Beranda Struktur Bangunan Pengertian Sloof: Definisi, Fungsi, Macam-Macam, dan Metode Pelaksanaan Sloof

Pengertian Sloof: Definisi, Fungsi, Macam-Macam, dan Metode Pelaksanaan Sloof

779
0
BERBAGI
Bagi yang berminat guest post, blog ini menyediakan form guest post untuk kalian yang ingin blognya mendapat kunjungan dari blog ini. Silahkan kunjungi melalui link guest post.
pengertian sloof
pengertian sloof

Assalamualaikum wr. wb. rekan-rekan sekalian, apa kabar kalian hari ini? Saya doakan semoga sehat selalu. Berikut saya akan menjelaskan pengertian sloof yang mungkin bagi sebagian orang tidak mengetahui arti sebenarnya itu apa. Oke, dari pada berlama-lama, mari simak penjelasannya dibawah ini.

Pengertian Sloof

pengertian sloof

Sloof adalah struktur bangunan yang terletak di atas pondasi bangunan. Sloof berfungsi mendistribusikan beban dari bangunan atas ke pondasi, sehingga beban yang tersalurkan setiap titik di pondasi tersebar merata. Selain itu sloof juga berfungsi sebagai pengunci dinding dan kolom agar tidak roboh apabila terjadi pergerakan tanah.

Sebagai tambahan pada sloof, untuk bangunan tahan terhadap gempa maka disempurnakan pada ikatan antara sloof dengan pondasi yaitu dengan memberikan angker dengan beri diameter 12 mm dengan jarak 1,5 meter. namun angka ini dapat berubah untuk bangunan yang lebih besar atau bangunan bertingkat banyak.

Secara singkat, sloof adalah beton bertulang yang diletakkan secara horisontal di atas pondasi. Kesimpulannya, Sloof berfungsi mendistribusikan beban dari atas (dinding dan kolom) untuk disalurkan ke pondasi. Sehingga semua beban yang terdistribusikan ke dalam pondasi kurang lebih sama. Selain itu Sloof berfungsi sebagai pengikat antara dinding, kolom dan pondasi.

Definisi Sloof

Sloof merupakan jenis konstruksi beton bertulang yang sengaja di desain khusus luas penampang dan jumlah pembesiannya disesuaikan dengan kebutuhan beban yang akan dipikul oleh sloof tersebut nantinya. Untuk menentukan luas penampang (ukuran sloof ini), dibutuhkan perhitungan teknis yang tepat agar sloof tersebut nanti “benar-benar mampu” untuk memikul beban dinding bata diatasnya nanti. Untuk itu, ada baiknya kita menggunakan jasa konsultan untuk menghitung dan mendesain dimensi sloof ini.

pengertian sloof
ilustrasi tie beam

Sloof kadang juga di sebut Tie Beam, atau Grade Beam. Semua wujudnya sama tapi fungsinya yang berbeda-beda. Sloof adalah elemen penting dalam struktur yang berada pada dasar struktur tersebut, sloof serupa dengan balok namun perbedaannya terletak pada tempatnya saja.

Sloof atau Tie Beam sebagian besar sekarang di pakai adalah dari beton bertulang yang di hitung sesuai dengan ketentuan pondasi yang ada dengan dasar mengunakan SNI sebagai sumber acuan perhitungan.

Fungsi Sloof

Fungsi sloof sangat penting dalam struktur, diantaranya sebagai penahan beban yang ada di atasnya seperti dinding, jendela, kusen untuk di salurkan ke ujung-ujungnya atau ke bagian pondasi sehingga pondasi tidak langsung menerima beban dari atas.

pengertian sloof
letak sloof sebagai penahan dan pengikat

Sloof berfungsi untuk memikul beban dinding, sehingga dinding tersebut “berdiri” pada beton yang kuat, sehingga tidak terjadi penurunan dan pergerakan yang bisa mengakibatkan dinding rumah menjadi retak atau pecah. Selain itu Sloof juga memiliki fungsi sebagai berikut:

  1. Menerima beban dari bagian bangunan diatasnya, seperti pasangan dinding, pintu, jendela, dan sejenisnya.
  2. Meratakan beban yang diterima dari bangunan diatasnya untuk kemudian disalurkan menuju pondasi.
  3. Sebagai pengikat antar kolom sehingga struktur bangunan menjadi kaku dan aman terhadap goncangan akibat angin, gempa, dan lain-lain.
  4. Sebagai dinding penahan material urugan tanah, pasangan keramik dan berbagai macam pekerjaan lantai bangunan agar bisa tetap berada pada posisi yang direncanakan.
  5. Sloof juga bisa difungsikan sebagai ornamen untuk memperindah arsitektur bangunan, terutama sloof yang lokasinya diatas permukaan tanah sehingga bisa langsung terlihat oleh orang.

Selain itu, dari segi sosial, dengan adanya sistem struktur sloof maka beberapa orang bisa memperoleh pendapatan, ada tukang bangunan yang mendapatkan upah kerja, ada pengusaha besi begel yang mendapat keuntungan dari penjualan, ada toko bangunan yang mendapatkan laba dari hasil penjualan material, ada juga arsitek atau insinyur yang mendapatkan penghasilan dari kegiatan menghitung, merancang dan melaksanakan pembangunan.

Macam-Macam Sloof

Berikut ini beberapa macam sloof yang biasa di pakai oleh masyarakat Indonesia pada umumnya, diantaranya sebagai berikut:

1. Konstruksi Sloof dari Beton Bertulang

sloof beton bertulang
sloof beton bertulang

Konstruksi sloof ini bisa digunakan di atas pondasi batu kali apabila pondasi tersebut dimaksudkan untuk rumah atau gedung (bangunan) tidak bertingkat dengan perlengkapan kolom praktis pada jarak dinding kurang lebih 3 m. Untuk ukuran lebar / tinggi sloof beton bertulang adalah > 15/20 cm. Konstruksi sloof dari beton bertulang juga bisa dimanfaatkan sebagai balok pengikat pada pondasi tiang.

2. Konstruksi Sloof dari Batu Bata

sloof batu bata
sloof batu bata

Rollag dibuat dari susunan batu bata yang di pasang dengan cara melintang dan diikat dengan adukan pasangan (1 bagian portland semen : 4 bagian pasir). Konstruksi rollag ini tidak memenuhi syarat untuk membagi beban.

3. Konstruksi Sloof dari Kayu

sloof dari kayu
ilustrasi sloof dari kayu

Konstruksi rumah panggung dengan pondasi tiang kayu (misalnya di atas pondasi setempat), sloof dapat dibentuk sebagai balok pengapit. Jika sloof dari kayu ini terletak di atas pondasi lajur dari batu atau beton, maka dipilih balok tunggal.

Metode Pelaksanaan Sloof

Dalam pengerjaan sloof pada bangunan proyek, pengerjaan sloof mempunyai metode pelaksanaan sesuai dengan gambar kerja. Berikut langkah-langkah dalam pekerjaan sloof:

  1. Menyiapkan Papan Bekisting, Besi Beton, dan Job Mix Design dan Job Mix Formula untuk pekerjaan sloof.
  2. Menyiapkan sepatu kolom. Fungsinya agar bekisting tepat berada pada titik koordinatnya sesuai dengan gambar perencanaan. Sepatu kolom biasanya menggunakan besi stek yang dibor pada lantai.
  3. Melakukan perakitan besi sesuai dengan soft drawing.
  4. Memasang bekisting sloof, jangan lupa beton decking atau tahu beton penyangga besi tulangan. Tujuan beton decking ini untuk menjaga jarak selimut beton agar tidak berubah selama proses pengecoran.
  5. Memasang sabuk sloof pada bekisting kolom untuk memperkuat. Ukuran sloof yang digunakan relative sesuai dengan Soft Drawing. Untuk mengunci sloof tersebut harus menggunakan tie rod. Tie rod bisa dibuat sendiri atau membeli yang sudah jadi. Jika ingin membuat sendiri bisa menggunakan as drat ukuran 10 mm, besi ulir 10 mm dan plat besi tebal 3-5 mm. Jarak sloof sangat tergantung dari jarak pasangan kolom. Apabila jarak kolom sekitar 3-4 m maka jumlah sabuk sloof 2 dengan jarak dibagi rata. Namun jika jarak kolom lebih dari 4 m maka menyesuaikan dengan prinsip semakin ke bawah jarak sabuk semakin pendek karena bebannya lebih besar di bawah.
  6. Memasang pipa support Untuk menjaga horizontal dari sloof terhadap kolom.Untuk mendapatkan sloof struktur yang sempurna, bekisting tidak boleh miring ataupun goyang saat pengecoran Oleh karena itu pemasangan pipa support dinilai sangat penting.
  7. Setelah komponen bekisting dan besi serta celah bekisting dirapatkan dan mendapatkan persetujuan dari direksi, maka dilakukanlah pengecoran beton sesuai dengan jenis beton yang diinginkan. Untuk hasil pengecoran merata harus dibantu dengan menggunakan alat concreate vibrator.

Untuk metode pemasangan dan pengecoran sloof untuk rumah pada umumnya dapat dilihat dibawah ini:

  1. Setelah pondasi batu kali telah selesai dicor, selanjutnya buatlah anyaman sloof langsung diatas pondasi. Mengapa, sebab besi sloof harus masuk kepada tiang kolom sehingga membentuk ayaman. Besi yang biasa digunakan untuk sloof biasanya berukuran 8 mm ke atas. Semakin besar, semakin kuat.pengertian pondasi
  2. Setelah anyaman sloof berhasil dibuat, buatlah papan bekisting untuk sloof. Cara pembuatannya yaitu ambil dua buah papan bekisting dan satukan dengan kayu kaso. Jarak lebar antara papan bekisting adalah sebesar bata yang akan digunakan. Bahkan para tukang biasanya langsung mengambil bata saat pemakuan papan beskisting.
  3. Jika papan bekisting telah dibuat, simpanlah papan bekisting diatas pondasi batu kali. Posisi besi sloof harus ditengah papan bekisting, sehingga coran bisa menutupi besi sloof.
  4. Pergunakan juga papan kaso untuk menyetel posisi papan bekisting sloof dan gunakan pula kertas bekas pembungkus semen untuk menutup celah sehingga coran sloof tidak keluar.
    pengertian sloof
    pemasangan bekisting sloof
  5. Setelah papan bekisting dipasang, selanjutnya adalah membuat coran. Takarannya adalah 1:2:3, yang artinya satu untuk semen, dua untuk split dan tiga untuk pasir. Pergunakan air secukupnya. Di lapangan takaran air biasanya cukup encer, dengan maksud beton yang encer akan bisa mengisi ruang-ruang sloof sehingga hasilnya akan lebih mulus.
    pengertian sloof
    pengecoran sloof
  6. Saat coran masuk kepada papan bekisting sloof pergunakan palu dari kayu untuk diketuk-ketuk. Pergunakan pula besi untuk ditusuk-tusuk, gunanya agar coran memasuki setiap ruang dari sloof.
  7. Diamkan selama 1 sampai 3 hari sampai mengering dan papan bekisting sloof bisa dibuka yang kemudian hasilnya bisa anda lihat sendiri.
    pengertian sloof
    hasil cetakan sloof

Sekian pembahasan kali ini mengenai pengertian sloof, semoga dengan membacanya bisa menambah ilmu pengetahuan rekan-rekan sekalian. Jangan lupa share artikel ini ke sosial media jika dirasa bermanfaat untuk orang banyak. Follow juga fanspage blog ini di facebook. Sampai jumpa pada artikel selanjutnya. Semoga bermanfaat 🙂

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama anda disini