Beranda Arsitek Arsitektur Bukan Hanya Berbicara Mengenai Ilmu Bangunan Yang Itu-Itu Melulu

Arsitektur Bukan Hanya Berbicara Mengenai Ilmu Bangunan Yang Itu-Itu Melulu

315
0
BERBAGI
tentang ilmu arsitektur yang luas

Banyak orang yang menganggap bahwa menjadi seorang arsitek tentu yang terpikir adalah hanya membuat dan mendesain bangunan gedung pencakar langit, hotel, rumah, resort, ataupun sebuah kawasan perkotaan.

Ternyata banyak yang belum tahu, bahwa menjadi seorang arsitektur bukan hanya berbicara tentang ilmu bangunan namun juga mengenai persoalan sosial, alam, dan cinta.

Jadi, bila kamu ingin kuliah di jurusan Arsitektur, percayalah mengenyam pendidikan di jurusan Arsitektur itu tidak akan pernah membosankan, terkecuali itu memang bukan passion mu.

1. Arsitektur secara tidak langsung menanamkan kecintaan pada kearifan budaya lokal. Arsitektur juga turut andil dalam terjalinnya interaksi sosial.

Taman Film Bandung via http://cdn.klimg.com

Arsitektur menanamkan nilai-nilai sosial yang tinggi. Kenapa? Saat kamu mendesain sebuah bangunan atau kawasan urban, tentu kamu akan mempertimbangkan sisi sosial terhadap sesama makhluk hidup. Kamu akan merasakan bagaimana mendesain kebiasaan buruk seseorang menjadi kebiasaan yang baik.

Misalnya, saat kalian mengunjungi Taman Film di Kota Bandung, saat ini tentu kamu akan mendapatkan sebuah taman yang merakyat dan tidak biasa. Dahulu kawasan ini sangatlah tidak enak di pandang dan semua berubah perlahan menjadi sebuah taman yang asri, dan bonusnya para remaja hingga yang tua mengunjungi taman ini. Dan sudah pasti ada interaksi sosial disana.

Warga Bandung akan semakin terjalin baik interaksi sosialnya. Nah, kamu tahu kan siapa Walikota Bandung saat ini? Ya, Ridwan Kamil S.T.,M.UD, adalah seorang Arsitek. Ada sedikit kata-kata bijak dari sang Arsitek:

“Pekerjaan yang paling menyenangkan didunia adalah hobi yang dibayar'” -Ridwan Kamil, Major of Bandung.

2. Tak melulu harus tentang gedung pencakar langit atau bangunan masif, Arsitektur juga memiliki kepekaan terhadap alam dan lingkungan.

Angkhang Nature Resort via http://cdn.klimg.com

Di kota-kota besar seperti DKI Jakarta, kamu akan banyak dan mudah mendapatkan gedung-gedung pencakar langit yang tinggi, dan itu juga salah satu hasil karya arsitektur.

Namun jika kamu menatap dengan perspektif yang berbeda, tidak semua arsitek merancang gedung-gedung tinggi dan padat. Coba perhatikan hotel dan resort yang bertema back to nature dan bangunan hijau pun banyak sekali ditemukan di Lombok, Bali, dan beberapa kota besar.

Sekarang kamu sudah tau bahwa Arsitektur itu tidak hanya soal bangunan kan?

Ya inilah bumi, sebelum kita meninggalkannya. Tempatmu tumbuh, bersama yang lain, menjdi bagian dari cerita hidupmu, mudah-mudahan yang indah dikenang. -Pidi Baiq, Imam Besar The Panas Dalam.

Loading...

4. Arsitektur ternyata banyak mengajarimu tentang cinta. Lewat ilmunya, kamu bisa belajar tentang bagaimana cara mencintai dengan keindahan.

Ridwan Kamil via http://jakartainformer.com

Semakin kamu mendalami Ilmu Arsitektur, kepekaan cinta dan rasa kasih sayang yang kamu punyai akan semakin meninggi. Kenapa? Karena Arsitektur berbicara tentang keindahan, tentang aku cinta kamu dengan segala indahmu dan aku menyayangimu dengan segala daya kurangmu.

Semakin dalam kamu mempelajari arsitektur, semangatmu dalam mengejar pujaan hatimu akan semakin meninggi, karena arsitektur adalah sebuah gelombang yang bernama cinta.

3. Semakin dalam kamu mempelajari ilmu Arsitektur, kepekaan terhadap seni, musik, dan cinta akan semakin terasah di dalam dirimu.

Tulus, lulusan Arsitektur. via http://cdn.klimg.com

Tidak semua sarjana Arsitektur bekerja sebagai Arsitek Profesional. Tulus, Erwin Gutawa, Nicholas Saputra, Ariel NOAH, dan masih banyak lagi pernah mengenyam pendidikan arsitektur.

Tokoh-tokoh tersebut memilih untuk tidak menjadi seorang Arsitek Profesional, namun mereka mendapatkan perspektif yang berbeda di dalam arsitektur. Penyanyi Tulus menulis lirik romantis pun dari Ilmu Arsitektur.

Dalam menciptakan sebuah lagu, terdapat komposisi, pondasi, dan nada. Setiap bangunan memiliki komponen itu semua, dan ternyata itu bisa diterapkan juga pada musik. Bagaimana Arsitektur itu, Menarik bukan?

“Kita adalah sepasang sepatu selalu bersama tak bisa bersatu.” -Tulus, Penyanyi.

5. Arsitektur itu layaknya sebuah puisi, selalu indah untuk dinikmati dengan caranya masing-masing.

Chairil Anwar via http://cdn.klimg.com

Setiap kamu akan menulis sebuah puisi, kamu akan memikirkan awal, tengah, dan akhir sebuah puisi. Ya, sama halnya dengan arsitektur, saat kamu ingin membuat sebuah gedung yang tinggi, kamu pun akan memikirkan hal yang sama saat sedang mengarang puisi.

Puisi itu sangat indah, susah ditebak namun indah untuk dibaca dan didengar, sama seperti ilmu Arsitektur yang selalu indah untuk dinikmati dengan cara masing-masing.

“Seni budaya tradisional yang kini diselenggarakan orang dengan serius adalah yang dulu diciptakan orang atas dasar bermain-main.” – Pidi baiq, penulis buku DILANKU ditahun 1990.

Sekian postingan kali ini mengenai Arsitektur Bukan Hanya Berbicara Mengenai Ilmu Bangunan Yang Itu-Itu Melulu, mudah-mudahan bisa jadi motivasi untuk kalian yang sedang kuliah di Arsitektur. Jangan lupa untuk selalu berbagi satu kebaikan dengan cara share atau bagikan artikel ini ke teman-teman di sosial media, cukup dengan klik tombol SHARE disitus ini, terimakasih!

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here