Beranda Struktur Bangunan Pengertian Kolom: Definisi, Fungsi, Jenis-Jenis, Dasar Perhitungan, Material Penyusun, dan Proses Pekerjaan...

Pengertian Kolom: Definisi, Fungsi, Jenis-Jenis, Dasar Perhitungan, Material Penyusun, dan Proses Pekerjaan Kolom

637
1
BERBAGI
Bagi yang berminat guest post, blog ini menyediakan form guest post untuk kalian yang ingin blognya mendapat kunjungan dari blog ini. Silahkan kunjungi melalui link guest post.
pengertian kolom
pengertian kolom

Assalamualaikum wr. wb. rekan-rekan sekalian, apa kabar kalian hari ini? Saya doakan semoga sehat selalu. Berikut saya akan menjelaskan pengertian kolom yang mungkin bagi sebagian orang tidak mengetahui arti sebenarnya itu apa. Oke, dari pada berlama-lama, mari simak penjelasannya dibawah ini.

Pengertian Kolom

Kolom atau pilar adalah istilah teknik arsitektur yang merujuk kepada elemen struktural yang meneruskan tekanan, yaitu berat struktur di bagian atas (misalnya atap) ke elemen struktur lain di bawahnya (landasan atau pondasi). Dengan kata lain, sebuah kolom adalah anggota kompresi. Istilah kolom biasanya diterapkan kepada struktur penopang berpenampang lingkaran (batangkolom) dengan kapital dan dasar atau pedestal. [wikipedia]

Kolom adalah batang tekan vertikal dari rangka struktur yang memikul beban dari balok. Kolom merupakan suatu elemen struktur tekan yang memegang peranan penting dari suatu bangunan, sehingga keruntuhan pada suatu kolom merupakan lokasi kritis yang dapat menyebabkan runtuhnya (collapse) lantai yang bersangkutan dan juga runtuh total (total collapse) seluruh struktur (Sudarmoko, 1996).

kolom adalah bagian terpenting dari sebuah bangunan yang merupakan penghubung antar dinding yang juga berfungsi sebagai pengaku dan penerus beban baik dari dinding maupun dari bangunan atas atau atap ke pondasi lalu ke tanah keras.

Definisi Kolom

SK SNI T-15-1991-03 mendefinisikan kolom adalah komponen struktur bangunan yang tugas utamanya menyangga beban aksial tekan vertikal dengan bagian tinggi yang tidak ditopang paling tidak tiga kali dimensi lateral terkecil.

Adapun campuran beton dari kolom ini yaitu semen, pasir beton, split serta menggunakan tulangan besi. Kekuatan beton yang digunakan pada suatu bangunan disesuaikan dengan beban yang ada pada bangunan tersebut.

Beton kolom sendiri dapat di buat secara manual dengan adukan manusia dan site mix (adukan beton dilapangan dengan menggunakan molen) dan ready mix (adukan beton yang langsung di beli dari perusahaan penyedia beton). Kekuatan beton kolom sendiri ada berbagai macam seperti (K-225, K-250, K 300, K-350, K-400, K-450, dan lain sebagainya).

Kesimpulannya, sebuah bangunan akan aman dari kerusakan bila besar dan jenis pondasinya sesuai dengan perhitungan. Namun, kondisi tanah pun harus benar-benar sudah mampu menerima beban dari pondasi. Kolom menerima beban dan meneruskannya ke pondasi, karena itu pondasinya juga harus kuat, terutama untuk konstruksi rumah bertingkat, harus diperiksa kedalaman tanah kerasnya agar bila tanah ambles atau terjadi gempa tidak mudah roboh.

Fungsi Kolom

Fungsi kolom adalah sebagai penerus beban seluruh bangunan ke pondasi. Bila diumpamakan, kolom itu seperti rangka tubuh manusia yang memastikan sebuah bangunan berdiri. Kolom termasuk struktur utama untuk meneruskan berat bangunan dan beban lain seperti beban hidup (manusia dan barang-barang), serta beban hembusan angin.

Kolom berfungsi sangat penting, agar bangunan tidak mudah roboh. Beban sebuah bangunan dimulai dari atap. Beban atap akan meneruskan beban yang diterimanya ke kolom. Seluruh beban yang diterima kolom didistribusikan ke permukaan tanah di bawahnya.

Fungsi kolom dalam bangunan sangat penting, karena berkaitan dengan kestabilan dan ketahanannya. Struktur kolom biasanya terbuat dari besi dan beton. Kombinasi keduanya dapat melindungi bangunan dari tarikan dan tekanan. Namun, Anda harus tahu dahulu jenis dan bentuk kolom yang sering dipakai dalam konstruksi bangunan.

Jenis-Jenis Kolom

Kolom diklasifikasikan berdasarkan bentuk dan susunan tulangnya, cara pembebanan, posisi beban pada penampang dan panjang kolom dan hubungannya dengan dimensi lateral.

Menurut Wang (1986) dan Ferguson (1986), jenis- jenis kolom ada tiga, yaitu:

  1. Kolom ikat (tie column)
  2. Kolom spiral (spiral column)
  3. Kolom komposit (composite column)

jenis jenis kolomDalam buku struktur beton bertulang (Istimawan dipohusodo, 1994), ada tiga jenis kolom beton bertulang yaitu:

  1. Kolom menggunakan pengikat sengkang lateral. Kolom ini merupakan kolom beton yang ditulangi dengan batang tulangan pokok memanjang, yang pada jarak spasi tertentu diikat dengan pengikat sengkang ke arah lateral. Tulangan ini berfungsi untuk memegang tulangan pokok memanjang agar tetap kokoh pada tempatnya.
  2. Kolom menggunakan pengikat spiral. Bentuknya sama dengan yang pertama hanya saja sebagai pengikat tulangan pokok memanjang adalah tulangan spiral yang dililitkan keliling membentuk heliks menerus di sepanjang kolom. Fungsi dari tulangan spiral adalah memberi kemampuan kolom untuk menyerap deformasi cukup besar sebelum runtuh, sehingga mampu mencegah terjadinya kehancuran seluruh struktur sebelum proses redistribusi momen dan tegangan terwujud.
  3. Struktur kolom komposit. Merupakan komponen struktur tekan yang diperkuat pada arah memanjang dengan gelagar baja profil atau pipa, dengan atau tanpa diberi batang tulangan pokok memanjang.

Berdasarkan kelangsingannya, kolom dapat dibagi atas:

  • Kolom Pendek, dimana masalah tekuk tidak perlu menjadi perhatian dalam merencanakan kolom karena pengaruhnya cukup kecil.
  • Kolom Langsing, dimana masalah tekuk perlu diperhitungkan dalam merencanakan kolom.

Untuk kolom pada bangunan sederhana, bentuk kolom ada dua jenis yaitu kolom utama dan kolom praktis.

kolom utama dan kolom praktis
kolom utama dan kolom praktis
a. Kolom Utama

Yang dimaksud dengan kolom utama adalah kolom yang fungsi utamanya menyangga beban utama yang berada diatasnya. Untuk rumah tinggal disarankan jarak kolom utama adalah 3.5 m, agar dimensi balok untuk menompang lantai tidak tidak begitu besar, dan apabila jarak antara kolom dibuat lebih dari 3.5 meter, maka struktur bangunan harus dihitung.

Sedangkan dimensi kolom utama untuk bangunan rumah tinggal lantai 2 biasanya dipakai ukuran 20/ 20, dengan tulangan pokok 8 d 12 mm, dan begel d 8-1 0cm (8 d 12 maksudnya jumlah besi beton diameter 12 mm 8 buah, 8 – 10 cm maksudnya begel diameter 8 dengan jarak 10 cm).

b. Kolom Praktis

Kolom praktis adalah kolom yang berfungsi membantu kolom utama dan juga sebagai pengikat dinding agar dinding stabil, jarak kolom maksimum 3,5 meter, atau pada pertemuan pasangan bata, (sudut- sudut). Dimensi kolom praktis 15/ 15 dengan tulangan beton 4 d 10 begel d 8- 20.

Letak kolom dalam konstruksi. Kolom portal harus dibuat terus menerus dari lantai bawah sampai lantai atas, artinya letak kolom-kolom portal tidak boleh digeser pada tiap lantai, karena hal ini akan menghilangkan sifat kekakuan dari struktur rangka portalnya. Jadi harus dihindarkan denah kolom portal yang tidak sama untuk tiap- tiap lapis lantai. Ukuran kolom makin ke atas boleh makin kecil, sesuai dengan beban bangunan yang didukungnya makin ke atas juga makin kecil.

Perubahan dimensi kolom harus dilakukan pada lapis lantai, agar pada suatu lajur kolom mempunyai kekakuan yang sama. Prinsip penerusan gaya pada kolom pondasi adalah balok portal merangkai kolom-kolom menjadi satu kesatuan. Balok menerima seluruh beban dari plat lantai dan meneruskan ke kolom-kolom pendukung.

Hubungan balok dan kolom adalah jepit- jepit, yaitu suatu sistem dukungan yang dapat menahan momen, gaya vertikal dan gaya horizontal. Untuk menambah kekakuan balok, di bagian pangkal pada pertemuan dengan kolom, boleh ditambah tebalnya.

Dasar-Dasar Perhitungan

Menurut SNI-03-2847-2002 ada empat ketentuan terkait perhitungan kolom:

  1. Kolom harus direncanakan untuk memikul beban aksial terfaktor yang bekerja pada semua lantai atau atap dan momen maksimum yang berasal dari beban terfaktor pada satu bentang terdekat dari lantai atau atap yang ditinjau. Kombinasi pembebanan yang menghasilkan rasio maksimum dari momen terhadap beban aksial juga harus diperhitungkan.
  2. Pada konstruksi rangka atau struktur menerus pengaruh dari adanya beban tak seimbang pada lantai atau atap terhadap kolom luar atau dalam harus diperhitungkan. Demikian pula pengaruh dari beban eksentris karena sebab lainnya juga harus diperhitungkan.
  3. Dalam menghitung momen akibat beban gravitasi yang bekerja pada kolom, ujung-ujung terjauh kolom dapat dianggap jepit, selama ujung-ujung tersebut menyatu (monolit) dengan komponen struktur lainnya.
  4. Momen-momen yang bekerja pada setiap level lantai atau atap harus didistribusikan pada kolom di atas dan di bawah lantai tersebut berdasarkan kekakuan relative kolom dengan juga memperhatikan kondisi kekekangan pada ujung kolom.

Adapun dasar-dasar perhitungannya sebagai berikut:

  1. Kuat perlu
  2. Kuat rancang
  3. No. Kondisi Faktor reduksi (ΓΈ)
  4. Lentur tanpa beban aksial 0.8
  5. Aksial tarik dan aksial tarik dengan lentur 0.8
  6. Aksial tekan dan aksial tekan dengan lentur
    a. Tulangan spiral maupun sengkang ikat
    b. Sengkang biasa: 0.7, 0.65

Material Penyusun

Material struktur dalam kolom dibuat dari besi dan beton. Keduanya merupakan gabungan antara material yang tahan tarikan dan tekanan. Besi adalah material yang tahan tarikan, sedangkan beton adalah material yang tahan tekanan. Gabungan kedua material ini dalam struktur beton memungkinkan kolom atau bagian struktural lain seperti sloof dan balok bisa menahan gaya tekan dan gaya tarik pada bangunan.

Ditinjau dari fungsinya, material pembentuk beton adalah semen dan air untuk membentuk pasta semen sebagai perekat yang bersama dengan agregat halus membentuk mortar yang berfungsi mengikat agregat kasar menjadi satu kesatuan yang kompak.

Agregrat kasar (batu kerikil) berfungsi sebagai pengisi untuk memberikan kekuatan dan memperkecil penyusutan, sedangkan mortar akan menutupi seluruh permukaan agregat kasar dimana setelah mengeras akan menjadi satu kesatuan massa yang kompak dan padat.

Proses Pekerjaan Kolom

Proses pekerjaan kolom adalah sebagai berikut:

1. Pekerjaan lantai kerja dan beton decking

Lantai kerja dibuat setelah dihamparkan pasir dengan ketebalan yang cukup sesuai gambar dan spesifikasi. Digunakan beton decking untuk menjaga posisi tulangan dan memberikan selimut beton yang cukup.

2. Pekerjaan pembesian

Fabrikasi pembesian dilakukan di tempat fabrikasi, setelah lantai kerja siap maka besi tulangan yang telah terfabrikasi siap dipasang dan dirangkai di lokasi. Pembesian pile cap dilakukan terlebih dahulu, setelah itu diikuti dengan pembesian sloof. Panjang penjangkaran dipasang 30 x diameter tulangan utama.

3. Pekerjaan bekisting

Bekisting dibuat dari multiplex 9 mm yang diperkuat dengan kayu usuk 4/6 dan diberi skur-skur penahan agar tidak mudah roboh. Jika perlu maka dipasang tie rod untuk menjaga kestabilan posisi bekisting saat pengecoran.

4. Pekerjaan kontrol kualitas

Sebelum dilakukan pengecoran, perlu dilakukan kontrol kualitas yang terdiri atas dua tahap yaitu:

Sebelum pengecoran

Sebelum pengecoran dilakukan kontrol kualitas terhadap:

  • Posisi dan kondisi bekisting.
  • Posisi dan penempatan pembesian.
  • Jarak antar tulangan.
  • Panjang penjangkaran.
  • Ketebalan beton decking.
  • Ukuran baja tulangan yang digunakan.
  • Posisi penempatan water stop.
Pada saat pengecoran

Pada saat berlangsungnya pengecoran, campuran dari concrete mixer truck diambil sampelnya. Sampel diambil menurut ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi.

Pekerjaan kontrol kualitas ini akan dilakukan bersama-sama dengan konsultan pengawas untuk selanjutnya dibuat berita acara pengesahan kontrol kualitas.

5. Pekerjaan pengecoran

Pengecoran dilakukan secara langsung dan menyeluruh yaitu dengan menggunakan Concrete Pump Truck. Pengecoran yang berhubungan dengan sambungan selalu didahului dengan penggunaan bahan Bonding Agent.

6. Pekerjaan curing

Curing dilakukan sehari ( 24 jam ) setelah pengecoran selesai dilakukan dengan dibasahi air dan dijaga/ dikontrol untuk tetap dalam keadaan basah.

Jadi, untuk kolom pada bangunan berlantai 2 atau lebih, di butuhkan kolom yang kuat dan kokoh sebagai dasar penopang beban yang besar dari atas, kolom yang baik untuk bangunan ini adalah dengan ukuran 30/40 atau 40/40 ke atas. Ukuran kolom ini disesuaikan dengan kebutuhan pada beban bangunan.

Sekian pembahasan kali ini mengenai pengertian kolom, semoga dengan membacanya bisa menambah ilmu pengetahuan rekan-rekan sekalian. Jangan lupa share artikel ini ke sosial media jika dirasa bermanfaat untuk orang banyak. Follow juga fanspage blog ini di facebook. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya. Semoga bermanfaat πŸ™‚

1 KOMENTAR

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama anda disini