Beranda Tips & Trik 3 Cara Mengatasi Rasa Malas Yang Berlebihan

3 Cara Mengatasi Rasa Malas Yang Berlebihan

748
0
BERBAGI
Bantu support blog asdar.id agar bisa lebih berkembang lagi untuk membagikan ilmu pengetahuan secara gratis. Caranya yaitu dengan menyisihkan sedikit rejeki anda melalui laman donasi, klik DISINI. Semoga apa yang anda berikan bisa menjadi penolong di Akhirat kelak, Amin Ya Rabbal 'Alamin :-)
contoh orang malas

Kali ini saya akan membahas topik yang dihinggapi jutaan bahkan miliaran orang diseluruh dunia, yaitu tentang malas. Topik saya kali ini adalah 3 cara mengatasi rasa malas. Sebelum saya membahas topik ini lebih lanjut, saya ingin bertanya pada diri anda. Apakah anda sendiri adalah orang yang dihinggapi rasa malas? Atau jangan-jangan anda adalah seorang pemalas? Sering dengar kata-kata seperti ini? Tidak enak bukan kalau kita diolok-olok, atau kita dituduh, atau dituding seperti ini?

Nah, sekarang pertanyaannya adalah anda harus tau dulu definisi rasa malas itu apa dan kenapa rasa malas itu bisa menghinggapi diri kita? Malas itu adalah sesuatu yang wajar, malas itu sesuatu bagaimana cara kerja otak, cara kerja mainset. Karena apa? Mainset ini menurut pakar motivator dunia, Antoni Robin adalah moving forward, manusia itu akan bergerak maju kalau ada dua poin:

1. Gain Pleasure

Gain Pleasure adalah manusia akan bergerak maju kalau ada sesuatu yang merangsang dia dan menyenangkan dia, akhirnya membuat dia keluar dari rasa malasnya.

2. Avoid Pain

Avoid Pain adalah menghindari rasa sakit, dia menghindari hukum mati yang menghindari Punishment. Nah disini, membuat manusia akhirnya terpaksa dia keluar.

Kalau ada tidak mempunyai dua poin diatas, besar kemungkinan anda akan sudah dihinggapi rasa malas dan celakanya banyak orang pemalas dan tidak sadar kalau dirinya adalah seorang pemalas. Oleh sebab itu saya akan membahas dari topik yang saya bicarakan di awal, yaitu 3 cara menghindari rasa malas yang berlebihan.

1. Anda Harus Buat Target.

Kalau anda punya target yang jelas, niscaya anda akan tidak punya rasa malas. Contoh, anda misalkan anda target tahun ini untuk membeli motor. Anda buat resolusi dan targetnya jelas, maka anda akan bekerja mati-matian atau berjuang mati-matian untuk bisa punya motor. Contoh lainnya, anda mau lulus kuliah 8 semester. Tentu anda akan bergerak cepat supaya tidak membebani orang tua dalam biaya kuliah dan sebagainya. Nah disitu targetnya jelas dan anda tentu tidak akan bermalas-malasan kuliah atau tidak bermalas-malasan belajar. Misalkan anda bekerja diluar negeri saat ini, anda punya target mengumpulkan kekayaan sekian supaya anda tidak perlu lagi bekerja diluar negeri. Nah, targetnya itu jelas dan akhirnya anda tidak punya rasa malas.

Disitulah cara kerja otak manusia ketika anda punya target, anda dirangsang. Contoh yang paling gampang lagi adalah besok kalau anda mau bangun pagi, anda merencanakan akan pergi keluar kota dan biasanya mungkin anda akan bangun jam 8 siang atau jam 9 siang. Tetapi ketika anda mau bangun pagi karena ingin keluar kota, anda sudah set target yang sudah jelas besok pagi saya harus bangun jam 5 pagi. Nah, anda akan memberikan sebuah message kepada otak anda “saya harus bangun jam 5 pagi”. Secara tidak langsung, pikiran bawah sadar anda merekam bahwa besok pagi bangun jam 5 dan akhirnya anda bisa bangun tepat sebelum jam 5 mungkin.

Nah berbeda jika ada mempunyai target yang tidak jelas. Contoh, anda berusaha bangun pagi besok, atau anda akan membuat target pokoknya saya ingin bangun pagi. Nah itu tidak jelas, karena messagenya tidak jelas. Target itu harus dibuat dengan jelas, anda angkanya, ada kapannya, intinya anda harus buat target yang jelas. Niscaya rasa malas anda akan hilang. Besar kemungkinan anda malas karena tidak punya target.

2. Anda Harus mempunyai Punishment atau Hukuman.

Tadi saya sudah bahas diawal, manusia itu akan belajar kalau besok mau ujian. Itu adalah hal yang wajar. Manusia itu akan bergerak kalau dia itu takut dihukum, manusia akan mentaati peraturan gurunya kalau misalkan dia tidak melakukan pekerjaan ini maka nanti akan kena Punish/Hukum. Sama halnya dalam pekerjaan, jika anda tidak masuk lebih awal tentu gaji anda akan dipotong. Nah itu adalah Punishment. Akhirnya ketika anda terbiasa terlambat, terbiasa malas, bangun kesiangan, atau anda tidak bekerja, tidak mengejar target anda, besar kemungkinan anda tidak mempunyai Punishment.

Jadi Punishmentnya atau hukumannya itu seperti apa? Nah, kalau misalkan anda sudah tamat sekolah, tamat kerja, tamat kuliah dan sebagainya, anda hari ini pasti tidak mungkin tidak punya goal lagi. Anda secepatnya harus mencari pekerjaan.  Dan kalau anda tidak punya goal lagi, besar kemungkinan anda akan dihinggapi rasa malas. Kalau anda dihinggapi rasa malas, itu berbahaya karena tidak ada yang mempunish diri anda. Kalau misalkan hari ini anda tidak mempunyai orang tua yang mensuport kondisi finansial anda, yang menghidupi anda. Akhirnya mau tidak mau anda akan mempunish diri anda sendiri kalau saya tidak bekerja, saya tidak makan dan tidak hidup. Dan mungkin anda harus terpaksa bekerja, mencari pekerjaan apapun yang halal. Anda tidak akan keluar dari rasa malas, kenapa? Rasa malas tidak akan membuat perut anda kenyang, rasa malas tidak membuat cicilan rumah anda jadi lunas, rasa malas tidak membuat hari ini tabungan anda bertambah, rasa malas tidak membuat pekerjaan anda hari ini menjadi lebih baik. Intinya, rasa malas bukan merupakan sebuah solusi. Rasa malas itu ada karena kurangnya Punishment dalam diri anda.

3. Adanya Reward

Reward adalah hadiah, biasanya manusia akan tergerak kalau ada hadiah. Contoh, ibu anda menjanjikan anda jalan-jalan ke Jakarta jika anda lulus sekolah. Nah itu sebuah reward, dan akhirnya anda akan mau belajar. Seringkali mungkin reward anda tidak jelas, jika anda bekerja dengan reward yang tidak jelas, anda tentu tidak akan melakukan kegiatan yang membuat anda mau bergerak. Tapi kalau reward anda itu jelas, tentu anda akan mati-matian dan menstimulasi otak anda bagaimana supaya anda bisa keluar dari zona malas anda dan akhirnya anda akan mendapatkan sesuatu yang baru.

Oleh sebab itu, saya yakin dengan 3 poin diatas (target yang jelas, adanya punishment, dan adanya reward) niscaya rasa malas anda akan jauh berkurang. Demikian artikel saya mengenai 3 cara mengatasi rasa malas yang berlebihan, semoga bisa bermanfaat untuk kita semua. Jangan lupa share artikel motivasi ini ke teman atau kerabat anda agar bisa terhindar dari rasa malas, sekian dan terimakasih.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama anda disini