Beranda Sipil Mengenal Istilah-Istilah Dalam Proyek Sipil

Mengenal Istilah-Istilah Dalam Proyek Sipil

359
0
BERBAGI
Bagi yang berminat guest post, blog ini menyediakan form guest post untuk kalian yang ingin blognya mendapat kunjungan dari blog ini. Silahkan kunjungi melalui link guest post.
istilah dalam proyek sipil
istilah dalam proyek sipil, sorce: bantulkab.go.id

Halo rekan-rekan sipil dimanapun berada, apa kabar kalian hari ini? Tentu sehat selalu bukan? Nah, kali ini saya akan membagikan kepada kalian mengenai istilah-istilah dalam proyek sipil.

Dalam proyek sipil banyak sekali istilah-istilah yang tidak pernah kita dengar sewaktu kuliah dulu, diantaranya adalah tembereng, bodeman, suri-suri, gelagar, jetster, sekor, sponengan, tierot, openingan, klabangan/kepalaan, kamprot, jidar, sparing, relat, dan sipatan. Nah, pada kesempatan kali ini, saya akan memberitahu rekan-rekan sekalian mengenai definisi istilah-istilah tersebut agar nantinya tidak kebingungan jika mendengarnya.

Istilah-Istilah Dalam Proyek Sipil

Berikut istilah-istilah dalam proyek sipil yang jarang sekali kita dengar, diantaranya:

Bodeman

Bodeman adalah salah satu sisi pada bagian bawah bekisting balok. Bodeman ini biasanya dipasang sebelum tembereng. Pemasangan bodeman biasa dilakukan sekaligus menyetting elevasi balok.

Gelagar

Gelagar adalah kayu balok berukuran 8/12 cm yang digunakan untuk menumpu suri-suri. Gelagar ini biasa menggunakan kayu glugu, kruing, kalimantan atau kayu jawa. Sistem pemasangan gelagar menumpu pada scaffolding yang dipasang memanjang searah balok beton.

Jetster

Jetster adalah metode pelaksanaan pekerjaan bekisting balok dan pelat yang merupakan bagian dari bodeman. Fungsi jetster dalam bodeman adalah sebagai pengunci dan pembuka bekisting balok dan pelat ketika selesai dicor. Letak jetster pada balok terletak ditepi yang berhubungan langsung dengan kolom. Jetster akan rusak ketika membongkar bekisting namun memang tujuannya adalah dirusak agar bekisting yang lain tidak ikut rusak.

Jidar

Jidar adalah alat bantu untuk pekerjaan plesteran dan acian pada dinding. Jidar sendiri biasa menggunakan bahan aluminium hollow. Ukuran hollow disesuaikan dengan kondisi pengerjaan. Penjidaran biasa dilakukan untuk meratakan plesteran agar ketebalan sesuai dengan kepala plester.

Kamprot

Kamprot salah satu bahasa lapangan untuk pekerjaan plesteran yang masih kasar. Pekerjaan ini biasanya dilakukan pada plesteran yang memiliki ketebalan lebih dari 2 cm. Sebelum diplester baiknya dikamprot terlebih dahulu sampai 1 cm dengan cara adukan semen pasir dilemparkan ke arah dinding. Setelah kering, kemudian baru diplester halus.

Kolotan

Kolotan adalah bahasa lain dari pekerjaan nat keramik. Pekerjaan kolotan menggunakan semen warna. Tujuan dari pekerjaan ini adalah menutup celah antar keramik agar air tidak masuk dan tentu agar lebih terlihat rapi.

Klabangan/kepalaan

Klabangan mungkin bahasa daerah di Jawa. Ya, pada intinya klabangan/kepala plester adalah plesteran yang berbentuk memanjang vertikal dengan ukuran lebar 5 cm tebal sesuai dengan tebal plesteran 1,5-2 cm. Tinggi kepala sesuai dengan dinding. Fungsi dari kepala kolom adalah untuk mempermudah penjidaran plester dinding.

Lubang Shaft

Lubang shaft adalah lubang pada pelat beton berbentuk persegi panjang dengan ukuran tertentu yang berfungsi untuk jalur pipa-pipa air bersih, air kotor, pemadam kebakaran, air hujan dan sebagainya. Pekerjaan ini biasa dilakukan pada saat pekerjaan struktur yaitu dengan memblock out persegi panjang pada pelat.

Openingan

Openingan adalah bukaan pada dinding yang akan dipasang pintu maupun jendela. Tingkat kesulitan pekerjaan openingan terletak pada plesteran dan acian sudut-sudutnya. Pada prinsipnya openingan sama dengan sponengan. Perbedaannya hanya pada jumlah sudutnya. Openingan sama dengan 2 x sponengan.

Opname

Opname disini bukan artinya menginap di rumah sakit melainkan proses permohonan pembayaran upah atau termin sesuai dengan progress lapangan. Biasanya diajukan oleh mandor atau subkon kepada pelaksana atau main kontraktor.

Relat

Relat adalah tumpuan yang digunakan untuk proses perataan pengecoran plat basemen. Fungsi relat ini sama dengan kepala plesteran. Tujuannya adalah agar hasil dari pengecoran benar-benar datar karena finishing terakhir adalah floorhardener. Relat biasa menggunakan pipa-pipa besi yang dipasang sesuai dengan tinggi rencana cor pelat.

Scaffolding

Scaffolding adalah alat perancah yang digunakan sebagai pendukung untuk pekerjaan struktur dan arsitek. Scaffolding merupakan satu kesatuan yang terdiri dari beberapa unit seperti main frame, jack base, u head, join pin, cross brace dan sebagainya.

Sekor/Support

Sekor/support merupakan bagian dari pendukung bekisting baik balok maupun kolom. Pada balok biasa menggunakan kayu usuk berukuran 5/7 cm sedangkan pada kolom menggunakan pipa support.

Sipatan

Sipatan merupakan bahasa pengukuran yang digunakan untuk memberi tanda pada bangunan dengan level tertentu. Biasanya untuk menentukan pinjaman 1 m pada kolom. Pekerjaan sipatan bisa menggunakan alat waterpass kemudian diberi tanda atau marking menggunakan benang yang diberi tinta hitam.

Sparing

Sparing adalah sistem pemipaan baik pemipaan listrik maupun air yang dipasang didalam beton. Pipa tersebut digunakan sebagai cover kabel listrik. Sistem pemasangan sparing listrik biasanya sebelum pengecoran.

Sponengan

Sponengan adalah Pekerjaan plesteran dan acian yang membentuk sudut-sudut 90 derajat pada dinding, kolom beton, dan balok beton. Sponengan merupakan pekerjaan plesteran yang memiliki tingkat kesulitan sendiri dibanding dengan plesteran pada bidang datar sehingga membutuhkan waktu yang lebih lama untuk membuat sponengan yang lurus dan rapi. Biasanya pada pekerjaan borongan sponengan dihitung harga per meter lari.

Suri-Suri

Suri-suri adalah kayu balok yang digunakan untuk menumpu bodeman pada bekisting balok. biasanya menggunakan kayu kruing, glugu, atau kayu jawa berukuran 6/12 cm. Jarak antar suri-suri rata-rata 40-50 cm. Panjang suri-suri antara 1.5 m s/d 2 m.

Tembereng

Tembereng adalah bagian dari bekisting balok yang berada di sisi samping kanan dan kiri. Biasanya para tukang di wilayah jawa tengah dan yogyakarta mengerti dengan istilah tersebut. Mungkin lain daerah beda lagi istilahnya. Bekisting balok biasanya menggunakan multiplek 9 mm atau 12 mm tergantung dari ukuran balok.

Tierod

Tierod adalah alat bantu berupa besi yang berfungsi untuk mengunci bekisting pada kolom. Tierod ini biasanya menggunakan besi beton berdiameter 10 mm kemudian disambung dengan as drat dan plat besi. Panjang tierod tergantung dari ukuran kolom struktur. Tierod merupakan bagian terpenting apabila menggunakan bekisting kayu. Fungsi dari tierod ini agar saat pengecoran kolom tidak terjadi perubahan bentuk beton atau istilah lapangannya bunting.

Banyak faktor yang membuat beton jadi tidak sempurna diantaranya adalah kayu yang digunakan untuk bekisting, tierod yang terlalu kecil, atau bahkan pemasangan sabuk (kayu) pada kolom yang kurang strategis. Sebenarnya untuk jarak pemasangan sabuk pada kolom tergantung dari tinggi kolom. Semakin tinggi kolom maka jarak antar sabuk di kolom bagian bawah semakin rapat karena tekanan terbesar saat pengecoran adalah kolom bagian bawah.

Itulah beberapa istilah-istilah proyek sipil yang jarang kita dengar saat kuliah. Semoga bermanfaat untuk ilmu pengetahuan rekan-rekan sipil sekalian. Jangan lupa share artikel ini jika dirasa bermanfaat untuk orang lain.

(sumber: jasasipil.com)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama anda disini