Beranda Manajemen Proyek Mengenal Break Even Point Proyek Konstruksi

Mengenal Break Even Point Proyek Konstruksi

265
0
BERBAGI
grafik break even point pada proyek konstruksi
grafik break even point pada proyek konstruksi

Halo rekan-rekan sekalian, apa kabar kalian hari ini? Saya doakan semoga sehat selalu. Kali ini kita akan membahas tentang break even point pada proyek konstruksi. Penjelasan selengkapnya simak uraian dibawah ini.

Break event point (BEP) merupakan suatu keadaan dimana dalam suatu operasi perusahaan tidak mendapat untung maupun rugi/ impas (penghasilan = total biaya). Jadi, untuk mendirikan suatu perusahaan jasa konstruksi yang bertujuan dapat memperoleh keuntungan. Maka, untuk memperoleh laba yang maksimum diperlukan kemampuan manajemen untuk dapat menganalisis kelayakan proyek tersebut.

Kekeliruan dalam pemilihan proyek dapat mengakibatkan pengorbanan pada sumber daya. Oleh Karena itu, sebelum proyek dilaksanakan perlu dilakukan perhitungan untuk menentukan hasil dan membuat berbagai alternative dengan cara menghitung biaya dan manfaat (benefit) yang diharapkan dari proyek tersebut. Persoalan yang timbul adalah bagaimana perusahaan konstruksi dapat menganalisis kelayakan suatu proyek dengan menentukan harga dasar proyek agar dapat memenangkan suatu tender dan mampu bersaing dengan perusahaan sejenis.

Harga dasar proyek merupakan unsur penting dalam pengelolaan biaya proyek secara keseluruhan. Untuk menentukan harga dasar proyek maka diperlukan alat bantu berupa analisis Financial Break Even Point atau analisis titik impas keuangan. Menurut Toto (2013), perhitungan titik impas keuangan memberikan gambaran jumlah unit yang terjual saat sebuah proyek mencapai NPV = 0. Apabila perusahaan konstruksi menginginkan sebuah proyek dengan nilai NPV positif, maka harga dasar suatu proyek harus di atas harga pada titik impas keuangan.

Komponen Biaya Pada Industri Konstruksi

  • Biaya Modal (Capital Cost)
  • Biaya Langsung
    • Biaya bahan/material
    • Biaya upah tenaga
    • Biaya alat
    • Biaya subkontraktor
    • Biaya overhead selama proyek berjalan
  • Biaya Tidak Langsung
    • Biaya overhead kantor (gaji karyawan, dsb)
    • Biaya teknik (engineering cost)
    • Bunga
    • Biaya tak terduga (contingencies)
  • Biaya Tahunan (Annual Cost)
    • Biaya Pemeliharaan
    • Bunga
    • Depresiasi

Break Even Point (BEP) Pada Industri Konstruksi

Break event point (BEP) di industri konstruksi agak sulit dihitung dibanding industri lainnya. Hal ini karena kegiatan jasa konstruksi memiliki ciri tersendiri yaitu:

  1. Produknya tidak standar.
  2. Harga jual tidak standar.
  3. Waktu produksinya tidak standar.
  4. Lokasinya berpindah-pindah.
  5. Resiko satu proyek dengan yang lainnya berbeda-beda.

Sumber referensi: kitasipil.com

Demikian pembahasan kali ini mengenai Break Event Point (BEP) pada proyek konstruksi. Semoga bisa bermanfaat untuk ilmu pengetahuan rekan-rekan proyek sekalian. Jangan lupa share artikel ini ke sosial media agar yang lain bisa membacanya juga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama anda disini