifat kedap air, bisa mencegah terjadinya rembesan air selama kejadian hujan. Sifat tidak rembes ini diuji dengan pengujian serapan air dan rembesan. Struktur penutup atap merupakan struktur yang langsung berhubungan dengan beban-beban kerja (cuaca) sehingga harus dipilih dari bahan-bahan yang kedap air, tahan terhadap perubahan cuaca. Struktur penutup yang sering digunakan antara lain; genteng, asbes, kayu (sirap), seng, polycarbonat, plat beton, dan lain-lain.

Talang

Tentu semua rumah akan menggunakan talang agar dapat mengalirkan air hujan ke tempat pembuangan air karena talang penting untuk rumah agar air yang mengalir tidak terbuang kemana-mana hingga menyebabkan banjir. Ternyata adanya talang air dapat memperindah bentuk dan struktur rumah, selain itu pemilik juga harus memikirkan biaya yang dikeluarkan dan memastikan apakah talang air tersebut baik digunakan atau tidak.

Pemasangan talang air harus diperhatikan dengan baik agar hasil maksimal dan memuaskan dan juga pemilihan bahan yang sesuai dengan kebutuhan pemilik rumah. Talang air yang digunakan adalah bahan galvanis, bahan galvanis terbuat dari baja ringan sehingga anti keropos, dengan menggunakan bahan ini talang air yang dipasang akan awet, tidak berkarat dan tentu tahan lama.

Sekian dulu postingan kali ini mengenai mengenal bagian-bagian atap rangka kayu, semoga bisa menambah wawasan kita semua. Jangan lupa share artikel ini ke sosial media atau teman-teman terdekat. Terima kasih telah membaca artikel ini, sampai jumpa di artikel selanjutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama anda disini