Beranda Struktur Jembatan Mengenal Plat Injak Jembatan (Structural Transition Slab)

Mengenal Plat Injak Jembatan (Structural Transition Slab)

1711
0
BERBAGI
pelaksanaan pelat injak jembatan
pelaksanaan pelat injak jembatan

Halo rekan-rekan sekalian, apa kabar kalian hari ini? Postingan kita kali ini akan membahas tentang plat injak jembatan (structural transition slab). Mungkin ada belum begitu mengetahui tentang apa itu plat injak jembatan, dimana letaknya, dan apa kegunaannya? Baiklah, untuk mengetahui penjelasannya langsung saja baca di bawah ini.

Plat Injak Jembatan (Structural Transition Slab)

Plat injak adalah suatu konstruksi beton pada jalan pendekat di ujung bibir jembatan (oprit) yang berada sebelum konstruksi utama jembatan. Plat injak (structural transition slab) harus dipasang diantara jalan pendekat dan kepala jembatan.

Proses pembuatan plat injak adalah umumnya setelah proses penghamparan Lapis Pondasi Agregat Kelas B pada oprit, baik oprit timur maupun oprit barat. Mutu beton yang digunakan adalah K–250. Proses pembuatannya sama dengan proses pembuatan plat lantai kendaraan, yaitu proses pembesian, perakitan, bekisting, dan pengecoran.

Proses pembesian dan perakitan tulangan pada plat injak adalah adanya lapisan plastik yang dihamparkan seluas plat injak. Tujuan dari plastik tersebut adalah supaya kadar air yang berada pada cor beton plat injak tidak berpindah ke tanah. Meskipun struktur plat injak posisinya di belakang back wall abutmentnya, namun sebenarnya struktur plat injak itu merupakan struktur tersendiri yang terpisah dari struktur jembatan utama. Pada saat perakitan tulangan pun tidak ada tulangan dari plat injak yang diikat dengan tulangan dari abutment.

Fungsi plat injak antara lain adalah:

  1. Untuk menghubungkan jalan dan jembatan sehingga tidak terjadi perubahan ketinggian yang terlalu mencolok pada keduanya.
  2. Untuk mencegah terjadinya penurunan setempat (settlement) pada tanah dasar di belakang jembatan yang diakibatkan adanya beban kendaraan sebagai beban terpusat pada daerah di belakang back wall abutment, dimana kendaraan cenderung mengurangi kecepatan bila hendak memasuki jembatan tepat di belakang back wall abutment, sehingga diperlukan suatu struktur beton bertulang yang harus mampu menahan beban rencana tersebut akibat gaya rem kendaraan dan beban mati kendaraan.
  3. Untuk meratakan beban akibat kendaraan di bibir jembatan sehingga mengurangi tekanan tanah terhadap dinding abutment.

Sumber referensi: kitasipil.com

Demikian pembahasan kita kali ini mengenai plat injak jembatan. Semoga artikel ini bermanfaat untuk rekan-rekan proyek sekalian. Jangan lupa share artikel ini ke sosial media agar yang lain bisa mendapat manfaatnya. Untuk mengikuti perbaruan artikel blog ini, silahkan berlangganan melalui notifikasi yang muncul saat mengakses situs ini. Sekian dan terima kasih.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama anda disini