Beranda Manajemen Proyek Teknik Mengelola Kompleksitas Proyek: Proyek Dengan High-Visibility dan Beragam Kelompok Stakeholder

Teknik Mengelola Kompleksitas Proyek: Proyek Dengan High-Visibility dan Beragam Kelompok Stakeholder

75
0
BERBAGI
kelompok stakeholder
kelompok stakeholder

Keberhasilan proyek tidak dapat dilepaskan terhadap seberapa baiknya hubungan antara project manager dengan stakeholder proyek. Hubungan tersebut harus bersifat kolaboratif yang saling menguntungkan dan mendukung dalam rangka mencapai target proyek.

Teknik Mengelola Kompleksitas Proyek

Beberapa teknik yang dapat digunakan beserta aplikasinya di lapangan pada proyek dengan high-visibility dan beragam kelompok stakeholder adalah sebagai berikut:

Build a Trusting, Collaborative Relationship With The Executive Sponsor: Suatu teknik dimana kepercayaan dibangun antar stakeholher, di samping itu juga membuat hubungan yang kolaboratif dengan sponsor utama. Jika proyek tidak memiliki sponsor, dapatkan minimal satu sponsor. Mintalah mentoring dan bimbingan dari sponsor tersebut.

Establish a Governance Committee Consisting of The Project sponsor and Key Members of Management Impacted by the Project: Aplikasinya dapat dengan membangun suatu kerangka kerja untuk pengambilan keputusan yang efektif, fokus pada realisasi keuntungan proyek, pencapaian tujuan strategis, penempatan risiko, mengelola perubahan dan menetapkan ekspektasi

Identify Key Stakeholder and Assess Their Political Influence: Teknik ini adalah dengan melakukan identifikasi semua stakeholder proyek, lalu menilai mereka dari aspek pengaruh secara politis yang mereka miliki atau dapat lakukan. Aplikasinya dapat berupa melaksanakan suatu analisa yang menentukan orang atau institusi yang penting yang memiliki perngaruh penting secara politis terhadap pelaksanaan proyek.

Promote The Project As Important For Organizational Goals and Strategies: Teknik ini adalah dengan menemukan jalan untuk mempromosikan diri sendiri. Untuk itu haruslah sungguh-sungguh, berkompeten dan kredibel.

Ensure Expected Benefit are Spesific, Measurable, Agreed to, Realistic and Time bound: Teknik ini dapat dilakukan dengan secara kontinyu menilai nilai dan dampak secara organisasi atas keuntungan proyek. Buatlah proyek saat ini memiliki sponsor bisnis yang bertanggung jawab dan akuntabel terhadap benefit yang diharapkan.

Virtual Alliance Management: Strategi ini dapat dilakukan dengan bekerja sama dengan supplier, pelanggan, agen terkait dan bahkan kompetitor yang terbaik di bidangnya.

Referensi: “Introduction the Project Complexity Model, A new Approach to Diagnosing and Managing Projects” by Kathleen B. Hass, PMP, Published in PM World Today – August 2007, Vol. IX, Issue VIII.

Sumber artikel: manajemenproyekindonesia.com

Sekian postingan kali ini, semoga bisa bermanfaat untuk kita semua. Jangan lupa share artikel ini ke sosial media agar teman-teman proyek lainnya bisa mendapatkan manfaatnya. Untuk terus mengikuti perbaruan konten situs ini, silahkan berlangganan melalui notifikasi yang muncul saat mengakses situs ini. Sekian dan terimakasih telah berkunjung.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here