Beranda Unik & Aneh Fakta Unik Dan Penuh Misteri Pulau Socotra Yang Masih Di Selimuti Kabut

Fakta Unik Dan Penuh Misteri Pulau Socotra Yang Masih Di Selimuti Kabut

621
0
BERBAGI
Pulau Socotra

Socotra atau sering disebut Sokotra merupakan Pulau misterius yang sering di sebut-sebut sebagai tempat untuk mengurung Dajjal, sang makhluk mitologi yang kemunculannya sering disebut sebagai pertanda akhir zaman. Kisah Dajjal sendiri telah diceritakan dalam berbagai kitab suci dimana salah satunya menyebutkan jika Dajjal sedang di kurung di sebuah pulau kecil yang ada di negara Yaman.

Pulau yang dimaksud tersebut kemudian di ketahui sebagai pulau Socotra, sebuah pulau misterius yang nyaris tak ada duanya di dunia ini. Pulau ini bahkan mendapat bermacam julukan karena kondisi ekologinya yang tak umum dan kehidupan masyarakatnya yang tak biasa. Keunikan inilah yang kali ini akan saya bagikan untuk anda, berikut Fakta Unik Dan Penuh Misteri Pulau Socotra Yang Masih Di Selimuti Kabut.

Fakta Unik Pulau Socotra

Pulau Alien

sebutan pulau socotra sebagai pulau alien

Jika dalam berbagai mitologi pulau Socotra di juluki sebagai pulau neraka, maka di era modern ini pulau Socotra justru di juluki sebagai Pulau Alien. Julukan aneh ini muncul karena pulau ini di tumbuhi oleh beragam tumbuhan unik dan hewan eksotis yang tak akan bisa di temui di tempat lain. Karakteristik iklim dan geologi pulau ini membuat flora dan fauna yang tumbuh di pulau ini begitu unik dan langka, seolah-olah mereka berasal dari planet lain. Karena itu pulau ini kemudian mendapat julukan pulau Alien.

Dari sekitar 800 flora yang tumbuh di pulau ini, 393 diantaranya merupakan tanaman endemik yang hanya tumbuh di pulau Socotra. Salah satu tumbuhan pulau Socotra yang tak ada duanya di dunia ini adalah pohon Darah Naga (Dracanea Cinnabari) yang sekaligus menjadi ikon pulau ini. Pohon ini oleh warga lokal sering di gunakan sebagai ramuan obat yang konon dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit. Selain pohon ajaib tersebut, juga masih ada Flora unik lain seperti tanaman raksasa Dorstenia, pohon Delima Socotra (punica protopunica), Dendrosicyos, dan masih banyak lagi.

Sedangkan untuk faunanya sendiri pulau Socotra merupakan gudangnya hewan cantik nan eksotis. Di pulau ini terdapat spesies burung, kepiting, hingga laba-laba yang langka. Jumlah fauna endemik ini juga lumayan banyak yaitu 90 persen jenis reptil, dan 44 jenis burung yang kesemuanya hanya dapat di temui di pulau Socotra. Burung yang menjadi ikon dari pulau ini diantaranya Socotra Sunbird Nectarinia Balfouri, Socotra Starling Onychognathus Frater, Socotra Sparrow Passer Insularis, dan Grosbeak Socotra Rhynchostruthus Socotranus. Selain itu juga masih ada kalajengking biru yang juga di ketahui hanya dapat ditemui di pulau ini dan beragam hewan eksotis lainya.

Pulau Yang Kaya Sumber Daya Alam

sumber daya pulau socotra

Selain daratannya yang subur, pulau Socotra juga memiliki kekayaan laut yang berlimpah dan unik. Laut di pulau ini di tumbuhi dengan beragam terumbu karang unik yang menjadi rumah bagi puluhan fauna laut yang langka. Menurut penelitian dari para ahli ekologi kelautan, karakteristik dari keanekaragaman hayati di laut Socotra merupakan gabungan dari berbagai wilayah seperti samudera Hindia, laut Merah, laut Arab, dan juga Afrika. Di dalam Laut Socotra setidaknya ada 95 persen jenis siput yang tidak ditemukan di tempat lain. Selain itu di laut Socotra juga hidup 730 jenis ikan, 253 jenis terumbu karang serta 300 jenis kepiting, udang dan lobster.

Karena keunikannya ini pula pulau Socotra juga mendapat julukan sebagai pulau Galapagosnya’ samudera Hindia. Keunikan Flora dan Fauna pulau ini akhirnya membuat UNESCO meresmikan pulau Socotra sebagai situs warisan alam dunia. Langkah UNESCO ini juga untuk melindungi keotentikan pulau Socotra dengan di terbitkannya peraturan larangan pembangunan fasilitas hotel dan restoran yang di khawatirkan justru akan merusak keaslian alam Socotra yang unik.

Pulau Yang Terisolir

pulau yang terisolir

Meski terletak di negara Yaman dan memiliki beragam tumbuhan dan tanaman unik yang sangat memanjakan mata, namun jarang sekali ada orang yang mengetahui keberadaan pulau unik ini. Hal tersebut karena pulau yang terletak di Samudera Hindia ini bisa dibilang cukup terisolir dari dunia luar. Padahal pulau ini sebenarnya hanya berjarak 80 km sebelah timur dari Tanduk Afrika, dan 380 km sebelah selatan dari Jazirah Arab. Tapi anehnya pulau ini konon sering terlewatkan oleh mata yang membuatnya menjadi begitu terisolir.

Meski begitu pulau yang menjadi bagian dari gugusan kepulauan bersama 3 pulau lain yaitu pulau Samhah, Abd Al Kuri, dan Darsa ini memiliki peduduk yang berjumlah sekitar 40.000 jiwa. Di pulau ini juga terdapat sebuah pegunungan bernama Haghier yang memiliki ketinggian sekitar 1.500 m yang sekaligus merupakan puncak tertinggi di pulau ini. Sayangnya segala keeksotisan pulau ini seolah luput dari perhatian dunia dan hanya segelintir orang saja yang tahu.

Loading...

Pulau Yang Bersejarah

pulau bersejarah

Meskipus secara letak geografis terisolir, namun menurut seorang ahli geografi Arab pada abad ke-10 yang bernama Abu Muhammad Al-Hassan Al-Hamdani, pada masanya penduduk Socotra telah memeluk agama kristen meski pada saat yang sama mereka masih mempraktekan ilmu sihir kuno. Baru sekitar abad ke 15 ajaran Islam masuk dan mulai di anut oleh masyarakat Socotra. Hal ini kemudian di susul invansi armada Portugis yang bertujuan untuk menghentikan perdagangan Arab dari Laut Merah ke Samudra Hindia sekaligus untuk menghapuskan aturan-aturan Islam dalam perdagangan tersebut.

Tapi invasi Portugis ini tak berjalan lancar karena perlawanan sengit masyarakat lokal. Sampai pada tahun 1511, pulai ini akhirnya di kuasai oleh Kesultanan Mahra. Hingga 456 tahun kemudian, tepatnya pada tanggal 30 November 1967, Pulau Socotra menjadi bagian dari Republik Rakyat Yaman Selatan yang pada saat ini telah berubah menjadi Republik Yaman. Sejarah panjang ini bisa dilihat dari bangunan-bangunan tua yang masih berdiri dengan kokoh dipulau Socotra.

Penduduk Yang Misterius

penduduk misterius

Meski menghuni pulau yang begitu mempesona, namun kehidupan 40 ribu warga Socotra bisa dibilang seolah terhenti oleh waktu dan di selimuti misteri. Lokasi pulau Socotra yang terisolasi dari dunia membuat kehidupan warga Socotra masih tak jauh beda dengan masyarakat yang berasal dari peradaban kuno. Baik itu dari segi kehidupan sehari-hari, hingga perniagaannya. Di pulau ini tak di kenal mata uang apapun, masyarakat Socotra masih menggunakan sistem barter/bertukar barang untuk segala kebutuhan sehari-hari mereka. Warga Socotra yang pada mayoritasnya menjadi petani, peternak ataupun petani biasanya akan saling bertukar kebutuhan sehari-hari.

Mereka juga masih menggunakan tabib lokal sebagai rujukan jika ada yang sakit. Pulau ini seolah tak tersentuh modernisasi. Setidaknya itulah yang tergambar dalam sebuah film dokumenter karya Carles Cardelus. Menurut Carles penduduk Socotra masih setia menjaga tradisi leluhur mereka, hingga mereka seolah terperangkap oleh waktu. Namun masih menurut Charles, saat ini masyarakat Socotra mulai membuka diri sejak datangnya kaum kapitalis dari barat yang mulai mengajarkan gaya hidup modern pada penduduk Socotra.

Kebenaran Letak Penjara Dajjal

misteri penjara dajjal

Seperti yang sudah disebutkan diawal pembahasan tadi, pulau Socotra sering diyakini sebagai kurungan bagi Dajjal hingga ia bisa bebas menjelang hari akhir nanti. Dan diantara banyaknya kisah tentang hal tersebut mungkin yang paling populer adalah salah satu Hadist Muslim yang di ceritakan oleh Fatimah binti Qais. Dalam ceritanya kurang lebih Fatimah menceritakan jika pada suatu waktu ada seorang sahabat Nabi Muhamad yang bercerita jika ia dan rombongannya di suatu kapal pernah terjebak badai hingga akhirnya terdampar di pulau terpencil yang asing. Di pulau tersebut terdapat banyak tanaman dan binatang aneh. Salah satu binatang diantaranya bahkan dapat berbicara, binatang yang konon berbulu sangat lebat tersebut kemudian menuntun mereka kesebuah tempat yang dimana di dalamnya terdapat sesosok pria bertubuh besar yang tangan dan kakinya di rantai hingga sebatas lutut dan siku.

Lelaki tersebut kemudian mulai bertanya tentang kondisi kebun kurma yang di Bisan (nama tempat di negeri Syam) dan sungai Tabarah (Danau Tiberias yang ada di Israel) hingga akhirnya menanyakan tentang kemunculan Nabi terakhir Umat Islam yaitu Muhamad SAW. Setelah mendapat jawaban dari ketiga pertanyaan tersebut kemudian lelaki misterius tersebut menjelaskan siapa dirinya. Dia kemudian berucap “Sekarang aku terangkan kepadamu bahwa aku adalah Al-Masih Dajjal. Suatu hari nanti aku akan diberi izin keluar, lalu aku pun akan menjelajah dunia ini. Dalam waktu empat puluh malam sudah dapat aku jalani semua, kecuali Makkah dan Madinah yang aku tidak dapat memasukinya. Negeri Makkah dan Madinah dikendalikan oleh para Malaikat, maka aku tidak dapat menembusnya.” Kisah ini lah yang kemudian banyak membuat orang yakin kalau Dajjal sedang terpenjara di pulau Socotra. Oh ya satu lagi Danau Tiberias yang konon tak akan pernah kering, saat ini telah menyusut dan hanya tinggal sepertiganya saja. Hal ini juga banyak diyakini oleh para ulama sebagai pertanda akan datangnya hari akhir yang kian dekat.

Itulah beberapa Fakta Unik Dan Penuh Misteri Pulau Socotra Yang Masih Di Selimuti Kabut. Semoga informasi ini bisa menambah wawasan dan menjadi ilmu pengetahuan yang bermanfaat. Jangan lupa untuk selalu berbagi satu kebaikan dengan cara share atau bagikan artikel ini ke teman-teman di sosial media, cukup dengan klik tombol SHARE disitus ini, terimakasih!

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here