Beranda Sipil Metode Pelaksanaan Pekerjaan Persiapan

Metode Pelaksanaan Pekerjaan Persiapan

3979
0
BERBAGI
Bantu support blog asdar.id agar bisa lebih berkembang lagi untuk membagikan ilmu pengetahuan secara gratis. Caranya yaitu dengan menyisihkan sedikit rejeki anda melalui laman donasi, klik DISINI. Semoga apa yang anda berikan bisa menjadi penolong di Akhirat kelak, Amin Ya Rabbal 'Alamin :-)
metode pelaksanaan pekerjaan persiapan

Sebelum pelaksanaan pekerjaan utama suatu proyek kontruksi, pekerjaan pertama yang harus dilakukan adalah pekerjaan persiapan. Pekerjaan persiapan ini, baik untuk proyek-proyek pembangunan gedung bertingkat, proyek pembangunan airport, jembatan, jalan, pelabuhan, dermaga maupun proyek lainnya, secara umum tidak banyak berbeda. Besar kecilnya, mudah atau sulitnya tergantung pada masing-masing proyek yang akan dikerjakan.

Pekerjan persiapan harus direncanakan sebelum masa pelaksanaan suatu proyek konstruksi. Bahkan pekerjaan ini harus telah disiapkan pada saat tender proyek dan dijadikan bagian dari penawaran tender dari proyek bersangkutan. Perencanaannya dibuat sedemikian rupa sehingga dapat diperoleh suatu hasil perencanaan yang efisien, namun bisa mencakup segala pekerjaan yang diperlukan untuk pelaksanaan proyek konstruksi tersebut.

Metode Pekerjaan Persiapan Proyek

Adapun pekerjaan persiapan yang harus dilakukan dalam pelaksanaan proyek konstruksi, antara lain; persiapan alat, persiapan bahan dan persiapan tenaga kerja.

Dibawah ini dijelaskan dengan rinci yang meliputi pekerjaan persiapan.

1) Direksikeet

Direksikeet merupakan tempat untuk melaksanakan pengawasan, pengendalian pekerjaan, dan pekerjaan administrasi proyek. Di dalam direksikeet antara lain terdapat gambar schedule proyek dan gambar bestek, beberapa unit komputer, arsip bahkan bahan bangunan dan peralatan yang digunakan pada proyek konstruksi tersebut, meskipun untuk beberapa proyek membuat gudang sementara, tetapi ada juga yang menyimpan bahan dan peralatan didalam direksikeet.

2) Pengukuran dan Bouwplank

Pengukuran dan Bouwplank merupakan pekerjaan pemetaan dan survey lokasi proyek tersebut meliputi pengukuran terhadap lokasi proyek yang akan dikerjakan, seperti pengukuran batas luas lahan, pengukuran batas bangunan, pengukuran as bangunan dan dilanjutkan dengan pemberesan dan pembersihan lokasi proyek, untuk selanjutnya mengerjakan pekerjaan Timbunan dan Galian. Untuk pekerjaan galian dan timbunan dilakukan jika diperlukan, salah satu contoh apabila tanah memiliki kontur yang tidak sesuai yang direncanakan maka perlu dilakukan pekerjaan galian dan timbunan.

Pada pekerjaan persiapan proyek konstruksi dari beberapa hal, dua diantaranya sudah dibahas pada paragraf diatas, sebelum melanjutkan pada tahap berikutnya, yaitu no 3 dan seterusnya ada yang perlu rekan-rekan ketahui dan akan ditulis pada postingan ini.

Pembahasan pada postingan ini merupakan contoh dalam kerja praktek yang laporannya disusun berdasarkan pekerjaan dilapangan, ketika rekan-rekan mencari contoh untuk membuat laporan pekerjaan persiapan entah untuk laporan kerja praktek atau laporan pada tempat anda bekerja, maka format laporannya tidak akan jauh berbeda seperti format pada postingan ini.

Pada no 1 dituliskan direksikeet, karena pembuatan direksikeet termasuk pada pekerjaan persiapan suatu proyek konstruksi. Pembuatan direksikeet dibuat di lokasi proyek tersebut biasanya terdiri dari material triplek, karena proses pembuatan lebih mudah untuk dibangun dan di bongkar ketika proyek selesai. Tidak semua direksikeet dibuat, ketika proyek tersebut tidak ada tempat/ lahan terbatas pada lokasi proyek tersebut maka pengelola proyek akan menyewa rumah, atau ketika lokasi proyek tersebut berada di tengah jalan tol, seperti pembangunan LRT dan MRT maka direksikeet juga berada pada mobil van dan lainnya.

Bouwplank merupakan papan bangunan, terbuat dari material kayu, bouwplank tersebut berfungsi untuk membuat titik as bangunan sesuai dengan gambar denah bangunan yang telah direncanakan. Untuk pekerjaan pengukuran dan bouwplank tentu dalam hal ini mengenai luas bangunan, pembatas, dan lainnya akan berbeda antara proyek satu dan lainnya, proyek yang satu dengan yang lainnya tentu berbeda. Maka dari itu kejelian membaca denah gambar rencana, keakuratan surveyor dalam pengukuran juga sampai dengan pembuatan laporan harus sesuai.

3) Persiapan Alat

Peralatan yang digunakan untuk pekerjaan pondasi sumuran dapat dilihat pada tabel berikut:

Pekerjaan Peralatan
Penentuan titik pondasi Theodolite, prisma dan tripod
Galian menggunakan excavator Excavator
Galian menggunakan tenaga manusia Pacul, linggis dan palu
Pembekistingan Palu, treck stang, meteran dan gergaji
Penulangan Bar bender dan bar cutter
Pengecoran Concrete pump, truck mixer dan vibrator

Perihal pekerjaan persiapan alat, akan diambil contoh pada pekerjaan pondasi sumuran, ketika membuat laporan pekerjaan selain pondasi juga, format yang dibuat sama, pada tabel dicantumkan pekerjaan yang dilakukan, peralatan yang digunakan serta lamanya pekerjaan berlangsung. Tetapi disini tidak dicantumkan lamanya pekerjaan berlangsung, tentu jikalau untuk laporan kerja praktek atau laporan pekerjaan rekan-rekan harus membuatnya, lebih bagus disertai dengan gambar peralatan yang digunakan.

4) Persiapan Bahan

Bahan yang digunakan untuk pekerjaan pondasi sumuran dapat dilihat pada tabel sebagai berikut:

Pekerjaan Nama Bahan
Pembekistingan Multiplek 9 mm, kaso 5/7 dan paku
Penulangan Baja tulangan dan kawat benrat
Pengecoran Beton Ready Mix

Untuk persiapan bahan juga dituliskan dengan contoh bahan yang digunakan untuk pondasi sumuran. Untuk format tabel sama, mencantumkan nama pekerjaan dan bahan yang digunakan, perlu diingatkan lagi, ketika membuat laporan, lama pekerjaan berlangsung juga harus dicantumkan.

Ketika rekan-rekan membuat laporan persiapan bahan selain pondasi, misalnya pekerjaan rangka atap baja, tentu pekerjaan yang dilakukan berbeda, bahan yang dibutuhkan juga berbeda, tetapi formatnya tetaplah sama.

5) Persiapan Tenaga Kerja

Jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan untuk pekerjaan pondasi sumuran dapat dilihat pada table sebagai berikut:

Pekerjaan Tenaga Kerja
Penentuan titik pondasi sumuran
  • Pelaksana 1 orang
  • Surveyor 1 orang
  • Helper Surveyor 2 orang
Galian menggunakan excavator
  • Pelaksana 1 orang
  • Operator excavator 1 orang
Galian menggunakan tenaga manusia
  • Pelaksana 1 orang
  • Mandor 1 orang
  • Tukang Gali 20 orang
Pembekistingan
  • Pelaksana 1 orang
  • Mandor 1 orang
  • Tukang Kayu 5 orang
Penulangan
  • Pelaksana 1 orang
  • Mandor 1 orang
  • Tukang Besi 5 orang
Pengecoran
  • Pelaksana 1 orang
  • Mandor 1 orang
  • Pekerja 10 orang

Pada pekerjaan pondasi sumuran memerlukan lebih banyak tenaga kerja yang detailnya di cantumkan pada tabel diatas, tentu berbeda dengan melakukan pekerjaan struktur item lain.

Inti dari tulisan pada postingan ini ketika membuat laporan suatu proyek konstruksi tentu memiliki beberapa item struktur, pada Gedung dari mulai item pondasi, sloof, kolom, balok, pelat lantai dan rangka atap baja, tentu dari pekerjaan item tersebut memerlukan peralatan yang berbeda, bahan yang berbeda dan tenaga kerja yang dibutuhkan juga berbeda.

Ketika proyek yang dikerjakan merupakan proyek jembatan maka laporan yang disusun pun sama halnya seperti pada postingan ini, hanya tinjauan dan item nya yang berbeda seperti pondasi, pilar, abutment dan pelat lantai jembatan.

Sumber referensi: situstekniksipil.com

Sekian postingan kali ini, semoga bisa menambah wawasan rekan-rekan sekalian. Jangan lupa bagikan artikel ini ke teman-teman di sosial media agar mereka bisa mendapatkan ilmunya juga. Ikuti juga update konten blog ini dengan berlangganan fanspage di facebook atau bisa juga dengan berlangganan notifikasi yang muncul ketika mengakses situs ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama anda disini