Beranda Sipil Faktor Penyebab Kecelakaan Proyek Infrastruktur

Faktor Penyebab Kecelakaan Proyek Infrastruktur

1453
0
BERBAGI
Bantu support blog asdar.id agar bisa lebih berkembang lagi untuk membagikan ilmu pengetahuan secara gratis. Caranya yaitu dengan menyisihkan sedikit rejeki anda melalui laman donasi, klik DISINI. Semoga apa yang anda berikan bisa menjadi penolong di Akhirat kelak, Amin Ya Rabbal 'Alamin :-)
proyek infrastruktur
proyek infrastruktur

Halo rekan-rekan sekalian, apa kabar kalian hari ini? Saya doakan semoga sehat selalu. Kali ini kita akan membahas penyebab kecelakaan proyek intrastruktur. Untuk pembahasan lengkapnya, silahkan simak penjelasannya dibawah ini.

Faktor Penyebab Kecelakaan Proyek Infrastruktur

Kecelakaan dalam proyek infrastruktur merupakan hal yang sangat krusial. Kenapa ini bisa terjadi? Menurut Bambang Boediyono (dosen Teknik Sipil ITB) Kecelakan terjadi karena beberapa faktor, yaitu sebagai berikut.

1. Kurang Pengetahuan Teknik Sipil

Khusus kecelakaan yang terjadi di tol becakayu, Pak Bambang mengatakan bahwa struktur sementara untuk menyangga konstruksinya (perancah) hanya ditopang pada satu tumpuan. Alhasil, bekisting konstruksi sementara yang ditopang perancahnya jatuh. Ini tentu karena kurangnya pengetahuan mengenai teknik sipil khususnya mengenai struktur.

2. Para Pihak Pelaku Konstruksi Kurang Koordinasi

Masing-masing pihak pelaku konstruksi yang terlibat masih berjalan sendiri-sendiri. Seharusnya, β€œKementrian PUPR membuat peraturan bagaimana mengintegrasikan mereka”, kata Pak Bambang.

3. Tidak Disiplin

Menurut pengamatan pak Bambang, banyak yang ternyata tidak mengikuti standar SNI dari desain, pelaksanaan, dan pengawasan.

4. Idealnya: Ada Perancanaan Konstruksi

Tender kontraktor yang menang harus mengajukan perencanaan konstruksi. Rencana pelaksanaan konstruksi lengkap oleh kontraktor harus disetujui oleh konsultan perencana dan konsultan pengawas.

5. Idealnya: Ada Check List Pekerjaan Yang Disetujui PUPR

Selama pelaksanaan konstruksi berlangsung, harus ada check list urutan pekerjaan yang diperiksa oleh semua pihak sesuai dengan bidangnya masing-masing, dan disetujui oleh Kementrian PUPR.

6. Idealnya: Ada Badan Hukum Independen

Idealnya, konsultan perencana, kontraktor, dan konsultan pengawas harus mempunyai badan hukum yang independen sekaligus sertifikat keahlian pada bidangnya.

7. Idealnya: Jalani Prosedur K3L

Hal yang tidak kalah penting adalah, kontraktor harus mengutamakan prosedur Keselamatan, Kesehatan Kerja, dan Lingkungan.

Nah, itulah beberapa penyebab Kecelakaan konstruksi menurut Pak Bambang dosen Teknik Sipil ITB. Sangat disayangkan banyak kecelakaan yang terjadi dalam konstruksi, padahal bidang Teknik Sipil sangat menyangkut dengan keselamatan manusia.

Sumber referensi: civilportal.ga

Jangan lupa share artikel ini ke sosial media agar yang lain bisa membacanya juga. Untuk mengikuti perbaruan konten blog ini, silahkan berlangganan melalui notifikasi yang muncul saat mengakses blog ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama anda disini