Beranda Arsitek Pengertian Denah, Tampak, dan Potongan dalam Arsitektur

Pengertian Denah, Tampak, dan Potongan dalam Arsitektur

499
0
BERBAGI
Bantu support blog asdar.id agar bisa lebih berkembang lagi untuk membagikan ilmu pengetahuan secara gratis. Caranya yaitu dengan menyisihkan sedikit rejeki anda melalui laman donasi, klik DISINI. Semoga apa yang anda berikan bisa menjadi penolong di Akhirat kelak, Amin Ya Rabbal 'Alamin :-)
denah tampak potongan
denah tampak potongan

Halo teman-teman semua, apa kabar kalian hari ini? Tentunya selalu sehat dan dalam perlindungan Allah SWT. Postingan kali ini mimin akan mencoba membagikan sebuah pembahasan yang cukup penting ketika memasuki yang namanya dunia Arsitektur, yaitu pengertian denah, tampak, dan potongan. Nah, untuk itu mari simak pembahasannya dibawah ini.

Pengertian Denah, Tampak, dan Potongan

Dalam dunia arsitektur, tentu kita akan sering menjumpai denah tampak potongan pada gambar 2D atau 3D sering juga untuk presentasi bangunan. Biasanya berupa portofolio atau semacam gambar kerja didalamnya lengkap dengan bestek, berupa denah, tampak, potongan, 2dimensi, 3dimensi, Furnitur dalam ruangan, detail-detail dan RAB rekapitulasi anggaran biaya, dan hitungan harga membangun bangunan. Berikut pembahasan lengkapnya dibawah ini.

Pengertian Denah

contoh denah
contoh denah

Denah adalah suatu tampak atas bangunan yang terpotong secara horizontal setinggi 1 meter dari ketinggian level elevasi 0.00 dari sebuah potongan bangunan dengan bagian atas bangunan ditiadakan dibuang/dihilangkan. Jadi melihat denah bangunan adalah dilihat dari atas bangunan yang sudah dipotong 1 meter dari elevasi 0,00.

Denah juga dapat di pakai oleh seseorang yang mencari suatu tujuan agar suatu tempat tersebut mudah di temukan. Dalam pengertian yang lain bisa juga denah itu di definisikan gambar yang menunjukan lokasi, letak tata ruang dari suatu tempat ke tempat berikutnya, dan yang menunjukan tempat ke tempat lain.

contoh denah lt 1 dan 2
contoh denah lt 1 dan 2

Fungsi denah antara lain untuk menunjukkan fungsi ruang, sirkulasi ruang, dimensi/ ukuran ruang, elevasi lantai atau ruang, letak pintu dan bukaan, isi ruang, penyusunan furnitur, karakter obyek bangunan, memperlihatkan hubungan ruang, sebagai ruang 2D yang direncanakan, fungsi utilitas ruang, air, listrik, ac, dan lain sebagainya pada denah denah tertentu.

Pada gambar denah presentasi, biasanya bagian dinding yang terpotong hanya diblok dengan warna hitam, sementara kolom diberi warna putih untuk pembedaan. Sedangkan, pada gambar teknik untuk pekerjaan lapangan, bagian yang terpotong tersebut perlu dilengkapi dengan notasi material sebagai pedoman pengerjaan.

Untuk ketebalan, bagian yang terpotong digambar dengan garis yang lebih tebal. Furnitur dalam ruangan, kecuali tingginya melebihi 1m dari level 0.00 yang ditentukan, digambar dengan garis yang lebih tipis.

Denah Visualisasi

contoh denah visualisasi
contoh denah visualisasi

Denah visualisasi (inggris: visualization) adalah rekayasa dalam pembuatan gambar, diagram atau animasi untuk penampilan suatu informasi. Secara umum, visualisasi dalam bentuk gambar baik yang bersifat abstrak maupun nyata telah dikenal sejak awal dari peradaban manusia. Visualisasi gambar presentasi atau gambar arsitektur memang dibuat untuk keperluan showcase dan merupakan upaya manusia dalam mendeskripsipkan maksud tertentu menjadi sebuah bentuk informasi yang lebih mudah dipahami.

Visualisasi merencanakan sebuah ruangan umumnya disajikan dalam bentuk denah dan tampak dinding setiap ruangan. Karena visualisasi dibuat dan yang dihasilkan dapat membuat suatu pengguna menyadari susunan suatu ruangan sehingga memberikan visualisasi ruangan yang nyata. Denah visualisasi terbagi menjadi 3, yaitu layout, kawasan, dan site plan.

Layout

Denah layout adalah suatu denah yang dilengkapi dengan kawasan lingkungan, jalan, solokan, dan bangunan yang ada di sekitarnya.

Kawasan

Denah kawasan adalah suatu Layout yang luasnya melebihi suatu desa, kecamatan, kota, kabupaten dan wilayah.

Site Plan
contoh site plan
contoh site plan

Site Plan adalah suatu tampak atas bangunan yang dilegkapi dengan adannya lingkungan di sekitarnya, conto jalan, taman, mobil, dan lain-lain.

Jenis-Jenis Denah

1. Denah Arsitektural

Denah Arsitektural adalah gambar penampang yang menunjukkan penataan atau tata letak ruang interior sebuah bangunan termasuk furnitur dan meubelair di dalamnya.

Yang harus diperhatikan diperhatikan pada saat menggambar denah arsitektural adalah sebagai berikut:

  • Simbol-simbol furnitur yang akan digambar.
  • Ukuran dan keterangan nama gambar.
  • Simbol dinding arsitektural.
  • Luas bangunan dan luas ruang.
  • Skala gambar.
  • Proporsi-proporsi gambar terhadap terhadap kertas.
  • Simbol-simbol arsitektural (kendaraan, pohon).
  • Rendering (warna, bayangan).
2. Denah Struktural

Berbeda dengan denah arsitektural, denah struktural ini tidak memperlihatkan penataan atau tata letak furnitur/mebeulair interiornya.

Yang harus diperhatikan pada saat menggambar denah struktural adalah sebagai berikut:

  • Ukuran dan keterangan nama gambar.
  • Simbol dinding struktural.
  • Luas bangunan dan luas ruang.
  • Skala gambar.
  • Proporsi-proporsi gambar terhadap terhadap kertas.
  • Modul/grid ruang.

Pengertian Tampak

contoh tampak
contoh tampak

Tampak adalah wujud bangunan secara dua dimensi yang terlihat dari luar bangunan yaitu tampak depan, tampak samping kanan, tampak samping kiri, tampak belakang, dan tampak atas. Bentuk tampak sangat dipengaruhi oleh bentuk denah, karena dari itu dalam merencanakan denah harus sudah membayangkan bagaimana bentuk tampak rumah nantinya.

Gambar tampak ini menekankan pada permukaan luar yang vertikal atau dari bawah hingga ke atas di mana objek-objek (teras, pintu, jendela, ventilasi, atap) digambar secara dua dimensi dan dilihat dari luar bangunan.

Tujuan pembuatan tampak adalah untuk mengkomunikasikan kepada klien mengenai gambar tampak luar atau eksterior suatu bangunan secara keseluruhan dari sudut pandang tertentu. Sedangkan fungsi tampak antara lain untuk menunjukkan dimensi bangunan, proporsi, gaya arsitektur, warna & material, dan estetika.

Ada berbagai pandangan tentang tampak rumah, sebagian berpendapat bahwa tampak lebih dulu digambar daripada potongan, sebagian lagi berpendapat bahwa potongan yang harus lebih dulu digambar. Saya sendiri lebih cenderung menggambar potongan, kemudian baru menggambar tampak, ini dimaksudkan agar gambar tampak bangunan lebih akurat karena telah mengetahui ukuran pasti bangunan sehingga gampang dalam menggambar tampak.

contoh tampak rumah 2 lantai
contoh tampak rumah 2 lantai

Menggambar secara dua dimensi pada gambar tampak kemungkinan akan ada beberapa bagian bangunan yang ukurannya menjadi tidak sesuai dengan ukuran yang sebenarnya (sesuai skala), yakni garis atau bidang yang tidak sejajar dengan bidang gambar. Untuk arah pandang sendiri tidak tergantung pada suatu patokan yang pasti.

Bisa jadi tampak gambar bangunan yang dinamai sesuai dengan arah mata angin semisal tampak utara, timur, selatan, barat, atau juga dinamai dengan sesuai view tertentu, seperti suatu tampak dari danau, atau tampak dari jalan raya. Selain yang tadi bisa juga diberi nama tampak bangunan A, B, atau C, sesuai dengan keinginan dari sang arsitek yang ditentukan pada denah arsitektur.

Yang harus diperhatikan pada saat menggambar tampak adalah sebagai berikut:

  • Proporsi gambar terhadap kertas.
  • Simbol arsitektural (orang, kendaraan, pohon).
  • Rendering (warna, bayangan).
  • Keterangan nama gambar.
  • Skala gambar.
  • Arah penggambaran (depan, belakang, samping).

Pengertian Potongan

contoh potongan
contoh potongan

Potongan adalah gambar dari suatu bangunan yang dipotong secara vertikal pada sisi bangunan yang ditentukan (tertera pada denah) mulai dari atas bagian atap hingga bagian bawah pondasi dan memperlihatkan suatu isi bagian-bagian di dalam bangunan tersebut.

Biasanya pada potongan terdapat 2 gambar, yaitu potongan memanjang dan potongan melintang, bisa dilihat pada gambar denah diatas, terdapat garis memanjang dan melintang yang memotong denah serta diberi keterangan A dan B. Pada beberapa kasus apabila denah rumah trlalu besar dan agak sedikit rumit kadang- kadang potongan yang dibuat lebih dari dua buah, hal ini dimaksudkan untuk memperjelas gambar.

contoh potongan rumah 2 lantai
contoh potongan rumah 2 lantai

Fungsi Potongan adalah untuk menunjukkan struktur bangunan dan dimensi tinggi ruang. Untuk suatu kriteria penggambaran tanpak, potongan, kurang lebih sama dengan denah. Bagian yang terpotong digaris tebal dengan notasi material bila merupakan gambar kerja.

Ada juga yang disebut potongan ortogonal, yaitu gambar potongan yang berkesan tiga dimensi karena digambar dengan teknik gambar perspektif satu titik lenyap. Letak titiknya sendiri berada di tengah bangunan.

Jenis-Jenis Potongan

1. Potongan Arsitektural
potongan arsitektural
potongan arsitektural

Potongan Arsitektural adalah gambar potongan bangunan yang memperlihatkan tata letak furnitur/mebeulair pada tiap tata ruang interiornya lengkap dengan situasi/suasana di dalam ruang.

Yang harus diperhatikan pada saat menggambar potongan arsitektural adalah sebagai berikut:

  • Simbol-simbol furnitur yang akan di gambar.
  • Ukuran dan keterangan nama gambar.
  • Simbol dinding arsitektural.
  • Luas bangunan bangunan dan luas ruang.
  • Skala gambar.
  • Proporsi gambar terhadap kertas.
  • Simbol-simbol arsitektural (orang, kendaraan, pohon).
  • Rendering (warna, bayangan).
2. Potongan Struktural
potongan struktural
potongan struktural

Potongan Struktural adalah gambar rencana bangunan yang memperlihatkan konstruksi dan struktur bangunan, mulai dari pondasi hingga ke atas tanpa menampilkan tata letak furnitur dan suasana di dalam ruang.

Yang harus diperhatikan pada saat menggambar potongan struktural adalah sebagai berikut:

  • Ukuran dan keterangan nama gambar.
  • Simbol dinding struktural.
  • Luas bangunan dan luas ruang.
  • Skala gambar.
  • Proporsi gambar terhadap kertas.
  • Gambar pondasi yang terpotong.
  • Gambar kuda-kuda (atap) yang terpotong.
  • Simbol modul/grid ruang.
  • Galian tanah untuk pondasi.

Jadi itulah pengertian denah, tampak, dan potongan dalam arsitekur dan ada juga pengertian kawasan, layout, dan siteplan. Semoga artikel ini bisa membantu kalian terutama yang ingin mengetahui mulai dari pengertian denah sampai pengertian potongan dan semoga dapat membantu anda yang kebingungan memilih konsep rumah dan membantu juga kepada yang lagi mengerjakan tugas terutama lagi mencari pengertian tentang denah, tampak dan potongan.

Jika ada suatu pertanyaan bisa tanyakan di kolom komentar atau langsung ke laman contact yang saya sudah sediakan karna saya selalu update artikel setiap hari terutama mengenai gambar-gambar arsitektur. Mungkin sekian dulu pembahasan dikali ini dan akan saya sambung dilain waktu, sekian dan terima kasih.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama anda disini