Beranda Konstruksi Bangunan √ Pengertian Konstruksi Bangunan

√[Lengkap] Pengertian Konstruksi Bangunan

1325
0
BERBAGI
Bantu support blog asdar.id agar bisa lebih berkembang lagi untuk membagikan ilmu pengetahuan secara gratis. Caranya yaitu dengan menyisihkan sedikit rejeki anda melalui tombol Donasi. Semoga apa yang anda berikan bisa menjadi penolong di Akhirat kelak, Amin Ya Rabbal 'Alamin :-)
konstruksi bangunan
konstruksi bangunan

Halo rekan-rekan sekalian, apa kabar kalian hari ini? Saya doakan semoga sehat selalu. Artikel kita kali ini akan membahas mengenai pengertian konstruksi bangunan. Di karenakan banyak gambar-gambar bangunan pada blog ini, saya berniat ingin menjelaskannya juga tentang konstruksi bangunan.

Pengertian Konstruksi Bangunan

Konstruksi Bangunan terdiri dari dua suku kata yaitu konstruksi (construction) yang berarti membangun, dan bangunan yang berarti suatu benda yang dibangun atau didirikan untuk kepentingan manusia dengan tujuan, biaya dan waktu tertentu. Konstruksi bangunan adalah suatu cara atau teknik membuat / mendirikan bangunan agar memenuhi persyaratan kuat, awet, indah, fungsional dan ekonomis. Struktur berarti benda sedangkan konstruksi berarti teknik atau cara membuat (rekayasa).

Konstruksi merupakan suatu kegiatan dalam pembangunan sarana maupun prasarana. Dalam sebuah bidang arsitektur atau teknik sipil, sebuah konstruksi juga dikenal sebagai bangunan atau satuan infrastruktur pada sebuah atau beberapa area. Secara singkat, konstruksi didefinisikan sebagai objek keseluruhan bangunan yang terdiri dari bagian-bagian struktur. Misalnya, Konstruksi Struktur Bangunan adalah bentuk/bangun secara keseluruhan dari struktur bangunan. Contoh lain: Konstruksi Jalan Raya, Konstruksi Jembatan, Konstruksi Kapal, dan lain lain.

Konstruksi dapat juga didefinisikan sebagai susunan (model dan tata letak) suatu bangunan (jembatan, rumah, dan lainnya). Meskipun kegiatan konstruksi dikenal sebagai satu pekerjaan, tetapi pada kenyataannya konstruksi merupakan satuan kegiatan yang terdiri dari beberapa pekerjaan lain yang berbeda. Pada umumnya, kegiatan konstruksi diawasi oleh manajer proyek, insinyur desain, atau arsitek proyek. Orang-orang ini bertugas di dalam kantor, sedangkan pengawasan lapangan biasanya diserahkan kepada mandor proyek yang bertugas mengawasi buruh bangunan, tukang kayu, dan ahli bangunan lainnya untuk menyelesaikan fisik sebuah konstruksi.

Bangunan dikelompokkan kedalam 4 kelompok yaitu:

  1. Bangunan Gedung yaitu: kantor, hotel, rumah sakit, rumah dan sebagainya.
  2. Bangunan Transportasi yaitu: jalan, jembatan, terminal, rel kereta api, pelabuhan,lapangan terbang dan sebagainya.
  3. Bangunan Air yaitu: bendungan, saluran drainase, saluran irigasi, bangunan bagi, gorong-gorong dan sebagainya.
  4. Bangunan khusus yaitu: anjungan lepas pantai, menara jaringan listrik tegangan tinggi, menara pemancar radio, TV dan sebagainya.

Secara umum konstruksi bangunan harus memenuhi 5 syarat yaitu:

  1. Kuat dan awet, dalam arti tidak mudah rusak sehingga biaya pemeliharaan relatif menjadi lebih murah.
  2. Fungsional, dalam arti bentuk, ukuran dan organisasi ruangan memenuhi kebutuhan sesuai dengan fungsinya.
  3. Indah, dalam arti bentuknya enak dipandang mata .
  4. Higienis, dalam arti sirkulasi udara dan cahaya matahari cukup sehingga penghuninya merasa nyaman dan sehat.
  5. Ekonomis, dalam arti tidak terdapat pemborosan sehingga pembiayaan menjadi relatif lebih efisien dan efektif.
struktur bangunan
struktur bangunan

Sistem Bangunan

Sebuah sistem dapat didefinisikan sebagai suatu susunan bagian-bagian yang saling berhubungan atau saling tergantung satu sama lain, yang membentuk sebuah kesatuan kompleks dan berlaku untuk satu fungsi. Sebuah bangunan dapat diartikan sebagai wujud fisik dari beberapa sistem dan subsistem yang saling berhubungan, terkoordinasi, terintegrasi satu sama lain sekaligus dengan wujud tiga dimensinya, serta organisasi spasialnya secara utuh.

Sistem Struktural

Sistem struktural sebuah bangunan dirancang dan dikonstruksi untuk dapat menyokong dan menyalurkan gaya gravitasi dan beban lateral ke tanah dengan aman tanpa melampaui beban yang diizinkan atau yang dapat ditanggung oleh bagian­-bagian sistem struktur itu sendiri.

  1. Substruktur atau struktur bawah: adalah struktur dasar yang membentuk pondasi sebuah bangunan.
  2. Struktur: berupa kolom, balok, dan dinding penopang menyokong struktur lantai dan atap.
  3. Superstruktur atau struktur atas: adalah perpanjangan vertikal bangunan di atas pondasi.

Dari elemen-elemen bangunan tersebut diatas, selanjutnya dapat disusun sedemikian sehingga sesuai dengan fungsinya masing-masing dan se-efisien mungkin, karena elemen yang satu terhadap yang lain saling berkaitan menjadi satu-kesatuan dan kemudian disebut gedung atau rumah.

Sistem Selubung

Sistem selubung merupakan cangkang atau selimut bangunan yang terdiri dari atap, dinding eksterior, jendela, dan pintu.

  • Atap dan dinding eksterior melindungi ruang­-ruang interior dari cuaca, mengkontrol kelembaban, panas, dan aliran udara dengan susunan lapisan komponen konstruksi.
  • Dinding eksterior dan atap juga meredam kebisingan, serta memberikan keamanan dan privasi bagi penghuni bangunan.
  • Pintu memberikan akses fisik.
  • Jendela memberikan akses terhadap cahaya, udara, dan pemandangan.
  • Dinding interior dan partisi membagi ruang interior bangunan menjadi satuan ruang-ruang yang lebih kecil.

Sistem Mekanikal

Sistem mekanikal bangunan memberikan pelayanan yang penting bagi bangunan, diantaranya:

  1. Sistem pasokan air berfungsi menyediakan air untuk konsumsi dan sanitasi penghuni.
  2. Sistem pembuangan air berfungsi membuang limbah cair dan zat organik ke luar bangunan.
  3. Sistem pemanas, ventilasi, dan AC (air ­conditioning) berfungsi mengkondisikan keadaan ruang interior untuk kenyamanan penghuni.
  4. Sistem elektrikal berfungsi mengendalikan, mengukur, melindungi sumber daya listrik bangunan dan men­distribusikannya dengan aman untuk memenuhi kebutuhan kelistrikan.
  5. Sistem penerangan, keamanan, dan komunikasi Sistem transportasi vertikal (lift)yang berfungsi membawa crane dan barang dari satu lantai ke lantai lain dalam bangunan bertingkat sedang dan tinggi.
  6. Sistem kebakaran berfungsi mendeteksi dan memadamkan api.
  7. Struktur bangunan bertingkat tinggi mungkin memerlukan sistem pembuangan limbah serta sistem daur ulang.
konstruksi rumah dari kayu
konstruksi rumah dari kayu
konstruksi rumah dari baja
konstruksi rumah dari baja

Jenis-jenis Bangunan

Bangunan sebagai suatu benda hasil karya manusia umumnya besar dan mempunyai bobot yang tinggi serta dikerjakan oleh orang banyak. Mengingat banyaknya berbagai macam bangunan dalam bidang teknik, maka dapat dibedakan menjadi jenis-jenis sebagai berikut:

  1. Bangunan kering, yang diantaranya adalah gedung, rumah, jalan, pabrik, tempat ibadah, dan lain-lain.
  2. Bangunan basah, yang diantaranya adalah saluran air, menara air, dermaga, pelabuhan, bendungan, saluran irigasi dan lain sebagainya.

Mengingat ruang lingkup dan jenis bangunan yang cukup luas, maka dalam artikel ini hanya akan dibahas ilmu bangunan gedung saja.

Bagian-bagian Bangunan Gedung

Setiap bangunan merupakan suatu susunan yang terdiri dari komponen-komponen yang saling berhubungan antara satu dengan lainnya agar mendapatkan konstruksi yang stabil.

Ditinjau dari sisi susunannya, bagunan gedung dapat dibagi menjadi 3 (tiga) bagian yaitu sebagai berikut:

1. Bagian Bawah

Yaitu bagian-bagian bangunan yang terletak dibawah permukaan lantai atau bagian bangunan yang ada di dalam tanah, seperti balok beton (sloof), kolom beton dan pondasi. Bangunan bagian bawah ini berfungsi untuk menahan semua beban bangunan yang berada diatasnya termasuk beratnya sendiri.

2. Bagian Tengah

Yaitu bagian-bagian bangunan yang terletak diatas balok beton (sloof), seperti dinding, pintu dan jendela.

3. Bagian Atas

Yaitu bagian-bagian bangunan yang terletak diatas dinding (pasangan bata), seperti plafond, balok cincin (ring balk), rangka atap dan penutup atap.

Struktur bangunan adalah komponen penting dalam arsitektur. Untuk melindungi suatu ruang terhadap iklim dan bahaya-bahaya yang ditimbulkan oleh alam. Struktur atas menyalurkan beban ke dalam tanah. Struktur adalah sebuah sistem, artinya gabungan atau rangkaian dari berbagai macam elemen-elemen yang dirakit sedemikian rupa hingga menjadi satu kesatuan yang utuh.

Beban dibedakan dalam beberapa arti:

  • Beban Gravitasi: Tegak Lurus Kebumi, vertikal ke bumi, beban yang secara alami dimiliki oleh setiap benda di muka bumi.
  • Beban Lateral atau Horizontal: Tegak Lurus terhadap beban gravitasi atau mendatar relatif sejajar permukaan bumi.

Pembagian beban berdasarkan sebabnya:

  1. Beban yang disebabkan Alam (Geofisika): Arus dan Gelombang air, geothermal-uap dan gas, angin, gempa tektonik dan vulkanik, hujan, salju, dan sebagainya.
  2. Beban yang disebabkan Buatan Manusia (Man Made): Getaran kendaraan, suara buatan, ledakan bom, nuklir, benturan, pukulan, dan sebagainya.

Perbedaan beban hidup dan beban mati

Beban Mati:

  1. Berat Sendiri – Struktur dan Seisinya
  2. Sifatnya Permanen – Tetap, Statik
  3. Beban mati dapat dihitung dengan akurat – material dan komponennya jelas.

Contoh: Struktur dinding, lantai, atap, plafon, perlengkapan Sistem Mekanikal Elektrikal.

Beban Hidup:

  1. Salju, Air hujan, Es
  2. Tekanan Air,Tanah, dan Air Tanah
  3. Beban Angin

Beban Gempa:

  1. Pergeseran pada Patahan/plate
  2. Tanah Longsor, Tanah Turun pada lapisan bawah
  3. Tsunami
  4. Beban Termis – Panas, Memuai dan Pemuaian
  5. Beban Ledakan – Nuklir, Super Sonic
  6. Sifatnya Berubah atau Temporari atau Semi Permanen
  7. Beban Hidup terkadang sukar diprekdiksi arah dan besarnya
  8. Besaran dapat berubah menurut Waktu dan Tempat
  9. Beban Hidup dapat bekerja secara Statik ataupun Dinamik

Contoh: Orang, Perabot Interior-Furnitur, Dinding Partisi, Sebagian Perlengkapan Mekanikal (tangki air, pipa, dan lain-lain).

Konsep dasar sistem struktur

Beberapa aspek yang perlu diperhatikan dalam memilih dan mendesain struktur adalah
Pola Geometrik. Bentuk geometrik diperlukan untuk kemudahan dalam hal, yaitu:

  1. organisasi fungsi ruang,
  2. visual,
  3. stabilitas,
  4. distribusi beban.

Pola dan Koordinasi Modul

Untuk memudahkan dalam mendesain, pelaksanaan lapangan dan perhitungan-perhitungan struktur, ada 5 modul yang perlukan, yaitu:

  1. Modul Perencanaan (Ruang/Arsitektural)
  2. Modul Struktur
  3. Modul Bahan/Material
  4. Modul Utilitas
  5. Modul Perlengkapan Furnitur

Pola Struktur

  1. Pola/Modul Grid, garis-garis kotak lurus
  2. Pola Radial/Memusat
  3. Pola Abstrak/tidak berbentuk
  4. Pola Gabungan

Elemen-Elemen Dasar Struktur

Struktur Vertikal;

  1. Kolom Murni ; perletakan kolom
  2. Letak kolom dengan pengulangan secara merata
  3. Letak kolom ditepi
  4. Ditepi dan ditengah
  5. Letak kolom terpusat
  6. Dinding Murni
  7. Dinding Lurus/Linear
  8. Dinding Siku/Tekuk
  9. Dinding Core Terbuka
  10. Dinding Core Tertutup
  11. Gabungan/Kombinasi
  12. Kombinasi antara kolom, dinding-dinding
  13. Dapat diletakkan tegak, miring atu kurva

Elemen Struktur Horizontal;

  1. Plat Lantai
  2. Plat Beton Slab (Solid)
  3. Plat Wafel
  4. Plat Komposit (Steel Deck – Bondex)
  5. Plat Berongga (Hollow-core concrete slabs)
  6. Atap Datar
  7. Dak Beton
  8. Steel Deck
  9. Komposit/Kombinasi
  10. Balok-Balok
  11. Balok Paralel; satu arah (oneway) dan dua arah (two way system)
  12. Balok dengan susunan Radial
  13. Balok dengan susunan Diagonal
  14. Balok dengan susunan Kombinasi (Hibrid)

Elemen Dasar Struktur Menurut Bentuk Geometrik

  1. Elemen Garis Lurus (Balok dan Kolom) – merupakan elemen struktur satu dimensi
  2. Elemen Bidang Datar (Flat Surface Structure/Slab)
  3. Elemen Lipat/Patah dan Lipat Kurva ( “Folded and Curved Line“)
  4. Elemen Dinding Lengkung dan Dinding Miring
  5. Elemen Permukaan Lengkung (“Curved Surface“)

Sistem Struktur Penahan Beban Lateral

Pada dasarnya untuk menahan beban vertikal; kolom struktur dan sistem pondasi adalah yang utama. Dasar untuk menahan beban lateral/horizontal dapat dipecahkan dengan cara:

  • Membuat sambungan jepit sempurna (rigid frame) pada sistem struktur rangka.
  • Mendesain sambungan jepit sempurna pada bagian kolom dengan sistem pondasi/tanah.
  • Mendesain sambungan jepit sempurna pada kolom dan balok, baik sebagian maupun keseluruhan sistem portal.
  • Menggunakan ikatan diagonal (bracing) pada struktur rangka.
  • Menggunakan dinding panel (dinding geser/shear wall) pada sistem struktur rangka atau dinding geser murni (menerus).
  • Menggunakan Kombinasi dari ketiga sistem diatas.

Sistem Struktur Portal (Single-Storey Skeleton Structure)

Elemen dasar struktur portal adalah berupa elemen batang yang disusun/dirakit sedemikian rupa menjadi “Balok dan Kolom” (Post and Lintel/Beam). Elemen Batang disebut juga sebagai elemen garis /satu dimensi.

Hubungan Sistem Rangka dapat dibentuk atas dasar:

  • Susunan rangka dengan ikatan jepit sempurna/hubungan kaku (rigid) antara elemen-elemen batang yang tersusun.
  • Susunan rangka dengan ikatan sendi/engsel (pin, hinge) dengan konsep dasar susunan berupa “truss” segi tiga.
  • Susunan kombinasi keduanya; Sistem portal dapat disusun satu buah (single) atau multi level (multibay – bersusun dengan pengulangan). Sistem rangka dapat disusun dan dikembangkan dengan arah susunan;
    • Paralel
    • Radial, dengan cara dirotasi
    • Bentuk-bentuk susunan bebas

konstruksi

Sekian postingan kali ini mengenai pengertian konstruksi bangunan. Mudah-mudahan dengan adanya artikel ini teman-teman bisa lebih memahami apa itu konstruksi bangunan. Jangan lupa share artikel ini ke sosial media agar yang lain bisa membacanya juga. Sampai jumpa pada artikel berikutnya 🙂

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama anda disini