Beranda Struktur Bangunan Mengenal Teknik Bangunan Tahan Gempa

Mengenal Teknik Bangunan Tahan Gempa

214
0
BERBAGI
teknik bangunan tahan gempa
teknik bangunan tahan gempa

Indonesia merupakan satu dari negara di dunia yang rentan mengalami gempa bumi. Jika dilihat dari jalur cincin lempengan bumi, letak geografis Indonesia berada pada jalur bertemunya tiga lempeng tektonik utama dunia sekaligus, yakni: Samudera India-Australia di sebelah selatan, Samudera Pasifik di sebelah timur dan Eurasia, di mana sebagian wilayah Indonesia masuk di dalamnya.

Indonesia harus banyak belajar dari pengalaman gempa bumi yang sudah terjadi, seperti yang telah terjadi di Pidie Jaya, Provinsi Aceh yang mengakibatkan korban jiwa maupun kerugian dari segi materiil. Banyak negara maju di dunia yang telah belajar dari pengalaman bencana gempa bumi yang pernah terjadi di masa lalu, seperti Jepang. Menurut berita yang dilansir sbs.com.au, Jepang mengalami gempa 6,9 SR dengan pusat gempa pada kedalaman 404 km mengguncang Tokyo dan bagian timur Jepang pada Rabu pagi (4/9/2013), meski kekuatan gempa diperkirakan dapat merusak rumah penduduk.

Namun ternyata gempa ini tidak menimbulkan dampak kerusakan bangunan maupun korban jiwa. Hal ini karena Jepang telah menerapkan sistem mitigasi bencana yang baik, dengan membuat bangunan tahan gempa. Bangunan tahan gempa merupakan bangunan dapat bertahan dari getaran gempa serta memiliki flexibilitas untuk meredam getaran tersebut. Teknik bangunan tahan gempa yang akan Asdar Id jelaskan di bawah ini hanya merupakan suatu prinsip mitigasi bencana, bukan semata-mata ingin berprinsip bahwa dengan menggunakan teknik ini bangunan pasti tidak akan hancur oleh gempa bumi. Manusia hanya berupaya, tetapi Allah lah yang menentukan.

Teknik Bangunan Tahan Gempa

Berikut ini teknik membuat bangunan tahan gempa antara lain:

  1. Desain pondasi harus sesuai dengan beban yang dipikul dan daya dukung tanah.
  2. Dinding dengan kolom dibuat menyatu dengan/menggunakan besi angkur.
  3. Dinding bangunan dibuat dari material yang ringan.
  4. Menggunakan balok lintel/latei diatas Kusen.
  5. Dinding bangunan harus memiliki kolom untuk setiap 12 m2.
  6. Rangka kuda-kuda atap harus terikat kuat dengan ring balok, agar nantinya tidak terlepas.
  7. Gunakan rangka kuda-kuda atap dari bahan yang ringan, seperti baja ringan atau alumunium.
  8. Sambungan besi lintasan harus sesuai pedoman yaitu 40D, beserta bengkokan kait agar tidak mudah terlepas.
  9. Perhitungan dimensi struktural bangunan dengan menambahkan beban gempa kedalamnya.
  10. Denah bangunan simetris, akan membuat pembagian pembebanan menjadi seimbang.
  11. Mutu beton sesuai dengan perhitungan struktur, spesi campuran untuk pekerjaan pasangan batu bata sesuai dengan pedoman SNI.

Nah, sekarang kita sudah mengetahui teknik bangunan tahan gempa. Untuk memahami secara mendalam mengenai konstruksi tahan gempa, anda bisa baca artikel yang masih berhubungan disitus ini. Jangan lupa share artikel ini jika dirasa bermanfaat. Sekian dan terima kasih.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here