asdar.id menyediakan Member Premium Download untuk download file tanpa embel-embel iklan dan halaman, apa lagi harus menunggu timer yang begitu lama. Dengan berlangganan Member Premium Download, semua file dapat didownload dengan singkat langsung menuju ke sumbernya!, klik DISINI untuk DAFTAR atau DISINI untuk LOGIN :-) Jika ada pertanyaan silahkan hubungi Admin DISINI. Untuk cara download file Member Free Download, bisa membaca Tutorial Download yang ada dibawah Timer (halaman Safelink) saat menekan tombol download.Konstruksi kuda-kuda adalah suatu susunan rangka batang yang berfungsi untuk mendukung beban atap termasuk juga beratnya sendiri dan sekaligus dapat memberikan bentuk pada atapnya. Kuda-kuda merupakan penyangga utama pada struktur atap. Struktur ini termasuk dalam klasifikasi struktur framework (truss). Umumnya kuda-kuda terbuat dari kayu, baja, bambu, dan beton bertulang.
Konsep Dasar Konstruksi Kuda-Kuda Sederhana
Untuk lebih mengenal dan memahami fungsi dari kuda-kuda, darsitek akan uraikan sebagai berikut:
Kuda-kuda berfungsi untuk menerima beban dari atap yaitu:
- Air Hujan.
- Angin.
- Genteng.
- Reng Usuk dan list-plank.
- Plafond.
- Beban dari kuda-kuda itu sendiri.
Dengan adanya beban maka titik pertemuan kedua kaki kuda-kuda bagian atas (P) mengalami perubahan letak yaitu turun ke P’, sehingga kaki kuda-kuda menekan kedua tembok kearah samping. Bila tembok tidak kokoh maka tembok akan roboh. Lihat gambar dibawah ini.

Untuk mencegah agar kaki kuda-kuda tidak bergerak ke samping akibat tekanan beban dari atas, perlu dipasang balok horizontal untuk menahan kedua ujung bawah balok kaki kuda-kuda yaitu berupa balok tarik.

Karena lebar bentangan menahan beban yang bekerja dan beban berat sendiri dari kuda-kuda, maka batang tarik AB akan melentur. Titik P bergerak turun ke titik P’, dengan adanya pelenturan, tembok seolah-olah masuk ke dalam.

Untuk mengatasi adanya penurunan, pada batang tarik diujung atas kaki kuda-kuda dipasangi tiang dan ujung bawah tiang menggantung tengah-tengah batang tarik AB yang disebut tiang gantung/tiang raja.

Semakin besar beban yang bekerja dan bentangan yang semakin panjang, sehingga kaki kuda-kuda yang miring mengalami pelenturan. Dengan adanya pelenturan pada kaki kuda-kuda maka bidang atap akan kelihatan cekung kedalam, hal ini tidak boleh terjadi.

Untuk mencegah pelenturan pada kaki kuda-kuda, maka perlu dipasangi batang sokong/skoor dimana ujung bawah skoor memancang pada bagian bawah tiang gantung ujung atas skoor menopang bagian tengah kuda-kuda. Dengan demikian pelenturan dapat dicegah dan diatasi.

Pada bangunan-bangunan yang berukuran besar, kemungkinan konstruksi kuda-kuda melentur pada bidangnya karena kurang begitu kaku. Untuk itu perlu diperkuat dengan dua batang kayu horizontal yang diletakkan kira-kira ditengah-tengah tinggi tiang gantung.

Jika kurang dipahami mengenai materi diatas, silahkan lihat detail lengkap dari kuda-kuda kayu dibawah ini.
Sekian dari darsitek dan jangan lupa untuk selalu berbagi satu kebaikan dengan cara bagikan artikel ini ke teman-teman di sosial media, cukup dengan klik tombol SHARE atau bisa subscribe/langganan halaman darsitek di facebook untuk terus mengikuti perbaruan situs ini, terimakasih!


















