Beranda Struktur Jembatan Mengenal Elastomeric Bearing Pad/ Bantalan Jembatan

Mengenal Elastomeric Bearing Pad/ Bantalan Jembatan

206
2
BERBAGI
elastomer bearing pads
elastomer bearing pads

Pengertian Elastomeric Bearing Pads

Elastomeric Bearing Pads atau Karet Bantalan Jembatan adalah salah satu jenis dari bantalan penahan beban Jembatan yang terbuat dari elastomer karet dan diperkuat dengan penambahan plat baja.

Karet bantalan jembatan/ elastomeric bearing pads diproduksi SANTO RUBBER dengan standard yang mendukung beban vertikal dengan kompresi minimal, memungkinkan ekspansi dan kontraksi dari struktur dengan resistensi minimal dan memberikan pergerakan yang merata atau kapasitas rotasi yang sesuai dengan desain ahli/ Insinyur jembatan.

Range standard karet bantalan jembatan yang diproduksi pabrik Santo sesuai dengan pergerakan beban bantalan dan kapasitas rotasi terbagi merata ke seluruh permukaan jembatan.

Fungsi Elastomeric Bearing Pads

Fungi elastomer bearing pad sebagai media penyalur beban antara bangunan atas dengan bangunan bawah jembatan. Berdasarkan fungsinya tersebut, maka kualitas dari bantalan karet yang akan digunakan dalam struktur jembatan harus sesuai dengan persyaratan yang ditentukan sehingga perlu dilakukan pengujian-pengujian di laboratorium untuk menguji kualitas dari bantalan karet tersebut.

Pengujian Elastomeric Bearing Pads

Salah satu cara pengujian yang dilakukan adalah pengujian kekakuan tekan dan kekakuan geser. Kekakuan tekan dan kekakuan geser bantalan karet jembatan untuk digunakan pada suatu struktur jembatan. Proses dan sistem produksi sangat berpengaruh terhadap kualitas karet elastomer jembatan tersebut.

Jenis-Jenis Elastomeric Bearing Pads

Ditinjau dari dimensi atau ukurannya Bantalan Jembatan/ Elastomer Bearing Pad ada 2 yaitu:

  1. Elastomeric Bearing Pad standard PU adalah bantalan jembatan yang mempunyai ukuran standar sebagai berikut:
    • Elastomeric bearing pad jenis 1 ukurannya : 350 x 300 x 66 mm (p x l x t)
    • Elastomeric bearind pad jenis 2 ukurannya : 400 x 350 x 39 mm (p x l x t)
    • Elastomeric bearing pad jenis 3 ukurannya : 450 x 400 x 45 mm (p x l x t)
  2. Elastomeric Bearing Pad non standard PU adalah Elastomeric Bearing Pad yang diproduksi diluar standard PU biasanya jembatan yang mempunyai beban atau loadlebih besar. Jadi untuk dimensi ukuran dapat dipesan custom atau sesuai kebutuhan.

Ditinjau dari tipe/ struktur susunan lapisannya Elastomeric Bearing Pads terdiri dari dua tipe yaitu:

pep dan srebpelastomer jembatan type polos dan berlapisGambar diatas adalah perbedaan plain elastomeric bearing pad dan steel reinforce elastomeric bearing pad terhadap beban.

  1. Bantalan jembatan tipe polos (Plain Elastomeric Bearing Pads) adalah jembatan yang didalamnya tanpa ada lembaran plat bajanya. Tipe bantalan jembatan seperti ini biasa digunakan untuk jembatan-jembatan kecil dengan beban rendah.
    plain elastomeric bearing pads
    plain elastomeric bearing pads
  2. Bantalan jembatan tipe baja berlapis (Steel Reinforce Elastomeric Bearing Pad) adalah bantalan jembatan yang di dalamnya, dapat mencegah bulging (menggelumbung yang dapat menyebabkan bantalan jembatan menjadi rusak (deformasi). Jadi tipe elastomer seperti ini sangat baik dalam hal menahan beban tinggi dan mencegah terjadinya pergeseran yang berlebihan.
    stell reinforce elastomeric bearing pads
    stell reinforce elastomeric bearing pads

Cara Pemasangan Elastomer Bearing Pads

pemasangan elastomer bearing pads
pemasangan elastomer bearing pads

Cara pemasangan elastomer bearing pads antara lain:

  • Bantalan atau perletakan elastomeric dipasang diantara tumpuan kepala jembatan dan gelagar jembatan.
  • Untuk melekatkan bantalan atau perletakan elastomer dengan beton atau besi dapat dipergunakan lem epoxy rubber.

Untuk tahapan-tahapan pemasangannya adalah sebagai berikut:

  1. Pengadaan Elastomer. Bantalan karet atau elastomer harus dalam keadaan baik dan telah teruji serta sesuai dengan spesifikasi, selain itu dimensi atau ukuran elastomer telah sesuai dengan gambar rencana.
  2. Persiapan peralatan. Peralatan yang harus disiapkan adalah dial gauge, jack hidrolik, hose, manifold, Genset, dan peralatan lain yang dibutuhkan.
  3. Pengukuran / leveling tumpuan pada abutment.
  4. Jack hidrolik ditempatkan pada posisi yang telah ditentukan dan lakukan pengangkatan.
  5. Pasang kayu penyangga sementara.
  6. Bantalan karet atau elastomer diletakkan dibawah plat bantalan dan direkatkan dengan lem, bagian atas jembatan diturunkan agar elastomer melekat sempurna pada plat.
  7. Lakukan pengangkatan secukupnya hingga elastomer tergantung pada plat dan lepaskan kayu penyangga.
  8. Pasang mortar dibawah elastomer dan turunkan hingga elastomer masuk pada mortar yang belum mengeras.
  9. Bersihkan dan rapihkan sisa mortar.
  10. Setelah mortar mencapai kekuatan yang diinginkan, jack hidrolik dan kayu penyangga dapat disingkirkan.
  11. Selesai.

Sumber referensi: kitasipil.com

Demikian pembahasan kali ini, semoga bisa bermanfaat untuk kita semua. Jangan lupa share artikel ini kepada yang lain agar bisa bermanfaat bagi orang lain. Ikuti juga fanspage asdar.id di facebook untuk mengikuti perbaruan konten blog ini. Terima kasih telah membaca dan sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

2 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Please enter your name here