Beranda Manajemen Proyek Teknik Mengelola Kompleksitas Proyek: Proyek Dengan Inisiatif Perubahan Organisasional yang Berskala Besar

Teknik Mengelola Kompleksitas Proyek: Proyek Dengan Inisiatif Perubahan Organisasional yang Berskala Besar

435
0
BERBAGI
Bantu support blog asdar.id agar bisa lebih berkembang lagi untuk membagikan ilmu pengetahuan secara gratis. Caranya yaitu dengan menyisihkan sedikit rejeki anda melalui laman donasi, klik DISINI. Semoga apa yang anda berikan bisa menjadi penolong di Akhirat kelak, Amin Ya Rabbal 'Alamin :-)
proyek dengan inisiatif perubahan organisasional
proyek dengan inisiatif perubahan organisasional

Perubahan organisasional yang berskala besar secara tipikal melibatkan teknologi baru, proses merger, dan akuisisi, restrukturisasi, strategi-strategi baru, transformasi budaya, globalisasi, dan partnership baru. Penanganan perubahan dapat berarti perbedaan antara kesuksesan dan kegagalan.

Teknik Mengelola Kompleksitas Proyek

Beberapa teknik yang dapat digunakan beserta aplikasinya di lapangan dalam mengelola kompleksitas proyek yang bercirikan adanya inisiatif perubahan organisasional yang berskala besar adalah sebagai berikut:

A Sense of Urgency: Suatu teknik dimana bekerja dengan kelompok stakeholder untuk mengurangi kepuasan diri sendiri, ketakutan dan kemarahan yang berlebihan atas perubahan, dan meningkatkan sense of urgency.

A Guiding Team: Aplikasinya dapat dengan membangun tim pendukung yang memiliki kredibilitas, keahlian, koneksi, reputasi dan kekuasaan formal untuk memberikan kepemimpinan yang diperlukan.

A Vision: Teknik ini adalah dengan menggunakan tim pembimbing untuk mengembangkan visi yang jelas, sederhana, dan menggugah, serta menetapkan strategi-strategi untuk mencapainya.

Communication for Buy-in: Teknik ini adalah dengan mengeksekusi rencana komunikasi yang sederhana dan terbuka dengan menggunakan pesan-pesan yang meyakinkan dan berbobot.

Empowerment For Action: Teknik ini berupa penggunaan tim pembimbing untuk menghilangkan hambatan-hambatan, termasuk gaya manajemen yang tidak mendelegasikan, proses bisnis yang kuno, dan informasi yang tidak sesuai.

Short-term Wins: Kemenangan menciptakan semangat dan momentum. Rencanakan hasil untuk mencapai sukses yang lebih awal.

Cross-Project dependency Management: Ketika proyek lepas dari produk utama dari proyek lain yang sedang berlangsung, tim proyek inti harus mengidentifikasi dan mengelola produk-produk tersebut. Menetapkan seseorang dari tim sebagai pemilik terkait untuk menghubungkan tim menciptakan produk.

Referensi: “Introduction the Project Complexity Model, A new Approach to Diagnosing and Managing Projects” by Kathleen B. Hass, PMP, Published in PM World Today – August 2007, Vol. IX, Issue VIII.

Sumber artikel: manajemenproyekindonesia.com

Demikian artikel yang bisa darsitek berikan hari ini, semoga bermanfaat untuk kita semua. Jangan lupa share artikel ini ke sosial media agar yang lainnya dapat membacanya juga. Untuk mengikuti perbaruan konten situs ini, silahkan berlangganan melalui notifikasi yang muncul saat mengakses situs ini. Sekian dan terima kasih telah membaca.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama anda disini