Beranda Sipil Insinyur Paling Terkenal Di Indonesia

Insinyur Paling Terkenal Di Indonesia

2013
0
BERBAGI
Bantu support blog asdar.id agar bisa lebih berkembang lagi untuk membagikan ilmu pengetahuan secara gratis. Caranya yaitu dengan menyisihkan sedikit rejeki anda melalui laman donasi, klik DISINI. Semoga apa yang anda berikan bisa menjadi penolong di Akhirat kelak, Amin Ya Rabbal 'Alamin :-)
insinyur paling terkenal
insinyur paling terkenal

Adakah yang tau siapa insinyur yang paling terkenal di Indonesia? Jawabannya mungkin sebagian besar tidak tau. Oleh karena itu dalam artikel ini saya akan menguraikan siapa-siapa sajakah insinyur paling terkenal di Indonesia. Berikut penjelasannya.

Mungkin sedikit dari kita yang menyadari bahwa jika tidak ada orang-orang seperti ini, Indonesia tidak akan maju seperti sekarang. Nah, sekarang saya akan membahas insinyur yang paling terkenal didalam bahkan diluar negeri dan hasil pemikirannya masih dipakai sampai sekarang, siapa sajakah mereka, ini dia daftarnya:

1. Ir. Soekarno

ir soekarno

Siapa yang tidak kenal sama Ir. Soekarno, beliau lahir 6 Juni 1901 di kota Surabaya. Ir. Soekarno selain terkenal sebagai presiden RI yang ke-1, beliau adalah salah satu insinyur handal yang dimiliki indonesia. Setelah lulus dari sekolah menengah, Soekarno melanjutkan pendidikan ke Bandung.

Pada zaman tersebut, kampus yang dipilih adalah sekolah teknik Belanda atau sekarang lebih umum disebut dengan ITB. Walau pun banyak anggapan bahwa Bung Karno adalah lulusan teknik arsitektur, tetapi beliau adalah salah satu pencetus berdirinya fakultas teknik di UGM.

2. Dr. Ir. Tjokorda Raka Sukawati

Dr. Ir. Tjokorda Raka Sukawati

Dr. Ir. Tjokorda Raka Sukawati lahir di Ubud, 3 Mei 1931, merupakan seorang insiyur Indonesia yang menemukan teknik Sosrobahu. Atas temuannya itu, beliau juga sering dikenal dengan Tjokorda Sosrobahu. Teknik Sosrobahu yakni teknik konstruksi yang digunakan terutama untuk memutar bahu lengan beton jalan layang.

Dengan teknik ini, lengan jalan layang bisa diputar hingga 90 derajat sehingga tidak menganggu arus lalu lintas di bawahnya. Teknologi Sosrobahu ini berhasil menggarap proyek jalan layang antara Cawang dengan Tanjung Priok, Jakarta. Gelar insiyur teknik sipil yang diraihnya tahun 1962 di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Gelar doktor diraih di UGM tahun 1996. Awal kariernya PT. Hutama Karya, yang merupakan salah satu perusahaan di bidang jasa konstruksi dan infrastruktur BUMN di bawah Departemen Pekerjaan Umum. Beliau juga merupakan pionir Fakultas Teknis Unud dan kegiatan terakhirnya sempat mengajar di Pascasarjana Bidang Teknik Sipil Unud.

3. Prof. Ir. R.M. Sedyatmo

Prof. Ir. R.M. Sedyatmo

Prof. Ir. R.M. Sedyatmo lahir di Karanganyar, Jawa Tengah pada tahun 1909. Beliau adalah seorang insinyur Indonesia. Sedyatmo atau Profesor Sedijatmo sering dijuluki “Si Kancil” yang terkenal karena banyak akalnya menempuh pendidikan di Technische Hogescholl (THS) (sekarang ITB) Bandung.

Selesai dari THS pada 1934, Sedyatmo bekerja sebagai insinyur perencanaan di berbagai instansi pemerintah. Sedyatmo dikenal sebagai penemu “Pondasi Cakar Ayam” pada tahun 1962. Temuan Sedyatmo awalnya digunakan dalam pembuatan apron Pelabuhan Udara Angkatan Laut Juanda, Surabaya, landasan bandara Polonia, Medan, dan landasan bandara Soekarno-Hatta, Jakarta.

Hasil temuannya tersebut telah dipatenkan dan dipakai di luar negeri. Tetapi inilah hebat nya beliau, meskipun begitu Sedyatmo bukanlah ilmuwan yang haus akan penghargaan. Sikap rendah hati dan dedikasinya yang tinggi terhadap bangsa menjadi spirit bagi ciptaannya. Dan uniknya, Sedyatmo selalu menekankan pentingnya intuisi dan pengamatan terhadap alam semesta. Karya cakar ayamnya merupakan bukti bagaimana ciptaannya terilhami oleh akar pohon kelapa.

Baca: Mengenal Pondasi Cakar Ayam Karya Profesor Sedijatmo

4. Prof. Dr. Ir. Roosseno

Prof. Ir. R.M. Sedyatmo

Prof. Dr. Ir Roosseno yang lahir pada tanggal 2 Agustus 1908 adalah pelopor konstruksi beton di Indonesia. Nama Roosseno selalu dikaitkan dengan rekayasa teknik sipil Indonesia. Dialah penerjemah ulung gambar dan desain para perancang bangunan ke dalam bentuk dan struktur pada masanya.

Roosseno merupakan lulusan dari Technische Hooge School Bandung (sekarang Institut Teknik Bandung/ITB) yang pada tahun 1932 menjadi satu-satunya orang Indonesia di antara 12 orang yang lulus dari insitut tersebut. Ia lulus dengan nilai tertinggi di antara 7 orang Belanda dan 1 orang Tionghoa. Ia mengawali karir dengan berwiraswasta di Bandung dengan mendirikan Biro Insinyur Roosseno dan Soekarno (Presiden pertama RI) di Jalan Banceuy pada tahun 1933.

Meski sebetulnya sama-sama insinyur sipil, Soekarno lebih pandai dalam merancang bangunan. Roosseno adalah salah satu insinyur yang secara konsisten mengenalkan dan mengembangkan beton baik lentur maupun tarik dalam rekayasa bangunan di Indonesia. Oleh karena itu, ia dijuluki sebagai Bapak Beton Indonesia. Sebagai ahli beton bertulang, Rooseno telah banyak menangani berbagai proyek penting, seperti jembatan, pelabuhan, gedung, dan hotel bertingkat.

Di kalangan perbetonan internasional, Roosseno menjadi anggota International Association for Bridge and Structural Engineering (IBSE), Zurich dan Federation International de Precontreinte (FIP). Beliau juga pernah menjadi menteri PU (Pekerjaan Umum) dengan masa jabatan 30 Juli – 12 Oktober 1953, walau tidak lama tapi jasanya untuk negara ini perlu diacungi jempol.

5. Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata

Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata

Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata adalah nama besar dalam dunia konstruksi Indonesia. Ia berperan andil dalam perencanaan berbagai proyek konstruksi, mulai dari proyek pembangunan jalan, bendungan, jembatan hingga gedung-gedung tinggi yang sebagian besar menjadi karya langka di Indonesia.

Prof.Dr.Ir.Wiratman Wangsadinata dilahirkan di Jakarta pada tanggal 25 Februari 1935, ia adalah lulusan Sarjana Teknik Sipil dari Institut Teknologi Bandung (ITB). Sebenarnya ia tidak pernah bercita­-cita akan menjadi insinyur sipil, ia justru berniat masuk jurusan Teknik Fisika. Tapi rupanya jurusan itu baru ditutup, dosen­-dosennya yang orang Belanda pulang ke negerinya. Akhirnya ia memutuskan mendaf­tar di jurusan Teknik Sipil.

Setelah lulus dari ITB, ia langsung menjadi tenaga pengajar di Jurusan Teknik Sipil ITB. Contoh beberapa hasil karyanya yang luar biasa ialah Wisma Nusantara yang merupakan ‘ ‘kelinci percobaan’ Jepang untuk membangun gedung tinggi tahan gempa, Wisma Dharmala, Bakrie Tower, Duku Atas Tunnel di Jakarta, Jembatan Ampera di Palembang, Jembatan Raja Mandala di Bandung, restorasi Candi Borobudur di Magelang serta Bendungan Keuliling di Krueng Aceh. Wiratman pula yang merancang Four Seasons Residential Apartments, Mal Ciputra, Hotel Aryaduta dan masih banyak proyek lainnya.

Wiratman merupakan salah satu putra terbaik bangsa yang tidak perlu diragukan keahliannya di bidang infrastruktur. Di usia yang tak lagi muda, Wiratman saat itu masih dipercaya membidangi lahirnya proyek­-proyek berskala raksasa seperti Jembatan Selat Sunda, menara Jakarta dan flyover Casablanca yang membentang sepanjang 5 km dari Tanah Abang (Jakarta Pusat) hingga Pondok indah (Jakarta timur). Pembangunan simpang susun ini menggunakan teknik hasil inovasi Wiratman yang memungkinkan pembangunan dilaksanakan tanpa menutup arus lalu lintas.

6. Ir. R. Djoeanda Kartawidjaja

Ir. R. Djoeanda Kartawidjaja

Nah, mungkin sekarang rekan-rekan semua pasti berfikir, apakah bandara Djuanda yang ada dikota Surabaya diambil dari nama beliau? Ya benar sekali. Ia merupakan salah satu pahlawan nasional Indonesia. Ir. R. Djoeanda Kartawidjaja atau Ir. Haji Juanda lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, 14 Januari 1911 adalah Perdana Menteri Indonesia ke-10 sekaligus yang terakhir.

Namanya diabadikan sebagai nama lapangan terbang di Surabaya, Jawa Timur yaitu Bandara Djuanda atas jasanya dalam memperjuangkan pembangunan lapangan terbang tersebut sehingga dapat terlaksana. Selain itu juga diabadikan untuk nama hutan raya di Bandung yaitu Taman Hutan Raya Ir. H. Djuanda, dalam taman ini terdapat Museum dan Monumen Ir. H. Djuanda.

Djuanda wafat di Jakarta 7 November 1963 karena serangan jantung dan dimakamkan di TMP Kalibata, Jakarta. Berdasarkan Surat Keputusan Presiden RI No.244/1963 Ir. H. Djuanda Kartawidjaja diangkat sebagai tokoh nasional/ pahlawan kemerdekaan nasional. Pendidikan sekolah dasar diselesaikan di HIS dan kemudian pindah ke sekolah untuk anak orang Eropa Europesche Lagere School (ELS), tamat tahun 1924.

Selanjutnya oleh ayahnya dimasukkan ke sekolah menengah khusus orang Eropa yaitu Hogere Burger School (HBS) di Bandung, dan lulus tahun 1929. Pada tahun yang sama dia masuk ke sekolah Tinggi Teknik (Technische Hooge School) sekarang Institut Teknologi Bandung (ITB) di Bandung, mengambil jurusan teknik sipil dan lulus tahun 1933.

7. Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D.

Ir. Mochamad Basoeki Hadimoeljono, M.Sc., Ph.D.

Kita sampai pada urutan terakhir, ada yang tau siapakah beliau? ya betul sekali, beliau adalah menteri PU kita sekarang dipemerintahan bapak Jokowi. Basuki Hadimuljono lahir pada 5 November 1954 di Surakarta, Indonesia. Basuki meraih gelar Sarjana (S1) Teknik Geologi dari Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta pada 1979. Kemudian ia melanjutkan Magister (S2) dan Doktor (S3) Teknik Sipil di Colorado State University, USA mengambil bidang pengairan.

Ia memperoleh beasiswa S2 dan S3 tersebut dari Departemen Pekerjaan Umum, tempat di mana ia bekerja hingga sekarang. Jenjang karir yang pernah dijabat Basuki adalah Komisaris Utama PT Wijaya Karya (Persero) Tbk sejak 1 Mei 2012. Basuki juga pernah menjabat sebagai Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Kementerian Pekerjaan Umum periode 2005-2007. Setelah itu, ia menjabat sebagai Inspektur Jenderal Kementerian Pekerjaan Umum periode 2007 – 2013.

Terakhir, ia menjabat sebagai Direktur Jenderal Penataan Ruang Kementerian Pekerjaan Umum periode 2013 hingga sekarang. Pada masa pemerintahan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono, Basuki pernah dipercaya untuk menjadi tim penanggulangan lumpur Lapindo, Porong, Jawa Timur. Ia mulai mendatangi lokasi tersebut sejak 8 September 2006. Tugasnya pada saat itu adalah memantau perkembangan penanganan lumpur Lapindo setiap hari.

Oke, itulah tadi beberapa daftar Insinyur Paling Terkenal Di Indonesia, semoga bisa menambah ilmu pengetahuan kita semua. Terima kasih sudah membaca, sebenarnya banyak sekali insinyur hebat yang ada di Indonesia, tetapi yang di tulis diatas adalah yang paling berpengaruh di Indonesia. Jangan lupa share artikel ini dan berlangganan artikel blog ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama anda disini