Beranda Struktur Bangunan Mengetahui Proses Pembuatan Beton Pracetak

Mengetahui Proses Pembuatan Beton Pracetak

481
0
BERBAGI
Bagi yang berminat pasang iklan banner, blog ini menyediakan slot iklan yang akan tayang pada slot pengumuman ini dan pastinya dilihat setiap pengunjung. Hanya Rp.1 jt/bulan. Minat? Hubungi admin melalui WhatsApp.
pembuatan beton pracetak
pembuatan beton pracetak

Halo rekan-rekan sekalian, apa kabar kalian hari ini? Saya yakin pasti sehat selalu. Pada kesempatan kali ini saya akan membahas tentang proses pembuatan beton pracetak. Untuk lebih jelasnya mari simak penjelasan ringkas dibawah ini.

Beton pracetak adalah salah satu jenis beton yang dibuat di dalam pabrik sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan. Setelah pembuatan beton tersebut selesai, beton selanjutnya akan di angkut ke lokasi proyek pembangunan untuk dilakukan pemasangan.

Berdasarkan surat keputusan SNI T-15-1991-03, pengertian beton pracetak adalah komponen beton yang dicor di tempat yang bukan merupakan posisi akhir dalam suatu struktur. Pada umumnya, beton pracetak mempunyai kekuatan yang berkisar antara 4.000-6.000 psi atau bahkan lebih. Keunggulan utama beton ini antara lain dapat menghemat anggaran biaya, menghemat penggunaan bekisting, kualitasnya terkontrol dengan baik, serta tercapainya efisiensi waktu.

beton pracetak

Proses Pembuatan Beton Pracetak

Berikut adalah langkah-langkah dalam pembuatan beton pracetak, sebagai berikut:

Langkah 1: Pembuatan Cetakan

Cetakan berfungsi untuk membentuk beton dengan spesifikasi yang sesuai perencanaan. Bahan baku untuk membuat cetakan beton yaitu papan kayu. Papan-papan kayu tersebut lantas dibentuk kotak dan ditahan menggunakan paku secukupnya. Penentuan ukuran dari cetakan harus benar-benar diperhatikan karena akan memengaruhi hasil jadi beton pracetak. Beton yang baik seyogyanya bisa dipakai lagi hingga sebanyak 50 kali.

pembuatan cetakan beton pracetak

Langkah 2: Pembuatan Adukan Beton

Secara prinsip, pembuatan adukan beton dilakukan dengan mencampurkan bahan pengisi dan bahan pengikat menjadi satu. Bahan-bahan yang dimaksud antara lain pasir, kerikil, semen, dan air dengan perbandingan komposisi sesuai kualitas yang diharapkan. Untuk mengubah sifat alami dari beton, Anda bisa menambahkan zat aditif tertentu ke dalam adukan tersebut.

Langkah 3: Penuangan Adukan Beton

Adukan beton yang sudah terbentuk kemudian dituangkan ke dalam cetakan. Pastikan dalam penuangannya, adukan ini disebarkan secara merata dan memenuhi setiap bagian cetakan. Penuangan adukan yang salah akan menyebabkan mutu beton menurun. Bahkan kekuatan beton pun dapat berkurang drastis apabila penampangnya tidak tercetak sempurna. Adukan beton sebaiknya dituangkan setengahnya dahulu, kemudian dilakukan pemasangan tulangan baja di tengah cetakan, dan diteruskan lagi dengan penuangan adukan sampai penuh.

Langkah 4: Pemasangan Tulangan Baja

Kebanyakan beton pracetak dipakai untuk menahan beban dari bangunan. Tidak hanya pelat lantai, beton ini juga kerap digunakan sebagai pembentuk struktur balok dan kolom bangunan. Oleh karena itu, beton harus mampu menahan gaya beban dan gaya tarik dengan baik. Solusinya Anda bisa memasang beberapa tulangan baja ke dalam adukan beton di dalam cetakan tadi sehingga nantinya akan terbentuk beton bertulang. Pemasangan tulangan dilakukan ketika kondisi adukan masih basah.

Langkah 5: Pengeringan Beton

Adukan beton sebaiknya dikeringkan secara alami dengan cara mengangin-anginkannya. Penjemuran adukan beton di bawah terik sinar matahari langsung justru dapat mengakibatkan beton mengalami keretakan sehingga tak layak pakai. Selama proses pengeringan berlangsung, beton juga perlu disiram dengan air secara berkala untuk menghindari beton mengering secara mendadak. Perawatan terhadap beton dilakukan sampai berumur 7 hari, sedangkan beton akan mengering sempurna dan boleh digunakan setelah usianya mencapai 28 hari.

proses curing beton pracetak

Sumber referensi: portalsipil.com

Itulah beberapa tahapan dalam proses pembuatan beton pracetak, semoga artikel bisa bermanfaat untuk rekan-rekan sekalian. Jangan lupa share artikel ini ke sosial media agar yang lain bisa mendapat manfaatnya. Ikuti juga fanspage blog ini di facebook agar bisa mengikuti perbaruan konten situs ini. Sampai jumpa pada artikel berikutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama anda disini