Beranda Sipil Keuntungan dan Kerugian Kayu untuk Konstruksi

Keuntungan dan Kerugian Kayu untuk Konstruksi

1274
0
BERBAGI
Bantu support blog asdar.id agar bisa lebih berkembang lagi untuk membagikan ilmu pengetahuan secara gratis. Caranya yaitu dengan menyisihkan sedikit rejeki anda melalui laman donasi, klik DISINI. Semoga apa yang anda berikan bisa menjadi penolong di Akhirat kelak, Amin Ya Rabbal 'Alamin :-)
keuntungan dan kerugian kayu untuk konstruksi
keuntungan dan kerugian kayu untuk konstruksi

Halo rekan-rekan sekalian, apa kabar kalian hari ini? Tentunya pasti sehat selalu. Artikel kita kali ini akan membahas mengenai Keuntungan dan Kerugian Kayu untuk Konstruksi. Penjelasan lengkapnya silahkan baca dibawah ini.

Keuntungan dan Kerugian Kayu untuk Konstruksi

Kayu adalah hasil hutan dari sumber kekayaan alam yang merupakan bahan mentah yang mudah diproses untuk dijadikan barang sesuai dengan kemajuan teknologi. Kayu memiliki beberapa sifat sekaligus, yang tidak dapat ditiru oleh bahan-bahan lain. Selain itu, kayu juga mempunyai beberapa kentungan dan kerugian jika digunakan sebagai konstruksi, berikut adalah keuntungan dan kerugian kayu:

Keuntungan Kayu untuk Konstruksi

  • Berkekuatan tinggi dengan berat jenis rendah.
  • Tahan terhadap pengaruh kimia dan listrik.
  • Mudah didapatkan dan relative murah. Mudah didapatkan khususnya di Indonesia dan harganya pun relative murah dibandingkan dengan beton atau baja.
  • Pada kayu kering memiliki daya hantar panas dan listrik yang rendah, sehingga sangat baik untuk partisi.
  • Memiliki sisi keindahan yang khas, dan seni yang tinggi.
  • Mudah dikerjakan.
  • Tahan terhadap Gempa, karena struktur kayu tidak sekaku struktur beton dan relative ringan dimana besarnya gaya gempa yang bekerja pada suatu bangunan dipengaruhi oleh berat sendiri bangunan tersebut.
  • Mudah diganti dalam jangka waktu yang singkat atau tidak membutuhkan waktu yang lama bila dibandingkan dengan bahan bangunan lain seperti beton atau baja apabila ada perbaikan.
  • Mampu menahan gaya tarik, tekan (desak) serta lentur.

Kerugian Kayu untuk Konstruksi

  • Rentan terhadap bahaya kebakaran, dikarenakan sifat kayu yang mudah terbakar. Berbeda dengan beton atau baja yang masih ada toleransi temperatur panas, sedangkan kayu tidak ada toleransi.
  • Mudah diserang rayap, serangga dan sejenis pengrusak kayu yang lainnya,
  • Pemuaian dan susut yang relative besar. Pemuaian serta susut yang besar akan terjadi pada kayu yang masih dalam keadaan basah atau yang baru ditebang sehingga kayu yang baru ditebang harus dikeringkan sampai kering mati barulah digunakan untuk menghindari pemuaian serta susut yang lebih besar.
  • Pembebanan untuk jangka panjang lendutannya sangat besar. Balok kayu yang sudah lama dibebani akan mengakibatkan lendutan yang besar seiring dengan bertambahnya umur pemakaian kayu atau menurunnya kekutatan kayu.
  • Tidak bisa digunakan untuk bentang-bentang yang panjang. Penggunaan kayu pada struktur bentang panjang seperti kuda-kuda yang panjang lendutan kayu yang dihasilkan sangat besar.
  • Kurang homogen dengan adanya cacat-cacat alami seperti arah serat yang membentuk penampang, spiral, diagonal, mata kayu dan sebagainya. Kurang homogen pada kayu akibat adanya cacat alami seperti ini dapat menurunkan mutu kayu serta kekutannya sehingga kurang tepat bila digunakan sebagai struktur utama.
  • Perlu adanya perawatan khusus. Seperti pengecatan agar memperlambat lapuknya kayu dan yang perlu diperhatikan adalah menjaga kayu dari serangan serangga baik itu kumbang, rayap, serta serangga-serangga lain yang dapat mengakibatkan menurunnya kekuatan dari pada kayu terebut.
  • Beberapa jenis kayu kurang awet. Ada beberapa jenis kayu yang kurang awet sehingga untuk penggunaannya pada struktur utama kurang bagus, contohnya tiang pancang kayu karena sebagian kayu apabila direndam terus didalam air, kayu tersebut akan semakin lapuk dan tidak bertahan lama.
  • Kekuatannya sangat dipengaruhi oleh jenis kayu, mutu, kelembaban dan pengaruh waktu pembebanan. Ini sudah jelas bahwa kekuatan kayu sangat dipengaruhi oleh jenis dan mutu seperti kayu jati, galam dan sebagainya.
  • Keterbatasan ukuran khususnya untuk memenuhi kebutuhan struktur bangunan yang berskala besar dan tinggi. Dalam perencanaan suatu struktur bangunan dari kayu, perencana harus mengetahui ukuran-ukuran kayu yang umumnya dijual dipasaran dan perencana tidak bisa membuat ukuran kayu untuk strukturnya sesuka hati karena keterbatasan ukuran kayu yang ada dipasaran, terkecuali harus mengolah sendiri ukurannya namun ini sangat jarang sekali dilakukan.
  • Untuk beberapa jenis kayu tertentu harganya relative mahal dan ketersediaan terbatas (langka). Seperti kayu Ulin misalnya yang memiliki mutu tinggi dan harganya pun jauh lebih mahal serta ketersediaannya terbatas.

Sumber referensi: sarjanasipil.my.id

Sekian postingan kali ini mengenai keuntungan dan kerugian kayu apabila dipakai untuk konstruksi, akan tetapi semakin majunya teknologi kayu berangsur-angsur mulai di gantikan karena faktor-faktor yang tercantum di atas. Jangan lupa share artikel ini ke sosial media agar yang lain bisa mendapatkan manfaatnya juga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama anda disini