Beranda Struktur Bangunan Menghitung Kebutuhan Material dan Upah Pekerjaan Sloof

Menghitung Kebutuhan Material dan Upah Pekerjaan Sloof

387
2
BERBAGI
menghitung kebutuhan sloof
menghitung kebutuhan sloof

Menghitung kebutuhan material dan upah pekerjaan sloof ini dimaksudkan untuk melengkapi artikel yang sebelumnya, silakan baca disini.

sloofSloof adalah item dari bangunan yang berada diatas pondasi, yang salah satu fungsinya adalah untuk meratakan beban bangunan pada pondasi, sehingga apabila pondasi turun karena daya dukung tanah tidak mampu, diusahakan sloof dapat menahan agar bangunan tersebut tidak turun, melihat dari fungsinya dalam pembuatan sloof sebaiknya diperhatikan kwalitas dan aturan teknisnya.

Pada artikel ini mencoba menghitung kebutuhan material dan upah pada pekerjaan sloof untuk rumah lantai 1, yang dimensinya sering digunakan, menggunakan analisa pekerjaan sipil.

gambar sloof
gambar sloof

Dimesi sloof untuk rumah lantai satu yang sering digunakan adalah dengan ukuran tinggi 20 cm dan lebar 15 cm, pembesian untuk tulangan utama pakai d 10 mm jumlah 4 buah sedangkan begel dipakai d 8 mm berjarak 15 cm. pada perhitungan ini yang di hitung adalah panjang sloof 1 meter.

Hitungan Besi beton

Lihat gambar tulangan pokok adalah d 10 mm berjumlah 4 buah, maka besi beton d 10 mm di butuhkan 4 x 1 = 4 meter.

Begel dipakai d 8 mm dengan jarak 15 cm, lihat gambar. Untuk menghitung berapa panjang besi yang digunakan, pertama–tama kita hitung jumlah begel setiap 1 meter, adalah = (1/0,15)+1 = 7,66 dibulatkan menjadi 8 buah (0,15 meter adalah jarak begel dari 15 cm dijadikan meter). Kemudian hitung panjang satu begel yaitu = (15×2)-(2×4) + (20×2)-(2×4) = 22 + 32 = 54 cm + 6 cm untuk bengkokan menjadi 60 cm (nilai 20 x 2 dan 15 x 2 ada 2 sisi, sedangkan 2 x 4 merupakan; 2 cm adalah selimut beton sedangkan 4 adalah jumlah selimut beton di dua sisi).

Panjang setiap 1 begel adalah 60 cm dijadikan meter menjadi 0,6 meter, maka besi beton diameter 8 mm untuk panjang 1 meter di perlukan 0,6 x 8 buah = 4,8 meter.

Hitungan Bekisting

Bekisting adalah item pekerjaan yang digunakan untuk membuat cetakan beton, umumnya terbuat dari papan, lihat gambar.

Untuk panjang 1 meter bekisting yang digunakan adalah = 0,2 x 1 x 2 sisi = 0,4 m2.
Atau papan 2/20 cm x 2 m = 1 lembar.

Hitungan Beton

Hitungan volume yaitu 0,15 x 0,2 x 1 = 0,03 m3. Sebelum menghitung kebutuhan material, kita perlu memilih mutu beton yang akan kita gunakan pada analisa pekerjaan sipil terdapat bermacam-macam mutu beton, untuk rumah lantai satu biasanya kita gunakan mutu beton K-175. Analisa kebutuhan materialnya sebagai berikut:

1 m3 membuat beton Mutu K-175, Slump (10 cm – 14 cm)

Bahan

8,1500 zak Portland Cemen
0,4000 m3 Pasir Beton
0,5416 m3 Split/Koral Pecah
215,0000 ltr Air

Upah

1,6500 OH Pekerja
0,2750 OH Tukang Batu
0,0280 OH Kepala tukang
0,0830 OH Mandor

Untuk menentukan berapa jumlah material yang dibutuhkan hanya dikalikan saja volume yang kita dapat dari hitungan diatas yaitu 0,03 m3.

Bahan

8,1500 zak Portland Cement x 0,03 = 0,2445 zak
0,4000 m3 Pasir Beton x 0,03 = 0,012 m3
0,5416 m3 Split/Koral Pecah x 0,03 = 0,016 m3
215,0000 ltr Air

Upah

1,6500 OH Pekerja x 0,03 = 0,0495 OH
0,2750 OH Tukang Batu x 0,03 = 0,00825 OH
0,0280 OH Kepala tukang x 0,03 = 0,0008 OH
0,0830 OH Mandor x 0,03 = 0,00249 OH

Kemudian kita hitung pembesian menggunakan analisa pekerjaan sipil.

10 kg Pekerjaan Pembesian

Bahan

10,5000 kg Besi beton
0,1500 kg Bindrat

Upah

0,0700 OH Pekerja
0,0700 OH Tukang Besi
0,0070 OH Kepala Tukang
0,0040 OH Mandor

pondasi pilar

  • Dari hitungan diatas, besi d 10 mm di dapat 4 meter. Berat setiap 1 meter adalah 0,62 kg.
  • Sehingga beratnya 4 m x 0,62 kg = 2,48 kg (0,62 dari tabel untuk besi d 10 mm polos).
  • Besi d 8 mm didapat 4,8 meter berat setiap 1 meter 0,393 kg, maka didapat beratnya adalah 0,393 kg x 4,8 meter = 1,8869 kg.
  • Total berat 2,48 + 1,8869 = 4,3664 kg.

Analisa diatas untuk setiap 10 kita rubah menjadi untuk setiap 1 kg,

1 kg Pekerjaan Pembesian

Bahan

1,05000 kg Besi beton x 4,3664 kg = 4,584 kg
0,01500 kg Bindrat x 4,3664 kg = 0,0655 kg

Upah

0,00700 OH Pekerja x 4,3664 kg = 0,031 OH
0,00700 OH Tukang Besi x 4,3664 kg = 0,031 OH
0,00070 OH Kepala Tukang x 4,3664 kg = 0,0031 OH
0,00040 OH Mandor x 4,3664 kg = 0,00175 OH

Menghitung kebutuhan Bekisting menggunakan analisa pekerjaan sipil

1 m2 Memasang Bekisting untuk Pondasi

Bahan

0,0400 m3 Kayu bekisting
0,3000 kg Paku 2″ – 5″
0,1000 ltr Minyak bekisting

Upah

0,5200 OH Pekerja
0,2600 OH Tukang Kayu
0,0260 OH Kepala Tukang
0,0260 OH Mandor

Dari hitungan di atas, volume bekisting adalah 0,4 m2. Maka untuk mengetahui berapa material dan tenaga yang dibutuhkan adalah 0,4 m2 dikalikan dengan analisa diatas.

Artikel ini dibuat sesederhana mungkin, dengan maksud agar para pembaca yang tidak mempunyai latar belakang dibidang teknik sipil dapat memahami, semoga bermanfaat.

Catatan: untuk besi beton di pasaran ada 3 kategori yaitu kurus, sedang, dan gemuk. Untuk besi beton diameter 8 mm bisa menggunakan kategori kurus yaitu 6-7 mm, sedangkan yang berdiameter 10 mm gunakan yang gemuk 10 mm atau yang SNI.

Sekian postingan kali ini, semoga bisa menambah wawasan kita semua. Jangan lupa share artikel ini ke sosial media agar yang lain bisa mendapat manfaatnya. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Please enter your name here