Beranda Struktur Bangunan Pengertian Batu Bata: Definisi, Sejarah, Fungsi, Jenis, Standar, Cara Memasang, Tahapan dan...

Pengertian Batu Bata: Definisi, Sejarah, Fungsi, Jenis, Standar, Cara Memasang, Tahapan dan Proses Pembuatan

417
0
BERBAGI
Bantu support blog asdar.id agar bisa lebih berkembang lagi untuk membagikan ilmu pengetahuan secara gratis. Caranya yaitu dengan menyisihkan sedikit rejeki anda melalui tombol Donasi. Semoga apa yang anda berikan bisa menjadi penolong di Akhirat kelak, Amin Ya Rabbal 'Alamin :-)
batu bata

Assalamualaikum wr. wb. rekan-rekan sekalian, apa kabar kalian hari ini? Saya doakan semoga sehat selalu. Berikut saya akan menjelaskan pengertian batu bata yang mungkin bagi sebagian orang tidak mengetahui arti sebenarnya itu apa. Saya rasa kalau disebutkan apa itu batu bata, pasti banyak yang menyebutkan batu yang sering dipakai untuk dinding bangunan. Memang benar batu bata dipakai untuk dinding bangunan, tapi batu bata memiliki pengertian yang lebih dari itu. Oke, dari pada berlama-lama, mari simak penjelasan lengkapnya dibawah ini.

Pengertian Batu Bata

Batu bata adalah salah satu bahan material sebagai bahan pembuat dinding. Batu bata terbuat dari tanah liat atau tanah hitam (humus) yang dibakar sampai berwarna kemerah-merahan. Bahan utama batu bata merah adalah tanah dan air. Bentuk dan ukuran tanah bervariasi.

Batu Bata telah lama dikenal dan dipakai oleh masyarakat baik di pedesaan atau perkotaan yang berfungsi untuk bahan konstruksi. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya pabrik batu bata yang dibangun masyarakat untuk memproduksi batu bata. Penggunaan batu bata banyak digunakan untuk aplikasi teknik sipil seperti dinding pada bangunan gedung, bendungan, saluran dan pondasi.

Definisi Batu Bata

Batu bata merah adalah salah satu unsur bangunan dalam pembuatan konstruksi bangunan yang terbuat dari tanah liat ditambah air dengan atau tanpa bahan campuran lain melalui beberapa tahap pengerjaan,seperti menggali, mengolah, mencetak, mengeringkan, membakar pada temperatur tinggi hingga matang dan berubah warna, serta akan mengeras seperti batu setelah didinginkan hingga tidak dapat hancur lagi bila direndam dalam air.

Seiring perkembangan teknologi, penggunaan batu bata semakin menurun. Munculnya material-material baru seperti gipsum, bambu yang telah diolah, cenderung lebih dipilih karena memiliki harga lebih murah dan secara arsitektur lebih indah. Tetapi untuk daerah pedesaan ataupun pinggiran kota masih banyak yang setia menggunakan batu bata ini.

Definisi batu bata menurut SNI 15-2094-2000 dan SII-0021-78 merupakan suatu unsur bangunan yang diperuntukkan pembuatan konstruksi bangunan dan yang dibuat dari tanah dengan atau tanpa campuran bahan-bahan lain, dibakar cukup tinggi, hingga tidak dapat hancur lagi bila direndam dalam air.

Sejarah Batu Bata

Batu bata merah atau cukup disebut “batu bata” atau “bata merah” adalah bahan bangunan yang paling umum dalam sejarah peradaban manusia. Menurut ahli sejarah, bata merah sudah digunakan sejak 7000 SM dan prinsip pembuatannya tidak banyak berubah.

Batu bata dibuat dari adonan tanah liat yang dicampur air. Adonan yang terlihat seperti lumpur ini diaduk hingga kental dan dicetak dengan cetakan kayu dan kemudian dijemur hingga kering di bawah teriknya sinar matahari. Batu bata yang dihasilkan cukup kuat untuk menghasilkan bangunan besar dan permanen. Bangunan tersebut terasa sejuk di siang hari dan hangat di malam hari, karena batu bata lambat untuk menyerap panas matahari di siang hari dan lambat melepaskan panas saat malam hari. Prinsip ini digunakan oleh bangsa Mesir kuno dalam membuat bangunan.

Mereka juga mencampur jerami ke dalam adonan tanah. Campuran jerami ini rupanya memperkuat batu bata secara struktural sehingga tidak mudah pecah. Batu bata umumnya digunakan bangsa Mesir untuk membangun area permukiman dan bangunan public. Untuk bangunan besar seperti kuil dan piramida mereka menggunakan batu kapur berukuran besar yang mereka pahat keluar dari area tambang batu di hulu sungai Nil.

Pada 3500 SM, mulai dikenal cara membuat batu bata yang dibakar. Batu bata ini dibakar di dalam tungku perapian dengan temperatur yang sangat tinggi. Batu bata yang dibakar ini menjadi lebih kuat dan mampu digunakan untuk membuat bangunan-bangunan tinggi. Batu bata bakar ini digunakan oleh bangsa India, Cina, Romawi dan juga bangsa yang mendiami wilayah Nusantara pada masa itu. Kita dapat melihat peninggalan-peninggalan bangunan-bangunan yang dibuat dari batu bata ini. Beberapa malahan masih berdiri dengan megah.

Karena dibakar, maka pembuatan batu bata tidak memerlukan panas matahari. Berarti batu bata dapat diproduksi di area lain yang iklimnya lebih sejuk.

Bangsa Romawi dengan pasukan legiunernya membawa teknik pembuatan batu bata ini ke seluruh wilayayh kekaisarannya. Pasukan Romawi menggunakan mobile kiln (tungku yang dapat dibawa) sehingga pembuatan batu bata ini dapat beroperasi dengan cepat untuk membangun benteng pertahanan dan pemukiman di seluruh koloni mereka. Mereka hanya memproduksi batu bata berwarna putih dan merah.

Di Indonesia, kita dapat melihat bangunan-bangunan dari batu bata peninggalan peradaban masa lalu. Peradaban Nusantara masa itu rupanya cukup maju dalam menggunakan batu bata merah yang dibakar ini. Mereka menggunakannya untuk membangun candi-candi yang sisa-sisanya masih berdiri hingga saat sekarang ini.

Di wilayah pulau Jawa dan Sumatra, kita menemukan banyak candi yang dibuat dari bata merah:

  • Candi Bahal, Padang Lawas, Sumatra Utara. Candi Budha peninggalan Kerajaan Panai yang sezaman dengan Majapahit di Pulau Jawa, abad 11 – 13 Masehi.
  • Kompleks Candi Muara Takus, Kampar, Riau. Candi Budha yang dianggap sebagai peninggalan Kerajaan Sriwijaya, abad 11 – 12 Masehi. Ini adalah peninggalan kompleks candi terbesar yang ditemukan di Sumatra hingga saat ini.
  • Kompleks Candi Batujaya, Karawang, Jawa Barat: Candi Blandongan, Candi Jiwa. Peninggalan kompleks candi Budha dengan rentang pendirian antara abad 2 – 12 Masehi.
  • Candi Jabung, Probolinggo, Jawa Timur. Candi Budha peninggalan abad 14 Masehi, dengan struktur bangunan yang serupa dengan Candi Bahal, di Sumatra.
  • Kompleks Candi Trowulan, Jawa Timur: Candi Tikus, Candi Brahu, Gerbang Bajang Ratu, Gerbang Wringin Lawang. Kompleks Candi yang dianggap sebagai bagian dari ibukota Kerajaan Majapahit.

sejarah peradaban batu bataCandi-candi dan bangunan batu bata ini menunjukkan bahwa perjalanan sejarah batu bata merah adalah benar-benar sebuah perjalanan sejarah peradaban manusia hingga kini.

Fungsi Batu Bata

Siapapun tahu tentang batu bata meskipun bukan pekerja bangunan. Batu bata sangat akrab dengan kehidupan kita, berasal dari tanah liat yang dibentuk dengan cetakan berukuran tertentu kemudian dibakar.

Yang tidak kalah penting dalam menjaga mutu dari dinding adalah spesi atau perekat antar bata. campuran yang baik akan menyebabkan dinding kita awet dan bisa bertahan terhadap resapan air dari tanah maupun air hujan. Semakin baik kualitas spesi yang digunakan untuk merekatkan bata semakin berkualitas pula dinding yang kita dapat.

Memiliki kwalitas yang bermacam-macam tergantung bahan yang dibuat serta media pembakarnya. Ada yang membakar menggunakan sekam ada pula yang menggunakan kayu bakar. Kwalitas pembakaran dengan kayu bakar memiliki grid yang lebih tinggi atau berkualitas lebih baik. Batu bata bisa juga berfungsi sebagai gewel, mempunyai nilai yang lebih ekonomis dari pada kita mengguakan kuda-kuda dari kayu. Dinding yang menggunakan bahan batu bata memiliki daya serap terhadap panas cukup baik sehingga terasa nyaman.

Jenis Batu Bata

Setidaknya ada 7 jenis batu bata merah yang bisa dipilih untuk material bangunan Anda. Berikut ini beberapa jenis batu bata dan fungsinya:

1. Batu Bata Merah

batu bata merahBatu bata merah adalah jenis batu bata yang bagus. Sebagian masyarakat Indonesia menggunakan jenis bata merah untuk membangun gedung. Hal yang membuat mereka lebih memilih bahan ini adalah mudah didapatkan dan kualitasnya tidak diragukan lagi. Bahan untuk membuat bata merah adalah tanah liat yang kemudian dicetak menjadi bentuk balok persegi panjang. Setelah kering, produk tersebut dibakar dengan suhu tinggi sehingga warnanya berubah menjadi kemerah-merahan.

Salah satu keuntungan menggunakan bata merah adalah mudah menyerap panas. Dengan begitu, rumah akan terasa sejuk dan nyaman. selain itu, bangunan yang dibangun dengan menggunakan bahan ini akan lebih kuat dan kokoh sehingga Anda tak perlu khawatir rumah akan retak.

Selain memiliki beberapa keuntungan, bata merah juga punya kekurangan. Kekurangannya adalah ketika merekatkan, butuh bahan perekat seperti semen dan pasir dalam jumlah yang cukup banyak. Akibatnya, biaya yang dikeluarkan lebih banyak. Selain itu, membuat pasangan produk jenis ini terlihat rapi cukup sulit. Oleh sebab itu, plester yang dibutuhkan harus cukup tebal agar permukaan dinding rata dan rapi. Anda harus menunggu proses pengeringan cukup lama.

Kelebihan batu bata merah
  • Dari segi struktur mempunyai kekuatan yang tahan lama dibanding dengan batako.
  • Mudah memasangnya karena tukang tidak harus memiliki keahlian khusus.
  • Pengangkutan lebih mudah karena ukuran yang lebih kecil.
  • Pada pekerjaan yang sempit, lebih cocok menggunakan material ini.
  • Mudah didapatkan di mana saja.
  • Lebih nyaman dari segi suhu ruangan karena bisa menyesuaikan dengan suhu luar.
  • Tahan terhadap api.
  • Jarang terjadi retak-retak pada dinding
    Tidak membutuhkan perekat yang khusus.
Kekurangan batu bata merah
  • Bentuknya yang tidak seragam menimbulkan kesulitan dalam membangun dinding yang rapi.
  • Boros dalam penggunaan bahan perekat sebab memiliki siar yang besar.
  • Gampang menyerap suhu sehingga terasa panas saat musim kemarau dan dingin ketika musim penghujan.
  • Tingkat kualitas tidak bisa diketahui dengan pasti karena dibuat secara tradisional.
  • Pemasangan yang tidak rapi mengharuskan penerapan bahan plesteran yang tebal.
  • Memiliki bobot yang lebih berat daripada bata ringan sehingga harus ditopang struktur yang rumit.
  • Waktu pengeringanmya cenderung lebih lama ketimbang material-material yang lain.

2. Batu Bata Batako

batu bata batakoSelain batu bata merah, jenis lain yang sering digunakan adalah batu bata batako. Bahan untuk membuatnya adalah pasir dan semen. Biasanya, bangunan yang menggunakan bahan pembuat dinding ini adalah gudang, pos jaga dan pagar. Ukuran batako relatif lebih besar dibandingkan dengan batu bata merah. Harga batu bata batako juga lebih mahal. Namun, karena ukuran batu bata batako cenderung lebih besar sehingga membuat pemasangan lebih mudah dan cepat. Selain itu, beratnya pun lebih ringan jika dibandingkan bata merah. Anda bisa menggunakannya untuk bangunan lebih dari satu lantai.

Batako cocok digunakan untuk pembangunan dinding luar rumah. Bata ini memiliki sifat kuat dan kedap air. Jika rumah Anda berada di lokasi yang dikelilingi banyak air, bahan ini cocok dipilih. Sementara itu, batako memiliki kekurangan yaitu kurang cocok digunakan di daerah tropis seperti Indonesia. Mengapa? Sebab bahannya menyimpan panas sehingga membuat suasana rumah kurang nyaman karena terasa pengap dan panas. Selain itu, batako lebih mudah retak bisa terkena benturan.

Kelebihan Batako:
  • Pembuatannya relatif mudah dan ukuran seragam.
  • Ukuran batako yang besar, membuat waktu dan biaya pemasangan lebih hemat.
  • Batako yang berlubang berfungsi sebagai isolasi udara.
  • Ukuran yang seragam membuat pemasangan yang lebih rapi. Bahkan bisa tidak diplester untuk tampilan dinding ekspos.
  • Lebih mudah dipotong.
  • Sebelum pemakaian tidak perlu direndam air.
  • Kedap air sehingga sangat kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
  • Beban lebih ringan dibanding bata merah.
Kekurangan Batako:
  • Kekuatannya lebih rendah dari bata merah.
  • Mudah retak atau pecah apalagi jika lubang tidak diisi adukan semen.
  • Kurang baik untuk insulasi panas dan suara.

3. Batu Bata Hebel

batu bata ringanBaru-baru ini batu bata hebel cukup populer. Bata hebel (celcon) sering disebut sebagai batu bata ringan. Jenis bata ini muncul seiring dengan pertumbuhan teknologi dan tren industri. Proses pembuatan bata hebel adalah melalui proses kimiawi dan dilakukan di pabrik. Adapun material yang digunakan adalah campuran pasir kuarsa, kapur, semen, air, dan gypsum. Lalu, ditambah dengan bahan almunium pasta untuk bahan pengembang.

Kelebihan batu bara ringan hebel adalah bentuknya rapi dan presisi karena proses pembuatannya di pabrik, bukan secara manual. Hal tersebut membuat proses pemasangan lebih mudah. Keuntungan lainnya adalah dapat menyerap panas dengan baik sehingga rumah akan terasa nyaman karena sejuk. Tak hanya itu saja, jenis produk ini memiliki daya serap air yang tinggi. Bobotnya juga lebih ringan sehingga beban struktur bangunan bisa semakin kecil. untuk masalah kekokohannya, batu bata hebel bisa diadu dengan bata merah.

Sayangnya, ada kekurangan yang dimilikinya. Kekurangannya yaitu dibutuhkan perekat khusus untuk proses pemasangannya. Adapun yang sering digunakan adalah semen instan. Tukang bangunan yang memasang haruslah memiliki keahlian khusus. Selain itu, kekurangan lainnya adalah harga batu bata hebel atau bata ringan lebih mahal sebab merupakan buatan pabrik. Biasanya, jenis ini susah didapatkan.

Kelebihan Bata Ringan:
  • Memiliki ukuran dan kualitas yang seragam, juga mudah dipotong sehingga dapat menghasilkan dinding yang rapi.
  • Tidak memerlukan siar yang tebal sehingga menghemat penggunaan perekat.
  • Lebih ringan dari pada bata biasa sehingga memperkecil beban struktur.
  • Ukuran lebih besar, sehingga pengangkutan lebih mudah dilakukan dan pelaksanaan lebih cepat daripada bata merah.
  • Tidak diperlukan plesteran yang tebal, umumnya cukup sekitar 2,5 cm.
  • Kedap air, sehingga kecil kemungkinan terjadinya rembesan air.
  • Mempunyai kekedapan suara yang baik.
  • Kuat tekan yang tinggi.
  • Mempunyai ketahanan yang baik terhadap gempa bumi.
Kekurangan Bata Ringan:
  • Karena ukurannya yang besar, untuk pekerjaan dengan ukuran tanggung, menghasilkan sisa yang cukup banyak.
  • Menggunakan perekatnya khusus. Kini populer disebut semen instan, saat ini sudah banyak tersedia dengan berbagai merk.
  • Diperlukan keahlian khusus untuk memasang bata ringan untuk mencapai hasil yang maksimal.
  • Jika terkena air, maka untuk menjadi benar-benar kering dibutuhkan waktu yang lebih lama dari bata biasa.
  • Harga relatif lebih mahal daripada bata merah.
  • Lebih sulit didapat, umumnya hanya toko material besar yang menjual bata ringan.
  • Dijual dalam volume (m3) yang besar.

4. Batu Bata Berlubang

batu bata berlubangSalah satu jenis batu bata buat rumah yang cukup unik adalah batu bata berlubang. Ada juga yang menyebutnya batu bata bolong. Disebut demikian karena ada lubang silinder yang terdapat pada ketebalannya. Bobotnya pun ringan. Untuk memasang bata ini, dibutuhkan perekat sedikit tanah liat. Proses pembuatannya cukup mudah dan cepat. Bahkan, pengeringannya pun cepat. Produk ini memiliki bentuk yang beragam mulai dari balok, melingkar hingga melintang.

Pemasangannya harus memperhatikan jarak antar sisi dengan tepi lubang-lubangnya. Sebaiknya tidak kurang dari 10 mm. sebelum digunakan, sebaiknya rendam dalam air selama kurang lebih 24 jam. Lalu, jemur di bawah panas matahari. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kualitasnya.

Kelebihan batu bata berlubang:
  • Banyak variasi bentuk.
  • Bobot ringan.
  • Pengeringan cepat

5. Batu bata purpose made

batu bata purpose made Yang kelima adalah jenis batu bata purpose made atau batu bata custom. Sesuai dengan namanya, produk ini bisa digunakan untuk beragam keperluan. Bahan untuk membuat jenis ini adalah tanah liat dan pasir. Biasanya orang menggunakan bata ini untuk area kusen pintu dan jendela. Dari segi kekuatannya, produk ini cukup kuat. Bata ini bisa menahan guncangan tinggi. Bahkan, untuk jenis bata purpose made tertentu ditambah bahan-bahan kimia pada proses pembuatannya.

Kelebihan batu bata purpose made adalah cukup kuat dan bisa menahan guncangan tinggi. Kekurangan batu bata purpose made adalah harganya yang relatif mahal.

6. Bataton

batatonSekilas bataton atau bata beton, memang mirip dengan batako. Bentuk bataton bervariasi karena disesuaikan dengan kebutuhan bangunan. Di bagian dalam biasanya terdapat lubang yang bisa digunakan untuk menaruh rangka besi, saluran pipa, kabel, dan beberapa keperluan lainnya.

Bataton dibuat dari campuran pasir, semen, kerikil, agregat, air dan bahan aditif lainnya. Bahan tersebut dicetak dalam berbagai bentuk sesuai kebutuhan.

Bataton juga menyediakan beberapa pilihan bentuk dan ukuran. Sehingga membuatnya bisa bersatu dengan sistem konstruksi dan membuat pengerjaan dinding lebih cepat.

Ada 3 jenis bataton, yaitu:

  1. Bata beton Interlock: Di kedua sisinya terdapat cekungan dan tonjolan yang ketika disatukan akan saling mengunci.
  2. Bata beton Aerasi: Satu bata beton aerasi setara dengan tujuh bata merah. Bata ini tahan air, api dan kedap suara karena dibuat dengan mesin berteknologi tinggi.
  3. Bata beton berongga: Terdiri dari beberapa bentuk, seperti profil H untuk badan dinding, profil U untuk balok pengikat pondasi, balok pengaku dan babaton bentuk kolom. Rongga tengahnya bisa digunakan untuk pipa, kabel dan sebagainya.

Bataton memiliki banyak kelebihan. Sehingga penggunaan material ini cukup banyak digandrungi.

Kelebihan Bataton:
  • Banyak variasi bentuk.
  • Rongga bataton berperan sebagai isolator panas.
  • Proses konstruksi lebih ekonomis dibandingkan bata merah.
  • Memiliki bobot ringan, sehingga cocok untuk rumah bertingkat.
  • Ukurannya yang besar dapat menghemat waktu pengerjaan.

7. Batu Bata Ekspos

batu bata eksposSekarang ini, bata ekspos memang banyak digandrungi hunian modern, khususnya untuk desain interior rumah. Desain dengan bata ekspos dapat menciptakan kesan natural, sekaligus bisa di dekorasi dengan berbagai macam konsep, mulai dari industrial, rustic hingga skandinavia.

Bata ekspos dibentuk dari tanah liat dan umumnya menggunakan jenis bata hias. Kemudian di press untuk menghasilkan ukuran seragam dan presisi. Dibanding batu bata biasa, bata hias memiliki tekstur lebih halus, padat, kuat dan pori-pori relatif kecil.

Penyusunannya ke dinding juga polosan, alias tanpa plester. Ini yang membuat dinding bata ekspos sangat diminati karena tekstur, warna, karakter dan bentuk batu bata akan tampak menonjol dalam ruangan.

Ada beberapa bata ekspos yang bisa dipilih, yaitu:

  • Bata terakota: terlihat tidak natural, tetapi memberi kesan bersih dan simple.
  • Bata tanah liat belang: warna tidak seragam yang akan menghadirkan nuansa eksentrik.
  • Bata KWD: bata hias yang masih menonjolkan tekstur bata lebih jelas. Paling ekonomis dan paling laris.

Tidak hanya untuk hunian minimalis, bata ekspos banyak digunakan untuk kafe, resto dan perkantoran. Jenis bata ini juga bisa diaplikasikan pada hunian modern ataupun mewah.

Kelebihan Bata Ekspos:
  • Hemat biaya karena tidak perlu material pelapis dinding, seperti acian, plester dan cat. Hanya perlu melapisinya dengan cairan coating untuk menghindari jamur.
  • Cocok untuk tema rustic, industrial maupun klasik.
  • Menciptakan suasana hangat pada ruangan.
Kekurangan Bata Ekspos:
  • Resiko retak dan menyebarkan debu.
  • Membutuhkan waktu lama dalam pemasangan karena perlu ketelitian untuk menghasilkan bata yang presisi.
  • Mudah ditumbuhi jamur dan lumut jika tidak ada lapisan yang melindunginya dari kelembaban udara.

Jenis Batu Bata dan Fungsinya Berdasarkan Bahan Baku

Berdasarkan bahan baku pembuatannya, batu bata digolongkan ke dalam 2 macam, yaitu:

1. Batu bata tanah liat

Batu bata yang terbuat dari tanah liat ini memiliki 2 kategori utama, yaitu:

batu bata merah biasa

Bata biasa memiliki permukaan dan warna yang tidak menentu. Bata ini digunakan untuk dinding yang ditutup dengan acian semen. Bata biasa seringkali disebut dengan bata merah.

Batu bata expose

Pengertian batu bata expose adalah jenis batu bata yang memiliki permukaan baik, licin dan mempunyai warna atau corak yang seragam.

Meski digunakan untuk dinding juga, namun bata ekspos tidak perlu ditutup lagi dengan semen. Bata expose biasa disebut dengan bata muka atau batu bata tanpa plester.

Bata merah biasa dan bata ekspos adalah 2 jenis batu bata untuk rumah yang paling banyak digunakan, terutama bagian tembok. Ukurannya adalah panjang 21 cm, lebar 10 cm dan tebal 5.5 cm.

2. Batu bata dari campuran pasir-kapur

Sesuai dengan namanya, batu bata ini dibuat dari campuran kapur dan pasir. Perbandingan kapur dan pasir adalah 1:8. Air ditambahkan dan ditekan kedalam campuran sehingga membentuk batu bata yang sangat padat.

Jenis batu bata ini biasa digunakan untuk bagian dinding yang terendam air dan memerlukan kekuatan tinggi seperti untuk jalan atau pagar rumah.

Jenis-jenis batu bata dan Kegunaannya berdasarkan proses pembuatannya

Berdasarkan proses pembuatannya, dikenal 2 macam batu bata, yaitu:

1. Batu bata konvensional

Ciri-ciri batu bata konvensional adalah dibuat dengan cara tradisional menggunakan alat cetakan bata sederhana.

Cara pembuatan

Cara pembuatannya adalah:

  • Siapkan tanah liat atau tanah lempung.
  • Bersihkan tanah liat tersebut dari kerikil, sampah atau batu kecil.
  • Beri sedikit air.
  • Aduk sehingga menjadi adonan siap cetak.
  • Cetak adonan tanah liat menggunakan cetakan bentuk kotak-kotak. Cetakan batu bata biasanya terbuat dari kayu yang secara sederhana dibuat menjadi kotak.
  • Keluarkan dari cetakan dan jemur di bawah matahari sampai kering.

Kelebihan dan kekurangan batu bata konvensional

Kelebihan jenis batu bata konvensional adalah harga jual lebih murah. Kekurangan batu bata konvensional adalah:

  • Bentuk yang tidak selalu sama
  • Kurang rapi permukaannya
  • Bertekstur kasar

Ini dapat dipahami karena pembuatan batu bata konvensional menggunakan alat-alat yang sederhana. Selain itu, lebih mengutamakan sumber daya manusia dalam pembuatannya. Istilah lainnya adalah padat karya.

2. Batu bata pres

Pembuatan batu bata ini menggunakan bantuan mesin cetak atau mesin press. Karakteristik batu bata press ini adalah:

  • Memiliki tekstur halus.
  • Memiliki ukuran yang sama.
  • Terlihat lebih rapi permukaannya.

Jenis Pemasangan Batu Bata

Jenis pasangan/ pemasangan batu bata perlu anda ketahui untuk dapat memasang bata, baik sebagai pondasi maupun buat komponen tembok. Berikut ini beberapa jenis sambungan/ ikat/ ikatan pada pemasangan batu bata yang dilansir dari laman theconstructor.org:

  • Struck Joint
  • Concave Joint
  • Weathered Joint
  • Raked Joint
  • V Joint
  • Flush Joint
  • Extruded Joint

Berikut gambar jenis sambungan batu bata. Pemasangan tersebut bisa diaplikasikan pada semua macam bata seperti:

  • Batu bata hebel
  • Batu bata putih
  • Batu bata ringan
  • Batako
  • Bata alam

Standar Batu Bata

Pembuatan batu bata harus memiliki standardisasi, karena dalam pembuatan batu bata merupakan syarat mutlak dan menjadi suatu acuan penting dari sebuah industri di suatu negara khususnya di Indonesia.

Standardisasi menurut Organisasi Internasional (ISO) merupakan proses penyusunan dan pemakaian aturan-aturan untuk melaksanakan suatu kegiatan secara teratur demi keuntungan dan kerjasama semua pihak yang berkepentingan, khususnya untuk meningkatkan ekonomi keseluruhan secara optimum dengan memperhatikan kondisi-kondisi fungsional dan persyaratan keamanan.

Adapun syarat-syarat batu bata dalam SNI 15-2094-2000 dan SII-0021-78 meliputi beberapa aspek seperti:

a. Sifat Tampak

Batu bata merah harus berbentuk prisma segi empat panjang, mempunyai rusuk-rusuk yang tajam dan siku, bidang sisinya harus datar, tidak menunjukkan retak-retak.

b. Ukuran dan Toleransi

Standar Bata Merah di Indonesia oleh BSN (Badan Standardisasi Nasional) nomor 15-2094-2000 menetapkan suatu ukuran standar untuk bata merah sebagai berikut:

Tabel 1. Ukuran dan Toleransi Bata Merah Pasangan Dinding

Modul Tebal (mm) Lebar (mm) Panjang (mm)
M-5a 65 ± 2 90 ± 3 190 ± 4
M-5b 65 ± 2 100 ± 3 190 ± 4
M-6a 52 ± 3 110 ± 4 230 ± 4
M-6b 55 ± 3 110 ± 6 230 ± 5
M-6c 70 ± 3 110 ± 6 230 ± 5
M-6d 80 ± 3 110 ± 6 230 ± 5

Sumber: SNI 15-2094-2000

c. Kuat Tekan

Besarnya kuat tekan rata-rata dan koefisien variasi yang diijinkan untuk bata merah untuk pasangan dinding sesuai Tabel 2.

Tabel 2. Klasifikasi Kekuatan Bata

Kelas Kekuatan Tekan Rata-Rata Batu Bata Koefisien Variasi Izin
Kg/cm² N/mm²
50 50 5,0 22%
100 100 10 15%
150 150 15 15%

Sumber : (SNI 15-2094-2000)

d. Garam Berbahaya

Garam yang mudah larut dan berbahaya, antara lain : Magnesium Sulfat (MgSO4), Natrium Sulfat (Na2SO4), Kalium Sulfat (K2SO4), dan kadar garam maksimum 1,0%, tidak boleh menyebabkan lebih dari 50% permukaan batu bata tertutup dengan tebal akibat pengkristalan garam.

e. Kerapatan Semu

Kerapatan semu minimum bata merah pasangan dinding adalah 1,2 gram/cm3.

f. Penyerapan Air

Penyerapan air maksimum bata merah pasangan dinding adalah 20%.

Dalam pemilihan batu bata, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, yaitu:

  1. Usahakan memilih batu bata yang ukurannya seragam, untuk mendapatkan hasil pasangan bata yang rata dan rapi.
  2. Selain itu kandungan pada batu bata tidak terlalu basah dan tidak terlalu kering, yang bertujuan untuk mendapatkan pengikatan yang maksimal antara bata dengan campuran adukan (spesi).
  3. Dalam pemilihan bata secara fisik dan visual, dapat dicek dengan mengetok bata dan merasakan beratnya. Bata merah yang bagus akan terdengar bunyi nyaring saat diketok dan tidak terlalu berat. Jika bobotnya lebih berat dan tidak terdengar bunyi nyaring, merupakan tanda bahwa bata merah tidak bagus dan akan mudah pecah, bahkan bisa hancur.
  4. Pengamatan visual yang lain, yaitu bahwa bata merah yang bagus jika diamati permukaannya padat, tidak porus dan jumlah rongganya tidak terlalu banyak.
  5. Untuk dinding yang dibuat dengan sistem bata ekspos, baik menggunakan batu bata merah maupun batu bata muka, sebaiknya menggunakan batu bata yang memiliki ukuran kecil sehingga susunan bata ekspos terliat rapi dan rapat.
  6. Sedangkan untuk dinding bata yang difinishing dengan plesteran, biasanya menggunakan bata dengan ukuran yang lebih besar dan susunannya juga tidak terlalu rapat, karena akan dilapisi dengan campuran adukan (spesi).

Cara Memasang Batu Bata

  • Pemasangan batu nol. Kenapa dinamakan batu nol? Karena pemasangan batu nol biasanya dilakukan sampai ketinggian nol pada bangunan rumah atau gedung. Batu nol dipasang di atas sloof atau pondasi menerus, dengan mengacu pada gambar denah yang sudah dibuat sebelumnya. Batu nol harus dipasang seakurat mungkin agar sama dengan gambar rencana pembangunan. Gunakan benang acuan saat pemasangan batu nol agar tercipta pasangan bata yang lurus dan rapi.
  • Pemasangan lanjutan. Setelah memasang batu nol, kita dapat melanjutkan pemasangan dinding bata lain di atasnya. Pemasangan lanjutan ini juga harus tetap dikontrol dengan benang acuan.
  • Berikan jarak pada setiap pertemuan antara batu bata dan besi kolom. Besi dan batu bata sebaiknya memiliki jarak minimal 2.5 cm – 3 cm, agar proses pengecoran kolom nantinya dapat dilakukan dengan baik dan padat.
  • Lakukan pengecoran kolom pada ketinggian tertentu. Lakukan pengecoran pada kolom saat ketinggian batu bata kira-kira sudah mencapai 1,2 m – 1,5 m. Hal ini dilakukan untuk mencegah batu bata agar tidak ambruk atau rubuh, sebelum dilanjutkan dengan memasang batu bata lain di atasnya. Pengecoran juga sebaiknya dilakukan pada saat batu bata telah mengering.

Mengenai cara pemasangan batu bata yang lengkap, silahkan baca artikel berikut ini Cara Pemasangan Dinding Pasangan Batu Bata Yang Benar Dalam Konstruksi Bangunan.

Tahapan atau Proses Pembakaran Batu Bata

Proses pembakaran batu bata sangat penting dilaksanakan oleh orang yang sudah ahli dalam menentukan baik atau tidaknya batu bata yang sudah dibakar. Jika pembakarannya gagal, maka batu bata tidak bias di daur ulang kembali karena bahan pembuatan batu bata dibakar sekali tidak ada pembakaran yang kedua kali.

Batu Bata pada proses pembakaran akan disusun secara bertingkat dan bagian bawah tumpukan batu bata tersebut akan diberi semacam terowongan untuk memasukan kayu bakar pada proses pembakaran batu bata. Pada bagian atas akan diberikan sekam padi atau kayu bakar untuk proses pematangan pada bagian atas batu bata. Panas yag akan menyebar dengan baik akan dapat membuat batu bata matang dengan sempurna.

Proses penjemuran batu bata dapat memakan waktu selama 2 hari jika pada saat cuaca yang mendukung, tetapi jika pada saat musim hujan maka proses penjemuran dapat memakan waktu yang cukup lama bisa sampai seminggu penjemuran batu bata.

Batu bata dengan kualitas yang baik dapat dilihat dari kematangan yang sempurna, jika batu bata yang yang mengalami pembakaran sempurna maka akan berwarna kemerahan pada bagian seluruh batu bata tetapi pada batu bata yang kurang bagus maka akan ada warna kehitaman pada bagian sisi batu bata yang akan mengakibatkan kekuatan batu bata berkurang dibanding kekuatan batu bata dengan proses pematangan yang sempurna.

Proses pembakaran batu bata ini adalah dibakar di tungku pembakaran (lio). Berikut ini cara pembakaran batu bata yang baik:

  1. Batu bata yang sudah kering kemudian disusun. Susunan batu bata mentah tersebut menyerupai bangunan yang tinggi.
  2. Setelah itu, dibakar menggunakan kayu bakar dan sekam. Dalam pembakaran batu bata biasa menggunakan rumput atau sekam yang akan membuat batu bata memilki lubang-lubang kecil menyerupai pori-pori.
  3. Jangka waktu pembakaran kurang lebih selama 1-3 hari, sampai batu terlihat hangus.
  4. Suhu api pada saat pembakaran dapat mencapai 1000 derajat Celcius.

Untuk lebih jelasnya berikut video mengenai cara pembuatan bata (sebagai sampel adalah batu bata merah) dibawah ini.

Nah teman-teman, mungkin itu saja penjelasan mengenai pengertian batu bata secara lengkap. Semoga dengan adanya artikel ini kita bisa mengetahui lebih mendalam mengenai batu bata dalam ilmu bangunan. Jangan lupa share artikel ini jika bermanfaat untuk orang lain. Ikuti terus perbaruan artikel blog ini dengan cara like fanspage kita “Asdar Blog” di Facebook. Sampai jumpa di artikel berikutnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama anda disini