Beranda Struktur Jalan Contoh Pengujian Aspal di Laboratorium

Contoh Pengujian Aspal di Laboratorium

186
0
BERBAGI
pengujian aspal
pengujian aspal

Pendahuluan

Bahan bitumen adalah material termoplastik yang secara bertahap mencair salah satunya aspal, sesuai penambahan suhu dan berlaku juga sebaliknya pada pengurangan suhu. Nilai penetrasi sangat sensitif terhadap suhu. Pengukuran di atas suhu kamar akan menghasilkan nilai yang berbeda. Variasi suhu terhadap nilai penetrasi dapat di susun sedemikian rupa sehingga dapat dihasilkan grafik hubungan antara suhu dan nilai penetrasi. Penetrasi indeks dapat ditentukan dari grafik tersebut.

Maksud dan Tujuan

Pengujian ini bertujuan untuk mengetahui nilai kekerasan aspal yang dinyatakan dalam masuknya jarum dengan beban tertentu pada kurun waktu tertentu pada suhu kamar. Tingkat kekerasan ini merupakan klasifikasi aspal.

Alat dan Bahan

Alat penetrasi dengan jarum seberat 47.5 ± 0.05 gr. Pemberat sebesar 50 ± 0.05 gr dan 100 ± 0.05 gr. Tempat contoh: Stopwatch, Gelas ukur, Aspal, dan Air.

Langkah Percobaan

Persiapan benda uji: Panaskan contoh aspal. Untuk suhu ter < 56o C diatas titik lembek. Untuk suhu aspal < 100 o C diatas titik lembek pemanasan < 300 menit. Tuangkan contoh ke cawan. Buat duplo, tinggi tanah > angka pen + 10 mm. Tutup cawan benda uji, lalu biarkan pada suhu ruang Biarkan hingga 1 – 2 jam. Masukkan cawan ketempat air, lalu masukkan ke bak. Biarkan hingga 1 – 2 jam.

Persiapan Alat Siapkan Alat Penetrasi

Periksa pemegang jarum. Bersihkan jarum penetrasi dengan pelarut lain. Pasang jarum dengan pemegang. Letakkan pemberat diatas jarum (50 gr).

Pengujian

Pindahkan tempat air + cawan ke alat penetrasi. Turunkan jarum hingga menyentuh permukaan benda uji. Atur angka nol di arloji penetrometer. Lepaskan pemegang jarum dan selama 5 ± 0.1 detik ukur dengan stopwatch. Putar arloji penetrometer dan baca angka pen dengan ketelitian 0.1 mm. Angkat jarum dari benda uji dan siapkan untuk titik penetrasi berikutnya.

Perhitungan dan Pelaporan Data

Pencatatan data. Catat setiap bacaan pada alat penetrometer. Perhitungan dan pelaporan data. Nilainya harus memenuhi toleransi yang telah ditentukan.

Kesimpulan

Dari hasil percobaan tersebut, didapat nilai penetrasi rata-rata sebesar 67 mm. Penetrasi tertinggi sebesar 70 mm dengan kalibrasi ±4. Jadi, dapat disimpulkan bahwa contoh aspal yang digunakan dalam percobaan merupakan aspal yang baik karena masih memenuhi persyaratan.

Sumber referensi: sipilworld.blogspot.com

Sekian artikel kali ini, semoga bisa bermanfaat untuk rekan-rekan sekalian. Jangan lupa share artikel ini ke sosial media agar yang lain bisa mendapat manfaatnya. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Please enter your name here