Beranda Desain Rumah Model dan Variasi Bentuk Struktur Tangga Rumah Tinggal Sederhana

Model dan Variasi Bentuk Struktur Tangga Rumah Tinggal Sederhana

316
0
BERBAGI
model dan variasi tangga
model dan variasi tangga

Karena tanah semakin mahal dan semakin sulit diperoleh, konsep rumah bertingkat menjadi pilihan terbaik untuk bisa mendapatkan rumah yang luas tanpa harus membeli tanah yang luas. Dengan membangun rumah secara vertikal, maka bisa didapatkan luas bangunan yang melebihi luas tanah. Di samping itu, rumah bertingkat akan lebih menarik secara visual daripada rumah tidak bertingkat.

Sarana penghubung antar lantai merupakan unsur penting pada bangunan vertikal. Wujud saran tersebut bisa berupa tangga, tangga berjalan (eskalator), ram atau lift. Untuk bangunan-bangunan vertikal dengan ketinggian 2-3 lantai, khususnya rumah tinggal cukup menggunakan tangga sebagai sarana penghubung antar lantai.

Tangga mempunyai kedudukan sangat penting karena membawa manfaat dan keistimewaan bagi penghuni bangunan tersebut. Tetapi sekarang bila membuat bangunan disertai tangga sudah bukan barang mewah lagi. Ini tidak lain karena tanah yang dipunyai tidak luas maka pengembangannya harus ke atas dan pasti memerlukan tangga.

Tangga yang baik harus memenuhi syarat-syarat antara lain:

  • Dipasang pada daerah yang mudah dijangkau dan setiap orang pasti memerlukan.
  • Mendapat penerangan yang cukup terutama pada siang hari.
  • Mudah dijalani/digunakan untuk pijakan.
  • Berbentuk sederhana dan layak dipakai.

Tangga berfungsi sebagai penghubung antara lantai tingkat satu dengan lainnya pada suatu bangunan. Sudut tangga yang mudah dijalani dan efisien sebaiknya mempunyai kemiringan Β± 40ΒΊ dan jika mempunyai kemiringan lebih dari 45ΒΊ pada waktu menjalani akan berbahaya terutama untuk arah turun. Agar supaya tangga tersebut bisa nyaman dijalani, ukuran Optrade (tegak) dan Aantrede (mendatar) harus sebanding. Untuk lebih jelasnya silahkan baca ini: Ukuran Tangga Dan Anak Tangga Yang Baik Untuk Bangunan Bertingkat.

Berikut adalah beberapa contoh macam-macam tangga yang dipakai pada bangunan:

  1. Tangga Lurus, penginjaknya tegak lurus dengan ibu tangga.
  2. Tangga Serong, penginjaknya sama lebar dan tidak tegak lurus dengan ibu tangga.
  3. Tangga Baling, penginjaknya tidak sama lebar dan tidak tegak lurus dengan ibu tangga
  4. Tangga putar (spiral), anak tangga berputar mengikuti kolom penguat.
  5. Tangga perempatan.
  6. Tangga dengan bordes.
tangga 2 perempatan
tangga bordes 2 lengan
tangga bordes 3 lengan
tangga dgn akhir perempatan
tangga dgn awal perempatan

Dari macam-macam bentuk tangga diatas, hanya 4 macam bentuk tangga yang umum digunakan. Selanjutnya akan kita bahas dibawah ini.

Ukuran Standar Tangga Yang Ideal

Ada standar tertentu supaya sebuah tangga bisa dinyatakan sebagai tangga yang ideal, standar tersebut meliputi ukuran lebar tangga, tinggi anak tangga, lebar anak tangga, besar sudut kemiringan tangga dan tinggi pengaman tangga. Dan semua ukuran standar itu dibuat semata-mata demi keselamatan dan kenyamanan bagi pengguna tangga.

Standar ukuran tangga:

  • Tinggi anak tangga (Riser) maksimal 19 cm.
  • Lebar anak tangga (Tread) minimal 24 cm.
  • Tinggi pegangan pengaman tangga berkisar antara 92-101 cm.
  • Lebar tangga: 80 cm untuk satu orang, 125 cm untuk dua orang (min 110 cm) dan 188cm untuk tiga orang.

Model dan Variasi Bentuk Tangga Rumah Tinggal Sederhana

Tangga untuk rumah bentuknya lebih beragam dibandingkan dengan tangga untuk gedung perkantoran, bangunan komersial, atau gedung-gedung besar lainnya. Hal tersebut terjadi karena tangga untuk rumah lebih kecil ukurannya dan lebih fleksibel penempatannya.

Variasi bentuk tangga untuk rumah “yang umum” digunakan ada 4 model, yaitu:

  1. Tangga bentuk U.
  2. Tangga bentuk L.
  3. Tangga bentuk lurus.
  4. Tangga bentuk spiral.

Dari semua bentuk tangga yang ada, bentuk U merupakan jenis tangga yang paling banyak dipakai pada rumah bertingkat. Bentuk tangga lurus merupakan jenis tangga paling sederhana dan yang paling mudah digunakan.

1. Tangga Bentuk U

bentuk tangga U dan L

Wujud tangga ini berbentuk seperti huruf U, terdapat landing (tempat istirahat pada bagian tengah) yang membelokkan arah hingga 180 derajat. Jenis tangga ini termasuk tangga rumah sederhana, banyak digunakan pada rumah tinggal dikarenakan ramah digunakan dan tidak membutuhkan dimensi ruang yang luas. Adapun kelebihan dan kekurangan tangga berbentuk U adalah:

  • Paling mudah dalam proses perencanaan desain tangga, khususnya terkait masalah penempatan.
  • Tidak membutuhkan space yang luas untuk menempatkannya.
  • Terdapat tempat istirahat, membuat pengguna tidak capek.
  • Kekurangannya adalah sulit dalam proses pengerjaan konstruksi.

Loading...

2. Tangga Bentuk L

bentuk tangga U dan L

Wujud tangga L mirip dengan huruf kapital L, mempunyai kelokan bersudut 90 derajat pada bagian tengahnya, bagian tersebut membelokkan arah ketika naik atau turun tangga. Kelebihan dan kekurangan bentuk tangga rumah “L” antara lain:

  • Sangat bagus secara visual dan estetika.
  • Menyediakan tempat istirahat (border), sehingga pengguna tidak terlalu capek sesampainya di lantai atas.
  • Sulit dalam proses pengerjaan fisik.
  • Karena bentuk tangga bersudut, akan menyulitkan dalam proses pembuatan pegangan pengaman tangga.
  • Bentuk tangga membuat pengguna susah membawa barang-barang berukuran besar.

3. Tangga Bentuk Lurus

Tangga lurus dari besi dan jendela paten

Wujud tangga lurus berupa anak tangga yang tersusun vertikal tidak bersudut sepanjang tangga. Karena tidak berkelok, maka membuat tangga ini membutuhkan ruang yang panjang untuk menempatkannya. Tangga jenis ini sangat cocok diterapkan pada rumah bergaya minimalis, karena mudah digunakan dan terkesan simpel.

Berikut adalah kelebihan dan kekurangan tangga lurus untuk rumah tinggal:

  • Paling mudah digunakan di antara semua bentuk tangga.
  • Paling mudah dan cepat proses pembuatannya.
  • Memudahkan pembuatan pegangan pengaman tangga.
  • Bisa dibuat tanpa menggunakan tempat istirahat (bordes), bila jumlah anak tangga kurang dari 12 buah.
  • Sangat baik digunakan untuk rumah dengan konsep minimalis.
  • Membutuhkan perencanaan matang dalam penempatan tangga, karena membutuhkan ruang yang panjang.
  • Batas privasi antar lantai tidak jelas.

4. Tangga Spiral

tangga lurus dan spiral

Tangga spiral terbentuk dari tumpukan anak tangga yang tersusun melingkar dan berpusat pada satu titik (berpusat pada kolom penguat). Tangga spiral tidak memungkinkan untuk menggunakan tempat istirahat, akibatnya pengguna akan keletihan sesaat setelah menaiki tangga. Kelebihan dan kekurangan tangga spiral:

  • Tidak membutuhkan banyak ruang untuk menempatkan tangga.
  • Bernilai estetis tinggi dan menarik secara visual, banyak digunakan pada rumah-rumah premium atau rumah sempit.
  • Mudah dalam perhitungan struktur, karena beban terpusat pada satu titik.
  • Kekurangannya yaitu sulit membawa barang saat naik-turun tangga.
  • Hanya bisa digunakan satu orang di saat bersamaan.
  • Membuat pengguna keletihan ketika menaikinya.

Contoh diatas adalah contoh jenis tangga yang umum dipakai, untuk beberapa kasus bisa dilakukan modifikasi sesuai kebutuhan masing-masing.

Jenis Tangga Rumah Berdasarkan Material Tangga

Jenis tangga berdasarkan material tangga yang digunakan dapat digolongkan menjadi 3, yaitu tangga kayu, logam, dan beton. Dibandingkan dengan tangga beton, tangga kayu dan logam mempunyai beberapa keunggulan, diantaranya adalah lebih cepat proses pengerjaannya, lebih hemat biaya, lebih menarik secara visual dan bisa dibuat belakangan. Akan tetapi tangga beton unggul dalam hal kekuatan, lebih kuat menahan beban dan kekuatan konstruksinya cenderung lebih stabil walaupun termakan usia dibandingkan tangga logam dan kayu.

  1. Tangga Kayu, menggunakan kayu-kayu keras semacam kayu jati, kayu Bengkirai, kayu Merbau, kayu Meranti. Untuk lebih ekonomis bisa menggunakan kayu pohon Kelapa / Glugu.
  2. Tangga Logam, umumnya memakai besi.
  3. Tangga Beton, bahan dasar menggunakan adonan beton dan tulangan baja.

Istilah-istilah Dalam Tangga

Berikut adalah daftar istilah dan pengertiannya, yang sering dijumpai terkait dengan tangga rumah:

  • Anak tangga: Bagian tangga yang berfungsi sebagai tempat pijakan.
  • Pegangan pengaman tangga/pagar tangga: Benda yang berada di samping kiri dan kanan tangga atau salah satunya, benda tersebut berfungsi sebagai pengaman dan pegangan tangga.
  • Landing: Tempat untuk istirahat pada tangga, juga bisa berfungsi untuk membelokkan arah tangga. Kadang disebut bordes.
  • Tread: Bagian horizontal pada anak tangga (Aantrede).
  • Riser: Bagian vertikal anak tangga (Optrade).
  • Stepnosing: Pengaman siku anak tangga.
  • Rail: Istilah untuk pagar tangga yang terbuat dari logam. Komponen rail terdiri dari handrail, post dan bar.
  • Handrail: Rail yang berfungsi sebagai tempat pegangan.
  • Tangga stainless: Tangga yang terbuat dari logam stainless.
  • Tangga alumunium: Tangga yang terbuat dari logam alumunium.
  • Ornamen tangga: Hiasan pada tangga, (stepnosing, ukiran pada pagar tangga, dan sebagainya).

Oke mungkin itulah Model dan Variasi Bentuk Struktur Tangga Rumah Tinggal Sederhana, saya rasa sudah cukup lengkap untuk membahasnya. Untuk lebih mendetail lagi tentang tangga kita akan bahas dilain waktu. Semoga artikel ini bermanfaat untuk anda semua. Jangan lupa share artikel ini ke teman-teman anda di sosial media dan jika ingin terus mengikuti perbaruan konten situs ini, tetap support kami dengan berlangganan pada notifikasi ketika pertama kali mengakses situs ini. Sekian dan terimakasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here